Makna dan Hikmah Idul Fitri


Kartu Lebaran 1432 HFajar 1 Syawal 1435 H / 2014 M sebentar lagi akan tiba. Bersama-sama dengan umat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.
Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.
Makna Idu ftri

MaafHari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAWyang artinya :”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil.” (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian di atas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitria dalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.”

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan istilah “lebaran”. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.

Adapun terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat, dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT.

Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah. Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Dengan demikian ketupat ini hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa. Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan email.

Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi&Ibnu Majah) . “

Kini kita dengan rasa suka cita dan senang karena kita menyambut hari kemenagan disamping itu kita juga bercampur sedih, dan dengan linangan air mata bahagia kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfiroh dan Rahmat Allah SWT. Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang kita dapatkan. Kini bulan Ramadhan telah berlalu, tapi satu hal yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit dan akhlakiyah puasa Ramadhan, sehingga 1 Syawal harus menjadi Imtidad lanjutan Ramadhan dengan ibadah serta kesalehan sosial. Sebab Kata Syawal itu sendiri artinya peningkatan. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita.

Hikmah Idul Ffitri

Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.

Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.

Seorang muslim yang kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid (hamba Allah) yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya. Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan seterusnya.

Namun bila ketiga ciri fitrah tersebut tidak tampak pada diri seorang muslim mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, maka berarti latihan dan pendidikan puasa Ramadhan yang telah dilakukannya selama sebulan tidak berhasil, karena ia tidak mampu kembali kepada fitrahnya. Semoga dengan kembalinya semua warga masyarakat muslim di negeri ini kepada Fitrahnya, cita-cita Negara kita menjadi Negara yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi, Gemah merenah tur tuma’ninah dibawah ridha Allah SWT atau dengan istilah agama Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghoffur.

Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan. Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang mungkin banyak terdapat kotoran&noda seraya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT, selalu memberikan pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul Fitri tahun 2014 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena kita baru saja telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Walaupun kemarin beda pilihan itulah seninya berdemokrasi, mari merajut kembali dan maksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci.

Keluarga Besar Puskesmas Mojoagung, menghaturkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri – Mohon Maaf Lahir Batin”

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,50-id,53537-lang,id-c,esai-t,Makna+dan+Hikmah+Idul+Fitri-.phpx

Upload : Aziz

Puskesmas Mojoagung Sayang Bunda mengadakan “Pemeriksaan USG Gratis dan VCT bagi Ibu Hamil”


IMG_2070IMG_2071

Puskesmas Mojoagung pada senin 18 Mei 2015 mengadakan pemeriksaan gratis USG bagi ibu hamil bekerja sama dengan produsen susu Lovamil, susu bagi ibu hamil dan menyusui. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Puskesmas Mojoagung sebagai Puskesmas Pilihan dan Puskesmas Sayang Bunda. Beberapa kegiatan hari ini merupakan pelayanan khusus terhadap ibu hamil sebagai bagian dari Program Puskesmas Mojoagung Sayang Bunda yang meliputi:
1. Pemeriksaan fisik ibu hamil
2. Pemeriksaan fungsi jantung dan paru Ibu hamil oleh dokter
3. Pemeriksaan USG: USG sangat berguna untuk memantau kesehatan rahim serta Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi serta keadaan plasenta dalam kandungan.
4. Penyuluhan kesehatan
5. Konsultasi kesehatan dengan dokter
6. Pemeriksaan laboratorium:
– Golongan darah: dimana akan sangat membantu bila saat persalinan ibu membutuhkan bantuan transfusi maka sudah ada persiapan sebelumnya karena golongan darahnya telah diketahui)
– Hb/hemoglobin: untuk mengetahui secara pasti ada tidaknya anemia. Karena anemia pada ibu hamil akan berbahaya bagi bayi maupun ibu
– Tes HIV Aids melalui Voluntary Counseling Test (VCT) yaitu test HIV AIDS yang dilakukan secara sadar dan sukarela. Pemeriksaan HIV AIDS pada ibu hamil merupakan mata rantai penting dimulainya “PENCEGAHAN PENULARAN DARI IBU KE ANAK (PPIA)” sebagaimana Surat Edaran MENKES No.GK/menkes/001/1/2013 tentang layanan PPIA.
Pemeriksaan ini penting karena Bila ibu terinfeksi HIV maka risiko menjadi berlipat yaitu risiko pada ibu dan pada bayi yang kemungkinan besar akan tertular HIV AIDS juga. Pemeriksaan ibu hamil dapat memberi petunjuk secara dini bagaimana agar ibu dapat menjalani kehamilannya dengan sehat dan meminimalkan penularan pada bayi. Jika Ibu hamil positif HIV maka ibu akan mendapatkan konseling dan pengobatan, petugas akan membantu ibu dalam merencanakan persalinan yang aman dan infromasi agar menghindari menyusui supaya bayi tidak tertular.
Berdasarkan data Kemungkinan bayi tertular HIV dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen.
Sebanyak 160 ibu hamil melakukan pemeriksaan, mereka berasal dari berbagai wilayah sekitar Mojoagung. Ibu hamil sangat antusias mengikuti semua kegiatan karena mereka tahu manfaatnya, terdapat tayangan film yang diputar berisi proses kehamilan. Tayangan ini sangat menyentuh sehingga ibu hamil tampak seksama menyaksikannya. Petugas Puskesmas, kru Lovamil dan lintas sektor melayani dengan hangat dan ramah Sehingga ibu hamil merasa nyaman.
Acara terlaksana dengan tertib dan lancar karena kerjasama semua pihak mulai loket hingga selesai pelayanan. Loket antrian dibuat khusus agar pelayanan bisa berjalan cepat, pemeriksaan jantung&paru dilaksanakan di ruang Kesehatan Ibu Anak (KIA), VCT dilakukan di Klinik IMS-VCT dan pemeriksaan USG dilaksanakan di mobil pelayanan medis yang disediakan Lovamil.

Info Layanan

Klinik VCT dibuka setiap hari di Puskesmas Mojoagung

 

Mengontrol si manis Diabetes


Transfer-Factor-Untuk-Diabetes

Pentingnya tau tentang Diabetes Melitus

Anda mengenal Diabetes Melitus (DM) ? Bahwa 350 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit diabetes dan Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda. Namun DM merupakan penyakit yang dapat dicegah, untuk mencegahnya mari kita mengenalinya lebih jauh.
Diabetes melitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
• defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.[2]
• defisiensi transporter glukosa.
• atau keduanya.
Glukosa adalah karbo hidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu).
Diabetes Melitus (DM) dibagi menjadi beberapa tipe. DM tipe I biasanya menimbulkan gejala sebelum usia pasien 30 tahun dan penderita memerlukan insulin dari luar tubuhnya untuk kelangsungan hidupnya. DM tipe II biasanya dialami saat pasien berusia 30 tahun atau lebih, dan pasien tidak tergantung terhadap insulin dari luar tubuh, kecuali dalam keadaan tertentu. Tipe DM lainnya adalah DM gestasional, yaitu DM yang terjadi pada ibu hamil akibat gangguan toleransi glukosa.

Faktor risiko diabetes:
• Kelompok usia 45 tahun ke atas
• Obesitas
• Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit diabetes.
• Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram.
• Riwayat DM pada kehamilan.
• Kurang aktivitas fisik
• Dislipidemia (HDL 250 mg/dl.
• Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu).

Gejala-tanda
Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah turunnya berat badan, polyuria (sering berkemih), polydipsia (sering haus), dan polyphagia (sering lapar). Gejala-gejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.
Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar gula darah, yakni gula darah setelah puasa 8 jam atau gula darah sewaktu.
Saat ini jumlah pasien DM tipe II semakin meningkat, dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat.
Hal penting yang harus diperhatikan pasien DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol (selalu tinggi, atau kadang tinggi kadang rendah, atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM.

Komplikasi akut
Keadaan yang termasuk dalam komplikasi akut DM adalah ketoasidosis diabetik (KAD) dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH). Pada dua keadaan ini kadar glukosa darah sangat tinggi (pada KAD 300-600 mg/dL, pada SHH 600-1200 mg/dL), dan pasien biasanya tidak sadarkan diri. Karena angka kematiannya tinggi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan yang memadai.
Keadaan hipoglikemia juga termasuk dalam komplikasi akut DM, di mana terjadi penurunan kadar glukosa darah sampai < 70 mg/dL.
Gejala hipoglikemia antara lain:
• perasaan lemah dan kelelahan
• bingung
• lapar
• gemetar
• berkeringat dingin
• nyeri kepala
• pingsan atau kejang (dalam kasus yang berat)
Jika tidak diterapi segera, pasien dapat kehilangan kesadaran, meracau dan kejang-kejang. Pasien DM yang tidak sadarkan diri harus dipikirkan mengalami keadaan hipoglikemia. Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia misalnya pasien meminum obat terlalu banyak, menyuntik insulin terlalu banyak, atau pasien tidak makan setelah minum obat atau menyuntik insulin.
Penanganan pada pasien hipoglikemi yang sadar adalah memberikan minuman manis yang mengandung glukosa. Jika keadaan pasien tidak membaik atau pasien tidak sadarkan diri harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan dan pemantauan selanjutnya.

Komplikasi kronik
Penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah yang dapat mengalami kerusakan dibagi menjadi dua jenis, yakni pembuluh darah besar dan kecil.
Yang termasuk dalam pembuluh darah besar antara lain pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.
Kerusakan pembuluh darah kecil (mikroangiopati) misalnya mengenai pembuluh darah retina dan dapat menyebabkan kebutaan. Selain itu, dapat terjadi kerusakan pada pembuluh darah ginjal yang akan menyebabkan nefropati diabetikum. Juga pembuluh darah di
Saraf yang paling sering rusak adalah saraf perifer, yang menyebabkan perasaan kebas atau baal pada ujung-ujung jari. Karena rasa kebas, terutama pada kakinya, maka pasien DM sering kali tidak menyadari adanya luka pada kaki, sehingga meningkatkan risiko menjadi luka yang lebih dalam (ulkus kaki) dan perlunya melakukan tindakan amputasi. Selain kebas, pasien mungkin juga mengalami kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri, lebih terasa sakit di malam hari serta kelemahan pada tangan dan kaki. Pada pasien yang mengalami kerusakan saraf perifer, maka harus diajarkan mengenai perawatan kaki yang memadai sehingga mengurangi risiko luka dan amputasi
Secara ringkas komplikasi yang umum terjadi adalah:
• Pembuluh darah tepi, terutama pada tungkai, yang jika rusak akan menyebabkan luka iskemik – gangrene pada kaki
• Pembuluh darah otak, yang jika rusak akan dapat menyebabkan stroke
• gangguan pada mata yang berakibat kebutaan,
• gangguan pada ginjal hingga berakibat gagal ginjal
• gangguan jantung dan kardiovaskular, yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak
• gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual,
• dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma.
• rentan terhadap infeksi.

Tata Laksana
Pada pasien DM tipe 2 prinsip yang terpenting adalah menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal agar tidak terjadi komplikasi dengan langkah sebagai berikut:
1. Pola makan sehat dengan diet seimbang, bernutrisi, rendah lemak, rendah kolesterol dan meminimalkan penggunaan gula
2. Penurunan berat badan dan olah raga, Berhenti merokok dan hindari sebagai perokok pasif
3. Pasien DM dianjurkan berkonsultasi secara rutin ke dokter untuk mengontrol hasil pengobatan. Jika dalam 2-4 minggu kadar glukosa darah tetap tidak mencapai target, maka harus diberikan satu macam obat hipoglikemik oral (OHO) untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah. Regulasi kadar glukosa darah harus terus dipantau, jika kadar glukosa darah tetap belum mencapai sasaran, maka dapat ditambahkan satu macam OHO lagi atau ditambahkan suntikan insulin.

Pencegahan
Saat ini jumlah pasien DM tipe II semakin meningkat, dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat. Bagaimanapun, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Menjaga pola hidup sehat untuk mencegah Diabetes Melitus dapat dilakukan melalui:
1. Rutin berolah raga, hal ini sangat penting karena olahraga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga membantu mengontrol peningkatan kadar glukosa darah. Olah raga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang dianjurkan dilakukan secara teratur selama 30 menit, 3-4 kali seminggu. Selain itu aktivitas sehari-hari dapat tetap dilakukan seperti berkebun, membersihkan rumah, berjalan ke pasar dan naik turun tangga. Yang harus diperhatikan adalah pada pasien DM tipe 2 yang sudah memiliki komplikasi pada mata atau kaki harus dilakukan penyesuaian pada aktivitas fisiknya sesuai saran dokter
2. Mengatur pola makan, dengan makan seimbang, perbanyak buah dan sayur dan kurangi karbohidrat serta lemak
3. Cukup istirahat dan Kelola stress, dengan menjaga keseimbangan emosi, mengatur pola pikir, menyalurkan hobi yang sehat dan pilihan hidup untuk selalu bahagia
4. Tidak merokok (aktif maupun pasif)

Manisnya berolahraga, manisnya berpola makan sehat, manisnya hidup bahagia… jauhkan dari manisnya diabetes melitus..

Info Pelayanan

Kegiatan Prolanis (Program Penanggulangan Penyakit Kronis) Puskesmas Mojoagung merupakan kegiatan promotif-preventif sebagai langkah edukasi dan penatalaksanaan dini, komprehensif dan berkelanjutan dalam mencegah penyakit kronis (hipertensi dan diabetes). bertujuan agar penyakit tidak progresif dan tidak berlanjut lebih fatal dan juga mencegah terjadinya komplikasi.

Berisi kegiatan senam bersama, konseling dokter, penyuluhan, sharing sesama penderita dalam sebuah grup diskusi. selain itu juga dilaksanakan pemeriksaan fisik (berat badan, lingkar perut, tensi darah, kesehatan mata, dan lain sebagainya) serta pemeriksaan Laboratorium (gula darah, kolesterol, asam urat dan lain-lain).

Prolanis dilaksanakan di Puskesmas Mojoagung setiap hari Kamis pada minggu terakhir setiap bulan.

Mari bergabung bersama Prolanis Puskesmas Mojoagung..

Pisah Kenal dalam kehangatan


IMG_1338Suatu sabtu di bulan Pebruari 2015, keluarga besar karyawan Puskesmas Mojoagung (KBKPM) mengadakan acara silaturrahim yang penuh kehangatan. Hari itu KBKPM melepas Dr. Sriwulani Sumargo SpRad. MKes. (dr. Lani) yang mulai bertugas di RSUD Ploso Kabupaten Jombang serta menerima Dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes (dr. Eyik) sebagai kepala Puskesmas Mojoagung yang baru. Selain itu KBKPM juga melepas dr. Novida untuk bertugas di tempat baru sebagai dokter di Puskesmas Bawangan Ploso.
Silaturrahim yang sarat nuansa kekeluargaan tersebut dilaksanakan di RM Sri Kedaton Mojoagung Jombang dengan dipandu oleh bu Susmaja. Acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan baik dari dr. Lani, dr. Eyik dan dr. Novida, kesan pesan dari beberapa kawan dari KBKPM serta diakhiri dengan doa oleh Bpk. Zainul Arifin.
Selanjutnya, makan bersama diiringi beberapa kawan bernyanyi. Terakhir, seluruh karyawan menyanyikan lagu ‘kemesraan’… hmmm, seru bercampur haru.

semoga kehangatan dan persaudaraan tetap terjalin, hingga kapanpun..

selamat bertugas dokter lani, dokter eyik, dokter novi..

sebagian foto-foto.

IMG_1345

IMG_1335

Pembinaan PONED di Puskesmas Mojoagung oleh Tim PONEK RSUD Jombang


mch_blog_imagePada Hari Kamis 26 Maret 2015 Tim PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) RSUD Jombang melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Mojoagung. Hadir dalam acara tersebut Dr. Henny Hendarjono SpOG.K., Dr. Rahmat SpA. Selaku konsultan dan narasumber, beserta tim dari RSUD Jombang dan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) selaku penyelenggara. Undangan yang dihadirkan meliputi dokter, bidan desa, bidan PONED dan bidan yang melakukan praktek mandiri di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung.
Tujuan kegiatan Pembinaan ini adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas. Acara dipandu oleh Ibu Mutoliatul Afida kemudian dibuka oleh dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes., selaku Kepala Puskesmas Mojoagung, dilanjutkan paparan pelaksanaan PONED di Puskesmas Mojoagung oleh dr. Agustina Mufida selaku dokter penanggung jawab PONED, paparan analisa situasi program kesehatan ibu dan anak (KIA) oleh Ibu Silva Fatria selaku Bidan Koordinator, serta review kasus Obstetri dan Kasus Pediatri dengan moderator Ibu Sri Sumaryani dan Ibu Elok dari Dinkes Kab. Jombang, yang didalamnya diberikan kesempatan berkonsultasi masalah Obstetri dan Pediatri di lapangan dengan para narasumber. Pada akhirnya diharapkan terdapat kesamaan persepsi serta adanya usaha bersama yang kongkret, terukur dan bertanggung jawab untuk menurunkan AKI dan AKB.
Menurut data Dinkes Kab. Jombang, tahun 2012 AKI 21 jiwa (AKI 102,91/100,000 KH) dengan AKB 247 jiwa (AKB 12,1/1000 KH). Tahun 2013 AKI 18 jiwa (AKI 89,7/100,000 KH) dan AKB 281 jiwa (AKB 14,0/1000 KH). Tahun 2014 AKI 26 jiwa (AKI 128,6/100,000) dan AKB 207 jiwa (AKB 10,4/1000 KH). Dari data tersebut menunjukkan masih adanya kenaikan AKI/AKB dan oleh karenanya berbagai upaya dilakukan. Salah satunya adalah menerapkan standar sistem EMAS (Expanding Maternal Neonatal Survival) sebagai implementasi kebijakan kerjasama Kementrian Kesehatan dengan USAID. Penerapan sistem Emas di Puskesmas Mojoagung meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, ketersediaan fasilitas PONED, serta sistem rujukan yang terkoordinir.
Di Kabupaten Jombang dilakukan terobosan untuk menurunkan AKI-AKB melalui fasilitas “SMS bunda” yang telah dilaunching oleh Bupati Jombang Bpk. Drs. H. Nyono Suharli Wihandoko, MM. SMS Bunda merupakan layanan edukasi yang dapat memberikan informasi dan tips kesehatan bagi ibu hamil dan ibu nifas di Kabupaten Jombang, dengan cara mengirim SMS ke nomer layanan: 08118 469 468.
AKI dan AKB terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung adalah karena ibu dan keluarga tidak bersedia dirujuk dan lamanya pengambilan keputusan (keluarga) dalam merujuk mengakibatkan ibu atau bayi terlambat dirujuk sehingga ketika sampai di Rumah Sakit, ibu dan atau bayi sudah dalam keadaan yang sulit atau justru tidak tertolong.
Terjadinya kematian ibu terkait dengan faktor penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah karena masih banyaknya kasus 3 Terlambat dan 4 Terlalu, yang terkait dengan faktor akses, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi. Kasus 3 Terlambat meliputi:
• Terlambat mengenali tanda bahaya persalinan dan mengambil keputusan
• Terlambat dirujuk
• Terlambat ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan
Berdasarkan Riskesdas 2010, masih cukup banyak ibu hamil dengan faktor risiko 4 Terlalu, yaitu:
• Terlalu tua hamil (hamil di atas usia 35 tahun) sebanyak 27%. Ibu berusia di atas 35 tahun memiliki rahim yang tidak fleksibel lagi. Sehingga risiko kematian saat melahirkan cukup tinggi
• Terlalu muda untuk hamil (hamil di bawah usia 20 tahun) sebanyak 2,6%, jika ibu terlalu muda maka sel-sel rahim belum siap melakukan kegiatan reproduksi.
• Terlalu sering melahirkan (jumlah anak lebih dari 4) sebanyak 11,8%, dimana ibu terlalu sering dan kerap dipaksakan melakukan reproduksi berkali-kali. Sehingga, alat reproduksi mudah terkena masalah dan rentan saat melakukan persalinan.
• Terlalu dekat (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun) menyebabkan rahim mudah terkena masalah. Karena baru saja melahirkan, dalam jangka waktu tidak terlalu lama ibu kembali melakukan persalinan.

Penyebab kematian terbanyak pada bayi adalah asfiksi, BBLR (berat badan lahir rendah) serta adanya kelainan kongenital. sementara itu, pneumonia dan diare merupakan penyakit infeksi yang telah merenggut 50 ribu Balita di Indonesia pada tahun 2013.

Penanganan diare secara tepat dan dini serta diagnosa dan pengobatan pneumonia yang tepat seharusnya dapat menurunkan AKB. terlebih lagi jika ASI ekslusif diterapkan dan anak-anak diajarkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari pola hidup bersih dan sehat (PHBS)

Mari selamatkan ibu dan bayi
Menyelamatkan ibu dan bayi, adalah menyelamatkan kehidupan..

IMG-20130502-00994

 

Raih yang 3 Juta #Hari TB Sedunia


 

130916171253-drug-resistant-tuberculosis-story-top

Tuberkulosis (TB) adalah penyebab utama ketujuh kematian di dunia. TB merupakan satu dari tiga penyakit utama yang berkaitan erat dengan kemiskinan, yang dua lagi adalah AIDS dan malaria, demikian laporan kantor berita Inggris, Reuters.
Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular (infeksi) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan penyakit paling mematikan kedua di dunia setelah HIV/AIDS. Bakteri ini menyebar lewat partikel air di udara yang berpindah karena batuk, bersin, atau meludah, dimana partikelnya menjadi sumber infeksi (droplet infection).

TB diperkirakan sudah menjadi sebab meninggalnya Irtyersenu, seorang wanita yang hidup 600 tahun sebelum Masehi dan dikuburkan di Thebes. Para ilmuwan menemukan bukti adanya TB dalam mumi di Peru dan Mesir.

Hari TB sedunia setiap tahun jatuh tanggal 24 Maret. Ini menandai ketika pada tanggal 24 maret pada Tahun 1882 Dr Robert Koch mengumumkan telah menemukan sumber TB yakni bakteri tubercle bacillus, dan Dr Koch mendapat hadiah Nobel di bidang Kedokteran di tahun 1905.

Tema hari TB Tahun ini adalah “Raih yang Tiga Juta”. Mengapa tiga juta? Inilah jumlah penderita TB di dunia yang saat ini tidak terdeteksi atau “tidak terjangkau” oleh sistem layanan kesehatan publik.

Di banyak negara, TB umumnya dideteksi dengan menganalisa cairan yang keluar dari paru-paru, yang disebut sputum, di bawah mikroskop. Bila fasilitas tersedia, pemeriksaan x-ray dada bisa digunakan untuk melihat adanya tanda-tanda di paru-paru untuk mendukung diagnosa.
Angka penderita TB dihitung per 100 ribu penduduk. Laporan WHO 2013 menyebutkan penderita TB di Indonesia adalah 185 per 100 ribu. Di Kamboja, 377 per 100 ribu, di Myanmar 348 per 100 ribu dan di Papua Nugini 348 per 100 ribu penduduk.
Sebagian besar penderita TB berada pada usia produktif (15-55 tahun). Rata-rata penderita TB kehilangan tiga sampai empat bulan masa kerja dan sebanyak 30 persen penghasilan rumah tangga tahunan. Bank Dunia memperkirakan TB menghilangkan empat hingga tujuh persen penghasilan domestik kotor di sebagian negara yang paling parah terserang. Pada akhirnya TB menjadi lingkaran setan persoalan ekonomi, sosial dan kesehatan yang sangat merugikan.

Pada tahun 1992 – 1993 Global Tuberculosis Program (GTB) WHO menetapkan tuberkulosis sebagai global emergency, kemudian GTB mulai memperkenalkan strategi yang dipakai Dr. Karel Styblo dari International Union Against Tuberculosis & Lung Diseases (IUATLD) dalam suatu paket manajemen dan teknik yang kemudian dikenal dengan nama DOTS.
Pada Tahun 1994 Indonesia mengadopsi strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) dimana Strategi DOTS mengandung lima komponen, yaitu:
1. Komitmen pemerintah untuk mendukung pengawasan tuberkulosis.
2. Penemuan kasus dengan pemeriksaan mikroskopik sputum, utamanya dilakukan pada mereka yang datang ke pasilitas kesehatan karena keluhan paru dan pernapasan.
3. Cara pengobatan standard selama 6 – 8 bulan untuk semua kasus dengan pemeriksaan sputum positif, dengan pengawasan pengobatan secara langsung, untuk sekurang-kurangnya dua bulan pertama.
4. Penyediaan semua obat anti tuberkulosis secara teratur, menyeluruh dan tepat waktu.
5. Pencatatan dan pelaporan yang baik sehingga memungkinkan penilaian terhadap hasil pengobatan untuk tiap pasien dan penilaian terhadap program pelaksanaan pengawasan tuberkulosis secara keseluruhan

Saat ini berkembang TB MDR yaitu TB yang resistan terhadap berbagai kombinasi obat (MDR-TB) dimana pengobatannya jauh lebih sulit. TB yang resistan terhadap kombinasi obat (MDR-TB) adalah jenis TB yang disebabkan oleh bakteri yang tidak bereaksi terhadap obat yang standar. MDR-TB ini disebabkan karena pengobatan yang tidak benar, termasuk penggunaan obat yang salah, ataupun kualitas obat yang tidak memadai. TB MDR seringkali disebabkan oleh pengobatan yang setengah-setengah dan tidak berkelanjutan dimana hal ini terjadi karena pasien menghentikan pengobatan sebab mereka mulai merasa lebih baik. Statistik WHO di tahun 2012 memperkirakan 450 ribu orang di seluruh menderita MDR-TB. Dari jumlah itu, 9,6 % menderita XDR-TB, mereka yang hanya bisa diobati dengan sejumlah kecil obat saja.

Puskesmas Mojoagung merupakan salah satu Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM) di Kabupaten Jombang, dimana melaksanakan program TB mulai penjaringan dan penemuan suspek TB di Puskesmas dan jejaringnya (Pustu, Polindes, Ponkesdes, Poskesdes), melakukan pemeriksaan mikroskopik (sputum), melakukan diagnosis, pengobatan dan konseling.

Konsultasi program TB di Puskesmas Mojoagung dapat menghubungi petugas pengelola Program P2TB (Bp. Samsul Maarif)

@upload: dari berbagai sumber

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kanker, bukanlah akhir segalanya…


Hari kanker ditandai setiap 4 Pebruari dan meski sudah ada sejak sebelum masehi dan dikenal 3000 tahun yang lalu namun belum banyak masyarakat memahami apa sebenarnya kanker. Kanker seperti sebuah vonis mati dan akhir dari segalanya, tetapi sebagaimana perjalanannya, kanker bermula dari gaya hidup tidak sehat yang terjadi dalam proses waktu yang cukup lama. Dengan demikian sesungguhnya kanker dapat dicegah sedini mungkin, dengan mengupayakan pola sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kanker berasal dari kata latin Cancri yang berarti kepiting. Penamaan ini berasal dari anggapan dan pengamatan di masa lalu bahwa pembuluh-pembuluh darah besar yang mengelilingi gumpalan tumor tampak seperti jepit dan kaki kepiting. Kanker dapat menyerang hampir semua organ tubuh dan jenis-jenis kanker didasarkan pada organ tubuh yang terkena. Pada mulanya kanker menyerang salah satu organ tubuh namun pada perkembangannya sel-sel kanker mengalami metastase atau anak sebar ke jaringan atau organ lain dalam tubuh melalui aliran darah (hematogen) atau limfe (limfogen).

Proses Terjadinya
Mekanisme dalam tubuh manusia telah mengatur agar setiap organ dapat berfungi secara normal. Apoptosis (kematian sel) merupakan salah satu mekanisme penting dimana tubuh secara otomatis akan mengatur berapa jumlah sel yang dibutuhkan, bagaimana fisiologis yang tepat dan dengan umur tertentu. Ketika telah melewati masa hidupnya, sel-sel normal akan mati dengan sendirinya tanpa ada efek peradangan (inflamasi). Mekanisme lainnya adalah adanya komunikasi ekstra seluler, hal ini diperlukan untuk menjalin koordinasi antar sel sehingga mereka dapat saling menunjang fungsi masing-masing.
Agar tetap hidup maka sel akan mengalami pembelahan, dimana tubuh harus mengganti sel-sel yang hilang atau mati melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dikendalikan oleh gen-gen yang terletak di dalam inti sel (nucleus). Nukleus berfungsi layaknya seperti buku pedoman yang memuat kode genetik dimana ia memerintahkan sel tentang jenis protein apa yang harus dibuat, bagaimana pembelahan berlangsung dan berapa lama usia hidupnya. Kode genetik ini dapat rusak karena sejumlah faktor yang mengakibatkan kesalahan di dalam buku instruksi. Sejumlah mekanisme tersedia untuk mencegah terjadinya kesalahan genetika dan menghilangkan sel-sel abnormal dari tubuh. Namun, pada beberapa orang, pertahanan ini tidak memadai dan populasi sel-sel abnormal yang lolos dari pengendalian tubuh terus berkembang.
Kesalahan menerjemahkan kode genetik dapat merubah drastis cara kerja sel. Bukannya mati, sel akan terus membelah diri dan akan terus hidup. Kanker terjadi jika sel-sel membelah diri secara tidak terkendali. Sifat sel kanker adalah ia terus hidup, mampu menyerang jaringan lain (invasif), merusak jaringan itu sendiri dan tumbuh subur di atas jaringan lain. Dengan sifatnya yang asosial, sel kanker bertindak tidak teratur tanpa peduli apa yang dibutuhkan oleh fisiologi tubuh yang normal.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan diri sendiri, sel kanker mampu membentuk pembuluh darah baru (neoangiogenesis) meski dengan demikian hal ini dapat mengganggu kestabilan jaringan tempat ia tumbuh. Selain itu ia memiliki kemampuan dalam memperbanyak dirinya sendiri (proliferasi) meski seharusnya sudah tak dibutuhkan dan bahkan jumlahnya sudah melebihi kebutuhan yang seharusnya.

Sebab-sebab Kanker
Beberapa penyebab kanker yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
A. Radiasi Ionisasi: Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon dan radiasi ultraviolet dari matahari yang bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya. Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan di saat ini. Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari telepon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, namun perlu adanya penelitian mendalam tentang keterkaitan masing-masing.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengungkap tentang bahaya radiasi gelombang ponsel terhadap kesehatan tubuh. Menurut laporan yang baru dirilis radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ini dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya lainnya seperti asap knalpot, timbal dan kloroform.
Radiasi ionisasi yang digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh juga bersifat karsinogenik. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II berisiko tinggi menderita kanker sel darah seperti Leukemia.
B. Infeksi:
Beberapa kanker sering dikaitkan dengan infeksi kronis. Virus-virus ini berperan hingga 20% terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia. Virus-virus ini termasuk papillomavirus pada manusia (kanker serviks), poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak), virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring), virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer), virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati), virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T), dan helicobacter pylori (kanker lambung).
C. Ketidakseimbangan Hormonal: Terdapat kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.
Dalam sebuah studi dikatakan bahwa Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu, misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. Wanita yang mengalami menstruasi dini, wanita yang terlambat mengandung atau tidak memiliki anak beresiko terhadap terjadinya kanker payudara.
D. Gaya hidup/Pola Hidup
1. Pola Makan yang tidak sehat dan tidak seimbang dapat memicu kanker. Adapun kategori makanan yang meningkatkan risiko kanker diantaranya adalah:
– kaya gula buatan, karboidrat olahan, pengawet dan produk sampingan hasil penggorengan/pemanasan yang berlebihan
– Makanan olahan: daging yang diawetkan, sosis, makanan instan dan lain-lain
– Minuman soda
– Makanan dengan proses pembakaran: sate, barbeque dan lain-lain
2. Pola Pengelolaan Stress: Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress, dendam, kebencian yang mendalam. Peran faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara, diantaranya: stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan dapat memberikan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (limfosit T) sehingga tubuh tidak mampu melenyapkan sel kanker yang terbentuk.
3. Pola Hobi dan Manajemen waktu : kurang tidur, suka begadang, merokok, mengkonsumsi alkohol dan kurang olahraga
E. Genetik
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur (Ca Ovarium), kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 sampai 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Secara umum, gejala klinis kanker bisa dibadi menjadi kelompok :
• Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan, rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bias menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning) dan lain sebagainya;
• Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia (kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.

Gejala Kanker dapat dirangkum sebagai tanda dini yang harus segera ditindaklanjuti dengan memeriksakan diri ke dokter bila ada tanda WASPADA sebagai berikut:

Waktu buang air kecil atau buang air besar terjadi perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat Pencernaan terganggu, susah menelan atau sakit waktu menelan
Suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh
Payudara atau di tempat lain terdapat benjolan
Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, tumbuh membesar, gatal dan mengeras
Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh
Ada koreng atau borok yang tak sembuh-sembuh

Bagaimana mencegah Kanker?

Sebagian besar kanker terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, oleh sebab itu kanker dapat dicegah dengan cara memiliki gaya hidup sehat. Pada prinsipnya pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen. Beberapa tips pola hidup sehat dapat disarikan sebagai berikut:
1. Hindari mengkonsumsi secara berlebihan; makanan olahan, makanan yang dibakar, makanan yang mengandung zat aditif (pewarna, penguat rasa, dan lain-lain)
2. Pola hidup yang seimbang, tidur cukup, olahraga, tidak merokok, mengelola stress dengan baik, serta mengonsumsi makanan yang seimbang, banyak serat, banyak mengandung vitamin dan antioksidan;
3. Hindari radiasi berlebihan, menggunakan ponsel dengan bijak, menggunakan sun block ketika di bawah sinar matahari langsung dan lain sebagainya;
4. Hindari terapi sulih hormon dalam waktu yang lama;
5. Hindari hubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah karena riwayat kesehatan yang belum dapat diketahui;
6. Melakukan penapisan/skrining, untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker agar kanker dapat ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, sehingga pengobatan kanker lebih memberikan hasil yang optimal serta risiko kematian dapat diminimalkan.
Dan yang paling penting dari semuanya adalah tetap aktif dan bergembira
Sebagaimana kata pepatah, kegembiraan adalah obat dari semua penyakit..

Mari menjalani hidup dengan tetap bergembira…
Selamat hari minggu bersama keluarga.

salam…

lotus

@upload, dari berbagai sumber

Hujan Sporadis dan siklus lima tahunan: Waspadai DBD


aedes aegypti

Kasus demam berdarah meningkat seiring datangnya musim penghujan. Hingga saat ini sudah sekitar 23 daerah di Jawa Timur ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) oleh Gubernur. dimana Jombang menempati urutan pertama sebagai kabupaten dengan jumlah angka kejadian terbanyak.
Hujan turun secara sporadis dimulai pada akhir tahun. Saat itu demam berdarah muncul dan semakin meningkat dengan pola serupa yaitu memuncak pada awal tahun. Hujan sporadis menciptakan genangan-genangan air baru yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang kerap tak terdeteksi.
Bila dibandingkan bulan yang sama di tahun 2014, ada peningkatan sebanyak 219,8 persen. Peningkatan dari tahun sebelumnya ini tak lepas dari siklus lima tahunan. Siklus lima tahunan sudah terjadi sejak mulai ditemukannya serangan demam berdarah di Indonesia pada tahun 1968 dan meski belum diketahui penyebab pastinya, namun data menunjukkan bahwa setiap lima tahun sekali jumlah penderita demam berdarah di Indonesia akan meningkat cukup drastis.
Siklus lima tahunan dan hujan sporadis merupakan sebuah tanda dimana kewaspadaan terhadap demam berdarah harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

Penyebab
Adalah Virus dengue serotype 1,2,3 dan 4 yang ditularkan melalui vektor nyamuk aedes agypti,aedes albopictus,aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe berhubungan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain.

Aedes aegypti
Merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini.
Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari.

Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Sementara itu nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. mereka memperoleh energi dari nektar bunga atau tumbuhan.
Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan saat itulah kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja akan menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah, berulang kali menusukkan proboscis nya, namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus menjadi semakin besar.
Di Indonesia, nyamuk A. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban, bertolak belakang dengan A. albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).
Nyamuk A. aegypti, seperti halnya culicines lain, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari.

Gejala
gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Langkah awal
1. Beri minum sebanyak mungkin.
2. Kompres agar panasnya turun.
3. Berikan obat penurun panas, misalnya Paracetamol.
4. Segera bawa ke Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit terdekat

Pengendalian Vektor
Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor yang sering dikampanyekan sebagai 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.
• Menguras tempat-tempat penampungan air bak mandi WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb minimal seminggu sekali.
• Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
• Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
• Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
• Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
• Mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.

Mari peduli dengan menggalakkan PSN
Mencegah lebih baik daripada mengobati

# upload : dari berbagai sumber

Kunjungan Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat


Pada 22 Desember 2014 lalu, Puskesmas Mojoagung kedatangan tamu rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) Manukwari Papua Barat. Dalam surat pendahuluan, Kepala Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat menyatakan ingin berkunjung ke Puskesmas Mojoagung untuk melihat pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan baik program pokok maupun inovasi di Puskesmas Mojoagung dan jejaringnya (Pustu, Polindes, Ponkesdes, Poskesdes juga Posyandu).
Rombongan dipimpin oleh dr Irwan selaku Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat. Sebelumnya rombongan diterima di Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan selanjutnya dengan mengendarai bus rombongan menempuh waktu sekitar setengah jam menuju Puskesmas Mojoagung.
Acara dimulai dengan perkenalan dan sambutan hangat dari keluarga besar Puskesmas Mojoagung dimana rombongan diterima oleh Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah M.Kes. (dr. Eyik) dan staf Puskesmas Mojoagung, selanjutnya dilakukan kunjungan ke Pustu dan Ponkesdes.
Rombongan kembali ke Puskesmas Mojoagung dan dilanjutkan dengan acara seremonial yang sederhana yakni sambutan, kemudian presentasi oleh kepala Puskesmas Mojoagung, juga presentasi pihak Dinkes Manukwari dalam hal ini diwakili oleh Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Amban dan Puskesmas Prafi yang dilanjutkan dengan diskusi yang gayeng hingga tanpa terasa acara baru selesai pukul 4 sore.
Dalam sambutannya dr. Irwan mengatakan bahwa Dinkes Manukwari sangat terkesan dengan program-program inovasi yang ada Puskesmas Mojoagung dan berharap dapat mengadopsi program inovasi dan layanan kesehatan unggulan Puskesmas Mojoagung untuk dapat diterapkan di Manukwari. Demikian juga selaku Kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Eyik menyambut baik kunjungan, kerjasama dan saling tukar menukar informasi pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan di masing-masing wilayah. Karena perbedaan wilayah kerja antara Papua Barat dan Jawa Timur cukup besar baik secara geografi, sosial dan ekonomi, maka berbagi pengalaman menjadi hal yang sangat menarik.
Harapan kedua belah pihak adalah Puskesmas sebagai garda depan pelayanan primer dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai potensi daerah dan sumber daya manusia yang dimiliki. Acara ditutup dengan makan siang dan tukar menukar souvenir sebagai kenang-kenangan serta tak lupa berfoto ria.

Semoga kerjasama dan hubungan baik antara Dinkes Manukwari dan Puskesmas Mojoagung ke depan dapat terus terjalin dengan baik dan hangat.

selamat jalan saudara-saudara dari Manukwari, sampai bertemu lagi…

Foto-Foto

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_0943IMG_0952OLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_0948

KUSTA, LEPRA atau Morbus Hansen: Dulu, kini dan nanti


penyakitlepra

Kusta adalah sebuah penyakit infeksi kronis, istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta yaitu kustha yang berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Kusta disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang ditemukan oleh G.A. HANSEN pada tahun 1874 di Norwegia, sehingga kusta sering juga disebut sebagai Morbus Hansen (MH).
Kusta merupakan merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi dan kulit yang dalam jangka waktu panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh tidak dapat berfungsi atau mengalami kecacatan. Bila tidak segera diobati, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan kulit, saraf-saraf dan anggota gerak, serta mata.
Cara penularan kuman kusta sampai saat ini masih bersifat misterius, sampai kini hanya dapat diketahui pintu keluar kuman kusta dari tubuh penderita, yakni selaput lendir hidung. Diperkirakan kusta ditularkan melalui saluran pernapasan dan kontak dengan kulit penderita kusta multibasiler, yaitu penderita yang mempunyai kandungan bakteri tinggi di dalam tubuhnya. Jadi, kusta bisa ditularkan apabila terjadi kontak yang erat dengan penderita kusta.
Penularan kusta tergantung dari 2 hal yaitu:
a. Jumlah dan keganasan Mycobacterium Leprae
b. Daya tahan tubuh penderita
Beberapa faktor yang berperan dalam hal penularan adalah:
a. Usia
Anak-anak lebih peka di banding dengan orang dewasa perbandingan 3:2
b. Jenis kelamin
Laki-laki lebih banyak di jangkiti oleh penyakit kusta dibanding wanita
c. Ras
Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika lebih banyak dijangkiti oleh penyakit kusta dibanding dengan Eropa
d. Sosial ekonomi
Umumnya negara-negara endemis kusta adalah negara-negara yang tingkat sosial ekonominya rendah
e. Lingkungan
Fisik, biologis, sosial yang kurang sehat.
Kelompok yang beresiko tinggi
Adalah kelompok yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk misalnya: kekurangan air bersih, asupan gizi yang buruk, tempat tidur tidak memadai dan adanya penyakit lain seperti HIV-AIDS yang menekan sistem imun.

Tanda-tanda utama atau Cardinal Sign penyakit kusta, (Dep Kes RI. Dirjen PP& PL, 2007):
1. Lesi (kelainan) kulit yang mati rasa
Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak keputih-putihan (hypopigmentasi) atau kemerah-merahan (erithematous) yang mati rasa (anaesthesi).
2. Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf.
Gangguan fungsi saraf ini merupakan akibat dari peradangan kronis saraf tepi (neuritis perifer). Gangguan fungsi saraf ini bisa berupa :
a. Gangguan fungsi sensori : mati rasa
b. Gangguan fungsi motoris : kelemahan otot (parese) atau kelumpuhan (paralise)
c. Gangguan fungsi otonom : kulit kering dan retak-retak.
3. Adanya bakteri tahan asam (BTA) didalam kerokan jaringan kulit (BTA positif)
Seseorang dinyatakan sebagai penderita kusta apabila di temukan satu atau lebih dari tanda-tanda utama diatas. Pada dasarnya sebagian besar penderita dapat didiagnosis dengan pemeriksaan klinis. Namun demikian pada penderita yang meragukan dapat dilakukan pemeriksaan kerokan kulit.

Jenis-jenis cacat kusta
Menurut Djuanda A, 1997, jenis dari cacat kusta dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu:
a. Cacat primer
Adalah kelompok cacat yang disebabkan langsung oleh aktivitas penyakit, terutama kerusakan akibat respon jaringan terhadap mycobacterium leprae.
Yang termasuk kedalam cacat primer adalah :
1. Cacat pada fungsi saraf
a) Fungsi saraf sensorik misalnya : anestesi
b) Fungsi saraf motorik misalnya : daw hand, wist drop, fot drop, clow tes, lagoptalmus
c) Fungsi saraf otonom dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan elastisitas kulit berkurang, serta gangguan reflek vasodilatasi.
2. Inflamasi kuman pada kulit dan jaringan subkutan menyebabkan kulit berkerut dan berlipat-lipat
3. Cacat pada jaringan lain akibat infiltrasi kuman kusta dapat terjadi pada tendon, ligamen, tulang rawan, testis, dan bola mata.
b. Cacat sekunder
1. Cacat ini terjadi akibat cacat primer, terutama adanya kerusakan saraf sensorik, motorik, dan otonom
2. Kelumpuhan motorik menyebabkan kontraktur, sehingga terjadi gangguan berjalan dan mudah terjadinya luka
3. Lagoptalmus menyebabkan kornea menjadi kering dan memudahkan terjadinya kreatitis
4. Kelumpuhan saraf otonom menjadikan kulit kering dan berkurangnya elastisitas akibat kulit mudah retak dan terjadi infeksi skunder.

Klasifikasi Kusta
a. Pausibasilar (PB)
Kusta kering, tidak terlalu menular
– Bercak putih seperti panu dan mati rasa atau kurang berasa
– Permukaan bercak kering dan kasar dan tidak berkeringat, tidak tumbuh bulu/rambut
– Bercak 1-5 tempat
– Ada kerusakan syaraf pada satu tempat
– Hasil BTA negatif
b. Multibasilar (MB)
Kusta basah yang menular
– Bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata
– Penebalan dan bengkak pada bercak
– Bercak pada kulit di lebih dari 5 tempat
– Kerusakan saraf tepi
– Hasil BTA positif

Pencegahan Kusta
Hingga saat ini belum ada vaksinasi untuk kusta. Pengobatan yang cepat dan tepat adalah faktor penting untuk mencegah penularan serta agar kusta tidak berkembang progresif.

Pengobatan Kusta
Kusta dapat diobati, dengan pengobatan sedini mungkin maka akan memberikan hasil yang lebih baik.
Program pengobatan kusta disebut dengan program MDT (Multi Drug Treatment) yang dimulai sejak tahun 1981 oleh WHO. Rejimen obat ini terdiri atas kombinasi beberapa obat, yaitu : Dapson Rifampisin Klofazimin Obat ini tersedia dalam bentuk blister dan diminum setiap hari selama 6 bulan untuk kusta tipe pausibasiler dan 12 bulan untuk kusta tipe multibasiler. Penderita yang sudah mendapatkan pengobatan tidak lagi menjadi sumber penularan sejak ia meminum obat pada bulan pertama.
Obat MDT ini tersedia di Puskesmas dan RS Umum Daerah di Indonesia dan bisa didapat secara gratis.

Penanggulangan kusta
Penanggulangan penyakit kusta dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi sosial, ekonomi dan kemasyarakatan penderita kusta. Metode rehabilitasi terdiri dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok-kelompok tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Dahulu kusta sering dikaitkan dengan penyakit kutukan, guna-guna dan berkaitan dengan dosa. Selain karena dapat sangat progresif dan menyebabkan cacat, penderita kusta sering mendapat stigma buruk sehingga timbul leprophobi (takut terhadap kusta) di masyarakat. Akibat dari persepsi yang salah ini maka penderita kusta menerima perlakuan yang tidak semestinya diantaranya mereka dijauhi dan dikucilkan. Selanjutnya secara sengaja atau tidak penderita kusta akan terisolir dan tertutup sehingga penderita ini akan sulit mengakses pengobatan.
Pada penderita yang sudah berobat (sehingga penderita tidak akan menularkan penyakit kusta kepada orang lain), masih juga diperlakukan tidak semestinya. Mereka bisa kembali bekerja secara normal tetapi masyarakat masih leprophobi, misalnya yang berdagang bakso, karena tersebar sebagai eks kusta maka bakso nya menjadi tidak laku, demikian juga yang bekerja di beberapa tempat lain.

Infromasi Kusta terbaru, salah satunya adalah studi yang dilakukan di China (dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine), yang menyatakan bahwa terdapat tujuh mutasi gen yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terkena kusta. Studi ini sekaligus menjawab pertanyaan mengapa dalam satu rumah ada orang yang tertular kusta, sementara yang lain tidak, dan mengapa suami istri yang sudah hidup bersama selama puluhan tahun tidak selalu saling menularkan. Studi ini memberikan informasi baru bahwa kusta dipengaruhi oleh faktor genetika.
“Selama ini orang mengira penyebaran penyakit kusta karena faktor penularannya, tapi studi kami membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika orangtuanya memiliki penyakit kusta, maka sangat mungkin si anak juga kena,” ujar peneliti Zhang Furen dari Institute of Dermatology and Venereology, Provinsi Shandong di timur laut China, seperti diberitakan dari Reuters.
Lebih lanjut Zhang mengatakan “Apa yang kami temukan adalah adanya alasan internal. Kami menemukan tujuh gen yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit kusta, karenanya banyak hal yang harus dilakukan dengan genetika ini,” ungkap Zhang.
Peneliti menganalisis gen dari 706 penderita kusta dan 1.225 orang yang tidak mengidap kusta. Didapatkan tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima diantara gen tersebut terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.
Kini sudah saatnya kita mengikis persepsi yang salah dengan selalu meningkatkan kesadaran dan mengakses berbagai perkembangan ilmu pengetahuan.

Mari kita obati penderita kusta dan kita terima mereka sebagaimana manusia pada umumnya. Selanjutnya komitemen kita bersama diperlukan untuk mendukung eliminasi kusta, mari kita mulai, sekarang juga.

@diolah, dari berbagai sumber

Info program kusta lebih lanjut dapat menghubungi Puskesmas Mojoagung melalui mbak neny ( 0856 3586114)

WISATA ANAK SEHAT


Anak-anak adalah usia penting dan kritis karena mereka sedang mengalami tumbuh kembang fisik, mental, dan psikososial, yang berjalan sedemikian cepat. Keberhasilan tahun-tahun pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak. Memberikan anak informasi kesehatan dasar dan melibatkan anak ke dalam kegiatan yang positif adalah salah satu tugas bersama pendidik dan pengelola pelayanan kesehatan agar anak memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang baik bagi masa dpean mereka.

Secara dini anak perlu dikenalkan dengan perilaku hidup bersih-sehat dan bersosialisasi dengan teman sebaya untuk membangun kesadaran hidup sehat dan menepis ketakutan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Tujuan yg ingin dicapai dari wisata anak sehat adalah agar anak-anak memiliki pengetahuan kesehatan dan dapat mempraktekkan kegiatan hidup bersih dan sehat dalam sehari-hari sesuai kebutuhan usia mereka, misalnya: bagaimana menggosok gigi yang benar, bagaimana mencuci tangan yang benar, serta agar anak-anak memiliki anggapan/persepsi bahwa pemeriksaan atau pelayanan kesehatan bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi justru menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan.
Acara pertama adalah perrkenalan, dimana anak, orang tua dan guru diterima pihak Puskesmas di ruang pertemuan (gedung lantai 2) yang kemudian diisi dengan menyanyi bersama, serta penyuluhan dan praktek cara cuci tangan yang benar, juga penyuluhan makanan sehat. Semuanya dilakukan dengan suasana riang gembira.
Acara dilanjutkan dengan Jalan-jalan ke Poli Gigi: melihat-lihat poli gigi yang bertujuan agar anak-anak tidak lagi takut untuk memeriksakan giginya dan tidak takut terhadap alat-alat gigi. Seperti ketika masuk ke Poli Gigi, petugas berperan seolah menjadi pramugari dan anak-anak mengantre untuk naik kursi pesawat (kursi gigi) yang kemudian dilakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi dan perawat gigi serta penyuluhan praktek cara sikat gigi yang benar.
Acara selanjutnya adalah pengenalan terhadap kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), jentik, nyamuk dewasa dan bagaimana menjaga lingkungan bebas dari jentik dan nyamuk. Acara terakhir penutup, diisi dengan acara bebas dengan suasana yang riang gembira.
Bekerja sama dengan beberapa PAUD dan TK, Puskesmas Mojoagung mengadakan wisata anak sehat dimana kegiatan ini dapat dilakukan pada jam kerja, dengan terlebih dahulu pihak sekolah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas atau menghubungi nomer kantor (0321-495048).

foto kegiatan:

IMG_0805IMG_0808

Tautan

Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung


Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung

Kamis 7 Nopember 2014 puskesmas Mojoagung mendapatkan kunjungan bimbingan sekaligus monitoring-evaluasi pelaksanaan klinik IMS (infeksi menular seksual)-VCT (Voluntary Counseling Test) oleh Dr. Hardini Indarwati SH,MH.Kes. dan Tim Dinas Kesehatan Jombang. Dalam pertemuan dibahas mengenai beberapa isu penting terkait HIV-AIDS sebagai berikut: 1. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat dan memerlukan perhatian khusus karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. Sesuai dengan Permenkes nomor 51/2013 tentang pedoman pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak maka pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak merupakan salah satu upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada fasilitas kesehatan. 2. Tuberkulosis (TB) dan HIV-AIDS. TB saat ini sudah menjadi kedaruratan global. TB di populasi dgn prevalensi HIV yg tinggi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di antara orang dengan HIV-AIDS (ODHA). TB dan HIV-AIDS merupakan penyakit yang sama-sama menimbulkan stigma dan juga merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang. TB mempercepat perjalanan infeksi HIV dimana ODHA dengan infeksi TB mempunyai risiko kematian 4 kali lebih besar dengan hanya jika menderita TB sendiri, selain itu HIV merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan TB aktif. TB m erupakan Iinfeksi oportunistik terbanyak dan penyebab kematian utama pada ODHA dan bahwa 40 % kematian ODHA terkait dengan TB. Atas pertimbangan beberapa hal tersebut maka diberikan Penawaran Tes HIV, yang diberlakukan pada seluruh pasien TB tanpa memandang faktor risiko HIV sebagaimana Permenkes 21/2013. 3. Pajanan pada Kecelakaan Kerja. Petugas kesehatan maupun orang lain di sekitar ODHA berisiko terkena pajanan. Adapun pajanan dapat berupa 1) Perlukaan kulit 2) Pajanan pada selaput mukosa 3) Pajanan melalui kulit yang luka 4) Gigitan yang berdarah. Bahan Pajanan dapat berupa: 1) Darah 2) Cairan bercampur darah yang kasat mata 3) Cairan yang potensial terinfeksi: semen, cairan vagina, cairan serebrospinal, c. sinovia, c. pleura, c peritoneal, c. perickardial, c. amnion 4) Virus yang terkonsentrasi Tatalaksana Pajanan: 1) Jangan Panik tetapi harus diselesaikan dalam <4 jam 2) Segera lakukan: – Bila terjadi luka tusuk maka bilas air mengalir dan sabun / antiseptik – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mulut maka ludahkan dan kumur – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mata maka irigasi dg air / garam fisiologis – Bila Pajanan terjadi pada mukosa hidung maka hembuskan keluar dan bersihkan dengan air – Jangan dihisap dengan mulut, – Jangan ditekan – Disinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan salah satu: a. Betadine (povidone iodine 2.5%) selama 5 mnt b. Alcohol 70% selama 3 mnt 3) Pertimbangan Profilaksis Pasca Pajanan (PPP), Didasarkan – Derajat pajanan – Status infeksi dari sumber pajanan – Ketersediaan obat PPP Pada orang yang terpajan harus diberikan Konseling, Tindak lanjut dan Evaluasi.   Foto Kegiatan Bimbingan dan Monev Klinik IMS-VCT Puskesmas Mojoagung P Zainul VCT     Bimbingan Klinik IMS-VCTIMG_0710 @dari berbagai sumber

Mencegah dengan Lebih Memahami HIV-AIDS


 

Hari AIDS diperingati setiap 1 Desember. Gambaran temuan kasus HIV-AIDS adalah serupa fenomena gunung es. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan September 2014, HIV-AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat sehingga menjadi ancaman yang potensial, karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. 21,103 ibu hamil yang menjalani tes HIV, 534 (2,5%) diantaranya positif HIV (Kemnenkes 2011).
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami infeksi seumur hidup. Kebanyakan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap asimptomatik yaitu tanpa tanda dan gejala, untuk jangka waktu lama. Namun mereka telah dapat menulari orang lain.
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV, merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV berjalan sangat progresif sehingga penderita tidak dapat menahan serangan infeksi jamur, bakteri atau virus. Kebanyakan orang dengan HIV akan meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul bila tidak mendapatkan pengobatan.
Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu dimana tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun.

Gejala-gejala awal dapat terjadi sebagai berikut:
– Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan
– Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
– Diare kronis. Pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria, Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
– Batuk berekepanjangan. Esofagitis / peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Hal ini terjadi karena infeksi jamur (kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo) atau pada kasus yang jarang, dapat disebabkan oleh mikobakteria.
– Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha).
– Sakit kepala, Sulit berkonsentrasi, Respon anggota gerak melambat, Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki.
– Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
– Infeksi jaringan kulit rambut
– Kulit kering dengan bercak-bercak
Sistem tahapan infeksi WHO
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis (TB).
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

Cara Penularan
1) Hubungan seksual; merupakan cara penularan terbanyak.
2) Pajanan oleh darah, produk darah atau organ dan jaringan yang terinfeksi; misalnya penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun, donor yang tidak melalui uji saring, atau penggunaan alat medis yang dapat menembus kulit, dan proses transplantasi organ.
3) Penularan dari ibu ke anak

HIV tidak ditularkan melalui:
– bersalaman, berpelukan, bersentuhan atau berciuman;
– penggunaan toilet umum, kolam renang, alat makan atau minum secara
bersama;
– gigitan serangga seperti nyamuk dan lain lain

Pencegahan HIV-AIDS dengan ABCD
A = Abstinence: artinya Absen seks, yaitu tidak melakukan seks bagi orang yang belum menikah dan menghindari seks bebas.
B = Be faithfull: Bersikap saling setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan)
C = us Condom : Cegah penularan HIV melalui hubungan seks dengan mengunakan kondom. Penggunaan kondom dapat mencegah interaksi cairan kelamin sehingga penularan virus dapat diminimalisasi.
D = Drug No: Dilarang menggunakan narkoba.

Berikut adalah data seputar HIV-AIDS (sumber Ditjen PP & PL Kemenkes RI , 17 Oktober 2014)
1. Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2014 sebanyak 150.296.
Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan September 2014 sebanyak 55.799 orang.
2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (32.782), diikuti Jawa Timur (19.249), Papua (16.051), Jawa Barat (13.507) dan Bali (9.637)
3. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada
– kelompok umur 20-29 tahun (32,9%), kemudian diikuti
– kelompok umur 30-39 tahun (28,5%),
– kelompok umur 40-49 tahun (10,7%),
– kelompok umur 50-59 tahun (3,4%), dan
– kelompok umur 15-19 (3,1%).
4. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 54% dan perempuan 29%. Sementara itu 17% tidak melaporkan jenis kelamin.
5. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada :
– ibu rumah tangga (6.539), diikuti
– wiraswasta (6.203),
– tenaga non-profesional/karyawan (5.638),
– petani/peternak/nelayan (2.324),
– buruh kasar (2.169),
– penjaja seks (2.052),
– pegawai negeri sipil (1.658), dan
– anak sekolah/mahasiswa (1.295).
6. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.184), Jawa Timur (8.976), DKI Jakarta (7.477), Bali (4.261), Jawa Barat (4.191), Jawa Tengah (3.767), Papua Barat (1.734), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.573).
7. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (61,5%), penasun (15,2%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
8. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 0,46% pada bulan September tahun 2014

 

Dengan lebih memahami HIV-AIDS, mari bersama-sama mencegah HIV-AIDS berkembang di tengah-tengah kita

@diolah, dari berbagai sumber

Hari Menanam Pohon Indonesia


https://i0.wp.com/www.dw.de/image/0,,2444302_4,00.jpg

Hari Menanam Pohon Indonesia jatuh pada setiap tanggal 28 November. Hari Menanam Pohon ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, bersamaan dengan penetapan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional.
Berikut adalah beberapa manfaat pohon:
1. Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi Karbondioksida melalui fotosintesis. O2 diperlukan mahluk hidup untuk bernafas sementara CO2 adalah gas yang sangat beracun. Bila dalam jumlah yang berlebihan, akan menimbulkan efek rumah kaca. Berdasarkan penelitian, pohon menghasilkan O2 sebanyak 1/2 Kg/Hari/Pohon; dan setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2.
2. Menahan Laju Air dan Erosi. Menurut penelitian, hutan mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60-80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah. Selain dapat menahan laju air, akar pohon berfungsi erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan.
3. Menjaga Kesuburan Tanah. Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus dan subur menjadi tergerus sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah. Bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, saat hujan turun, butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan tanah, tetapi ditahan oleh daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi gaya gerus air terhadap tanah.
4. Lingkungan Menjadi Nyaman. Lingkungan yang rindang dan banyak ditumbuhi pepohonan akan terasa lebih nyaman, sejuk, mencegah kebisingan dan kepanasan, serta menambah indah pemandangan. Hal tersebut akibat proses evapotranspirasi pada tanaman dapat menyebabkan suhu di sekitarnya menjadi lebih rendah dan kadar kelembapannya meningkat.
5. Mengurangi Zat Pencemar Udara. Kegiatan pabrik, pembakaran mesin dll menghasilkan banyak asap yang mengandung CO2, sulfur dioksida dan asam sulfat, yang apabila bercampur dengan air hujan akan menghasilkan hujan asam yang membahayakan kesehatan kulit serta menimbulkan korosi.
6. Tempat tinggal berbagai jenis satwa, tempat satwa mencari makan, tempat satwa bermain, dan tempat satwa berkembang biak.

Menanam pohon perlu diajarkan sejak dini melalui sekolah maupun di rumah. Kebiasaan menanam pohon merupakan salah satu perwujudan sikap cinta lingkungan. Menanam pohon dapat mencegah banjir, mencegah tanah longsor dan memperindah lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan hasil penanaman baik berupa kayu maupun non kayu.

Mari selamatkan bumi dengan menanam pohon.

@diolah, dari berbagai sumber

 

Deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA Dan Pengobatan Krioterapi di Puskesmas Mojoagung


Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan kanker terbanyak yang diderita perempuan di Indonesia. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meninggal. Keadaan ini berbeda dengan di negara maju, umumnya kanker serviks sudah menurun jumlahnya berkat program skrining kanker serviks. Di Indonesia masalah banyaknya kasus kanker serviks diperburuk lagi dengan banyaknya kasus (>70%) yang sudah berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit

Banyak faktor yang berkaitan dengan Ca Cervix beragam namun yang paling sering dihubungkan adalah adanya infeksi HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik, tipe 16 dan 18, yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat dan juga kontak tubuh lainnya.

Gejala dari kanker serviks:
Pada kanker serviks stadium awal, tidak ada gejala yang jelas. Seiring berjalannya penyakit, gejala-gejala secara muncul bertahap dikaitkan dengan gejala sistemik. Tiga gejala khas dari Ca serviks:
a) perdarahan vagina, terutama setelah berhubungan seksual.
b) keputihan abnormal yaitu keputihan yang berbau, berwarna, berdarah atau bernanah.
c) Nyeri pada pinggang dan perut.

Faktor risiko terjadinya kanker leher rahim di antaranya :
a) Kawin usia muda (dibawah 20 tahun)
b) Berganti-ganti pasangan seksual
c) Infeksi pada kelamin (Infeksi Menular Seksual)
d) Banyak melahirkan anak
e) Merokok
f) Kekurangan vitamin A, C, atau E

Deteksi Ca Cerviks
Deteksi dini dapat dilakukan melalui papsmear atau IVA. Inspeksi visual asam (IVA) adalah deteksi dini kanker leher rahim alternatif selain pap smear untuk memeriksa daerah yang tidak bisa dijangkau oleh pap smear. IVA dilakukan dengan cara mengolesi leher rahim dengan asam asetat, untuk melihat tanda-tanda lesi prakanker (tahapan sel-sel berubah menjadi sel-sel buruk yang berpotensi menjadi kanker). Hasil IVA bisa dilihat langsung saat itu juga sehingga dapat diambil keputusan cepat mengenai penatalaksanaannya. Selain mudah dan terjangkau, IVA juga memiliki akurasi yang sangat tinggi (90%) dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker.
IVA harus dikerjakan oleh dokter atau bidan yang sudah mendapat training. Sejak tahun 2011 dokter maupun bidan di Puskesmas Mojoagung sudah mendapatkan training IVA dan krioterapi. Dan Puskesmas Mojoagung melayani IVA dan krioterapi sejak tahun 2011 disamping melayani pemeriksaan pap smear melalui kerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jombang.
Data kunjungan IVA dan krioterapi di Puskesmas Mojoagung menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Bahwa animo masyarakat meningkat dari tahun ke tahun, yang artinya semakin banyak masyarakat yang sadar perlunya pemeriksaan dan penanganan secara dini kanker serviks. Adanya pelayanan IVA dan krioterapi pada akhirnya akan menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks.
Jadwal Skrining IVA Menurut WHO
Skrining seharusnya dilakukan pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun. Kalau fasilitas memungkinkan maka dilakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun. Kalau fasilitas tersedia lebih maka dilakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun. Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang cukup signifikan. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun.
Pada hasil IVA positif, artinya Jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), maka dapat diobati dengan krioterapi. Yaitu pengobatan dengan pendinginan (gas dingin) dimana memiliki efek samping yang ringan dan mudah diatasi.

Bersama Puskesmas Mojoagung, mari kita bebaskan perempuan dari ancaman kanker leher rahim.

>upload by: dr eyik

>diolah, dari berbagai sumber

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.