PUSKESMAS MOJOAGUNG BERHASIL MEMENANGKAN INSTITUSINAL CATEGORY KESEHATAN RADAR MOJOKERTO AWARD 2009


Kadinkes Jombang mengunjungi Poli Akupuntur
kunjungan-kadinkes

Malam tanggal 30 April 2009 mungkin malam biasa bagi orang lain tapi tidak bagi dr. Sriwulani Sumargo Sp.R Kapus Mojoagung yang malam itu menghadiri malam penganugerahan Radar Mojokerto Award 2009. Tak disangka tak diduga, bu Lani (panggilan Kapus Mojoagung) diharuskan maju ke depan untuk menerima piala dan piagam karena Puskesmas Mojoagung memenangkan Institusional Category Kesehatan Radar Mojokerto Award 2009. Bahagia luar biasa lah hingga membuat beliau gemetaran dan sulit berkata – kata saat menerima piagam yang diserahkan oleh Wabub Mojokerto.

Lanjutkan membaca “PUSKESMAS MOJOAGUNG BERHASIL MEMENANGKAN INSTITUSINAL CATEGORY KESEHATAN RADAR MOJOKERTO AWARD 2009”

Kegiatan Survey KADARZI di Posyandu Seketi


Posyandu Seketi

Keluarga   Sadar   Gizi   (KADARZI)   adalah   suatu   keluarga   yang   mampu mengenal,  mencegah  dan  mengatasi  masalah  gizi  setiap  anggotanya.  Suatu  keluarga  disebut Kadarzi apabila  telah  berperilaku  gizi  yang  baik    yang  dicirikan dengan :

1.Menimbang berat badan secara teratur.

2.Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir  sampai  umur 6 bulan (ASI eksklusif).

3. Makan beraneka ragam.

4.Menggunakan garam beryodium.

5.Minum suplemen gizi (Tablet Tambah Darah/TTD, kapsul Vitamin A dosis tinggi) sesuai anjuran

Survey KADARZI dilakukan setiap oleh pemegang program Gizi BLUD Puskesmas Mojoagung yaitu Nur Farida Handayani,S.Gz dan Dhanis Febri, Amd.Gizi. pada tanggal 8 Juni 2021 kegiatan survey kadarzi dilakukan di Posyandu Desa Seketi dengan sasaran 50 KK. Survey kadarzi dilakukan dengan tehnik wawancara sesuai dengan form survey KADARZI meliputi beberapa pertanyaan mencakup konsusumsi keluarga dalam upaya pemenuhan gizi keluarga.

Selain tehnik wawancara sasaran survey diminta untuk membawa sample garam yang dikonsumsi keluarga untuk dilakukan pemeriksaan kadar yodium dalam pelaksanaanya petugas gizi dibantu dengan mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Malang. Dari beberapa hasil wawancara terlihat bahwa beberapa keluarga sudah mengkonsumsi gizi yang cukup baik serta banyak garam yang sudah di dalakukan sample memiliki kadar yodium. Selain survey KADARZI petugas gizi juga melakukan penyuluhan / konseling agar keluarga dan masyarakat dapat memperoleh informasi dan pelayanan gizi yang berkualitas dengan mudah. Survey tersebut tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

VAKSINASI BLUD PUSKESMAS MOJOAGUNG


Kegiatan Vaksin

Dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 pemerintah melakukan upaya vaksinasi bagi seluruh masyarakat indonesia yang diberikan secara gratis. Pemberian vaksin COVID-19 diharapkan mempu untuk menekan penularan virus corona. Vaksin COVID-19 mampu mencegah seseorang terkena virus corona. Ataupun apabila kita tertular COVID-19, vaksin dapat mencegah tubuh dari sakit parah atau potensi hadirnya komplikasi serius. Terdapat beberapa jenis vaksin covid-19 namun Indonesia saat menggunakan jenis vaksin SINOVAC dan ASTRA ZENECA yang diberikan dengan 2 dosis. Vaksinasi dilakukan dengan 4 meja, meja 1 pendaftaran, meja 2 skrining, meja vaksinasi, meja 4 observasi.

Sejak awal tahun 2021 tepatnya bulan Januari BLUD Puskesmas Mojoagung Kabupaten Jombang mulai melakukan kegiatan vaksinasi dimana untuk vaksinasi tahap pertama yaitu diberikan kepada kelompok prioritas (seluruh  tenaga kesehatan, pelayan public) sebab merupakan ujung tombak untuk memutus penyebaran COVID-19. Setelah semua sasaran kelompok prioritas maka menuju pada masyarakat sesuai dengan wilayah kerja BLUD Puskesmas Mojoagung sejumlah 10 desa. Untuk mencapai semua sasaran maka petugas kesehatan turun langsung ke 10 desa untuk melakukan kegaiatan vaksinasi Sebelum melaksanakan vaksinasi ke 10 desa petugas puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat menganai vaksinasi untuk upaya keberhasilan vaksinasi degan harapan tanpa ada rasa takut dan was-was pada masyarakat. Warga masyarakat sangat antusias dalam kegiatan vaksinasi covid-19 terlihat dari banyak nya masyarakat yang hadir . Dalam pelaksanaan vaksinasi didampingi oleh lintas sektor antara lain pihak kapolsek Mojoagung, Danramil, serta Camat Mojoagung. Selain itu petugas kesehatan tetap melakukan monitoring dan evaluasi agar tidak terjadi KIPI pada masyarakat.

Kaji banding


Ilmu harus di bagi jangan di kantongi……Terima kasih Team Rekam Medik dan Loket Puskesmas Dukuhklopo atas kedatangannya di acara kaji banding kali ini,semoga ilmu yang sama-sama kita dapatkan bisa bermanfaat untuk menjadikan puskesmas lebih baik,cepat,tepat dan akurat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat……See you next time puskesmas dukuhklopo

WhatsApp Image 2019-12-19 at 12.03.37 (1)

Menghadang TB dengan si keren Peterpan


TB/TBC/Tuberkulosis masih menjadi momok bagi masyarakat. Penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis-penyebab infeksi TB atau TBC menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Bahkan  di Indonesia setidaknya Setiap Tahun terdapat 100.000 orang meninggal di Indonesia karena TB atau 274 orang / hari

(sumber WHO Global TB Report 2016) dan, Indonesia juga menjadi negara nomor tiga di dunia, dengan kasus TB terbanyak setelah India dan China.

Problem TB yang krusial adalah sebagian besar kasus TBC menyerang usia produktif dimana hal ini berimbas pada kerugian ekonomi. Tingkat kematian yang tinggi juga memberi dampak sosial ekonomi pada keluarga Indonesia.

Sejalan dengan upaya menekan dan memberantas TB, Puskesmas Mojoagung memiliki inovasi pelayanan yaitu si keren Peterpan, yaitu pelayanan TB Terpadu satu pintu. Upaya ini sejalan dengan strategi  menemukan kasus baru secara dini melalui Public Private Mixed TB (PPM -TB) serta proteksi terjadinya infeksi di lingkungan pelayanan Puskesmas.

Peterpan merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian infeksi serta keselamatan pelanggan (pasien, keluarga maupun staf Puskesmas). Bagaimana pasien, supek (terduga TB) dapat dilayani secara khusus sejak pertama datang. Saat di Loket dilakukan skrining terduga TB, disediakan masker yang langsung digunakan terduga TB, dan dilayani secara terpisah dan personal, baik ruang pemeriksaan maupun ruang tunggu yang khusus, serta kamar mandi yg juga khusus.

Petugas pelaksana TB yang memeriksa, termasuk dokter, secara terjadwal berada di ruang pelayanan TB satu pintu. selanjutnya bila pasien atau terduga TB membutuhkan tes laboratorium maka petugas laborat yang akan datang ke ruang khusus tersebut. Obat TB pun akan diantar oleh petugas farmasi.

Dengan prosedur yang inovatif ini diharapkan tingkat penularan dapat dikendalikan dan penderita maupun keluarga serta terduga TB mendapatkan pelayanan yang cepat, tanggap dan nyaman. Selain itu pasien, keluarga maupun PMO (pengawas minum  obat) dapat berkonsultasi langsung dengan petugas secara personal

Mari kita suskeskan TOSS TB, Temukan, Obati Sampai Sembuh TuBerkulosis

 

Narahubung PL TB

Samsul Maarif 081217775131

 

Pertemuan Koordinasi Guru dan kader UKS se SLTA


Pertemuan koordinasi guru dan kader UKS se SLTA dilaksanakan di Puskesmas Mojoagung pada 22 agustus 2019. Pertemuan ini berisikan pembinaan dan pengembangan Upaya Kesehatan Sekolah  (UKS) di tingkat SLTA. Hadir dalam pertemuan tersebut Bp. Faizal /Sekcam Mojoagung selaku ketua Sektab UKS (in officio), Nur Farida Handayani (PJ UKM) beserta seluruh guru dan kader UKS di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah

  1. Meningkatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program
  2. Membina Guru dan Kader UKS untuk lebih memahami peran dan tanggung jawabnya
  3. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran stake holder dalam pembangunan kesehatan di sekolah
  4. Revitalisasi UKS di masing-masing sekolah
  5. Membangun komitmen bersama

Disampaikan oleh Pengelola Program UKS, Endang Purwaningsih, bahwa kegiatan ini rutin dilakukan sebagai media koordinasi puskesmas dengan pihak sekolah.

Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah dalam materinya menyampaikan bahwa sukses tidaknya Program UKS sangat tergantung pada komitmen pihak sekolah serta koordinasi lintas sektor.

Beberapa Materi yang disampaikan antara lain materi skrining kesehatan, kesehatan gigi, kesehatan lingkungan, kesehatan gizi, kesehatan reproduksi, PTM (penyakit tidak menular) dan Pengendalian Penyakit serta diakhiri dengan diskusi.

sebagai rencana tindak lanjut pertemuan ini maka dibentuk watsap grup UKS, dan pembinaan ke sekolah sekolah termasuk kantin sekolah, ditekankan agar menyediakan makanan sehat diantaranya buah, sayur, susu serta diharapkan pihak sekolah dapat berkoordinasi serta ikut mengawasi bahan makanan yang digunakan penyedia makanan

Menjelang pukul 12.00 dilakukan peregangan

 

 

 

 

 

Kunjungan Pembinaan Bupati untuk Kelompok ASMAN


Dalam upaya mendorong, menggerakkan, mengedukasi dan memotivasi masyarakat dalam memiliki dan memanfaatkan TOGA serta kemampuan untuk memiliki ketrampilan memijat (akupresur) dalam program ASMAN/asuhan mandiri Kesehatan Tradisional, maka perlu dilakukan pembinaan ASMAN secara berjenjang, komprehensif dan bersifat membangun. Tujuannya adalah  agar masyarakat dapat termotivasi, teredukasi memiliki dan memanfaatkan TOGA dan akupresur untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan bagi diri sendiri maupun keluarganya sehingga diperoleh keluarga sehat secara mandiri.

sesuai dengan Permenkes Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pengembangan Kesehatan Tradisional Melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Keterampilan yang menyatakan bahwa pelaksanaan asuhan mandiri di masyarakat perlu dilakukan pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Pembinaan asuhan mandiri kesehatan tradisional melalui pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan dilakukan bersama antar lintas program  dan lintas sektor terkait sesuai peran, tugas dan fungsi masing- masing.

Dalam rangka pembinaan dan pemberian motivasi maka pada selasa 13 Agustus 2019 Bupati Jombang, Hj. Munjidah Wahab melakukan kunjungan kepada kelompok ASMAN Seketi Asri Desa Seketi Kecamatan Mojoagung. ASMAN Seketi Asri merupakan inisiasi warga dan kepala desa Seketi Untuk membangun desa seketi menjadi lebih asri, menurunkan polusi, memberikan nilai tambah baik secara kesehatan, sosial dan ekonomi melalui pembudidayaan jahe merah. Kegiatan ini dibawah pembinaan Puskesmas Mojoagung.

Desa Seketi merupakan desa dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pengelola rongsokan, begitu memasuki wilayah ini, maka kita akan melihat tumpukan barang bekas dan karung-karung berisi barang rongsokan menghiasi halaman  rumah penduduk-penduduk.

Kepala Desa Seketi Bambang Sutikno menaruh harapan besar agar Desa Seketi dapat menjadi Desa yang sehat dan berkembang sebagai desa dengan Tanaman TOGA yang dapat diunggulkan. Jahe Merah merupakan pilihan, dan saat ini budidaya jahe merah sudah dapat menghasilkan berbagai jenis minuman, serbuk jahe, kopi jahe, jahe kencur, jenang jahe, madu mongso jahe, sawut jahe dan lain sebagainya.

Dalam kunjungan nya Bupati Jombang menyampaikan dukungan penuh agar budidaya jahe merah terus berkembang, misalnya bagaimana ke depan acara-acara di kecamatan sampai di  Kabupetan diisi dengan kreativitas lokal minuman jahe, jenang jahe, sawut jahe, serta produk lainnya perlu dikembangkan melalui kerja sama dengan dinas perdagangan dan perindustrian, budidaya jehe merah juga perlu melibatkan dinas dan penyuluh pertanian agar lebih produktif  dan hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat Jombang secara lebih luas. Demikian juga diharapkan produk lokal dapat diikutkan di perbagai Pameran di lingkungan Pemkab. Jombang. Bupati Jombang juga mencontohkan budidaya Jahe Merah di nganjuk yang telah dikenal luas.

Dalam Pembinaan dan Kunjungannya kali ini Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan drg.Subandriyah MKP, Camat Mojoagung Aminatur Rokhiyah, Beserta pejabat di lingkungan Pemda Jombang.

Inisiasi Dukungan Keberhasilan Program Kespro-CATIN


Program Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin (Kespro Catin) merupakan langkah proteksi awal untuk memastikan catin dalam kondisi sehat. Kondisi sehat merupakan investasi bagi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Semua catin yang datang ke Puskesmas akan diberikan penyuluhan terkait reproduksi dan hubungan seksual yang sehat, serta menjaga kebersihan khususnya alat reproduksi. Setelah itu, catin akan dilakukan pemeriksaan darah trieliminasi untuk mencegah penularan penyakit dari ibu kepada bayi sebagai bagian dari Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) adalah kegiatan yang komprehensif, dari pelayanan, pencegahan, terapi, dan perawatan, untuk ibu hamil dan bayinya, selama masa kehamilan, persalinan, dan sesudahnya.

Secara Umum Catin akan diperiksa kesehatannya dengan mengukur tekanan darah, berat badan serta lila (lingkar lengan atas untuk mengetahui status gizi perempuan), golongan darah, gula darah, kemudian diberikan konseling serta screening dan pemeriksaan HIV, Hepatitis dan Sifilis.

Selanjutnya pasangan Catin yang bersedia dilakukan pemeriksaan dan konseling akan diberikan sertifikat layak nikah sebagai apresiasi dari Puskesmas karena CATIN telah ikut serta dalam program Pemerintah yaitu kesehatan Reproduksi dan berperan dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa yang sehat dan berkualitas.

Pada 8 Agustus 2019 dilaksanakan Pertemuan Inisisasi Dukungan Kebehasilan Program Kespro-Catin di Puskesmas Mojoagung. Dihadiri oleh kepala seksi Kesga-Gizi, Titik Ulfa Spd., Camat Mojoagung Aminatur Rokhiyah, Kepala KUA Mojoagung Miftah, Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes.

Pelaksana Program KB Puskesmas Mojoagung, Endang Purwaningsih mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran Catin agar memeriksakan kesehatannya di Puskesmas. Sosialisasi ini melibatkan seluruh stake holder, PKK, modin, aparat desa, dan juga kader kesehatan.

Pembinaan Lintas dan Linpro kelompok ASMAN – Kestrad


Toga merupakan sekumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan untuk memelihara kesehatan keluarga. Sedangkan Akupresur adalah ketrampilan yang dilakukan dengan melakukan penekanan/pemijatan pada titik-titik akupuntur menggunakan jari.

Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional pada pasal 70 tentang pemberdayaan masyarakat, pada ayat (2) menyatakan bahwa masyarakat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dengan memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Keterampilan secara benar.

Melalui gerakan asuhan mandiri (ASMAN), sistem kesehatan nasional bisa dilakukan secara tradisional dan alami dimana salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA) dan ketrampilan Akupresur.

Puskesmas Mojoagung sebagai pembina wilayah dan bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerja melaksanakan tugas untuk memfasilitasi, membina dan memberikan bimbingan, monitoring dan evaluasi kelompok ASMAN yang saat ini telah terbentuk 10 kelompok ( 1  ASMAN / setiap desa).

Pembinaan dan fasilitasi juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan, bersama sama dengan lintas sektor dan lintas program. Pembinaan pada 9 Juli 2019 kali ini dilakukan langsung dan lengkap, dipimpin oleh kepala Bidang PSDK dr Wahyu Sri Harini, Kepala Seksi beserta staf Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah Mkes dan staf Puskesmas Mojoagung yaitu Bapak Sumantri (pelaksana Program Kestrad), Nur Farida H (PJ UKM), Sri Wahyuningsih (Promkes), dr. Melisa (Mutu) dan seluruh lintas program terkait

 

RAZIA MAMIN GABUNGAN Puskesmas – Polsek – Kecamatan – Koramil Mojoagung Tahun 2019


Memasuki minggu kedua bulan Ramadhan,  petugas gabungan dari Puskesmas Mojoagung, polisi, koramil, Camat dan Satuan Polisi PP Kecamatan Mojoagung menggelar razia ke sejumlah swalayan dan toko yang menjual makanan minuman. Dipimpin langsung oleh Camat Mojoagung (Bpk. Heru Cahyono S.Sos. Msi.), Kapolsek Mojoagung Kompol Khoirudin beserta aparat kepolisian sektor mojoagung, anggota koramil mojoagung, satpol PP mojoagung Bpk. Toyib. Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah/ dr Eyik, pelaksana kesling M.Usman, Pelaksana Promkes Sri Wahyuningsih AKB, serta beberapa dokter internship yang bertugas di Puskesmas Mojoagung dan juga Kepala Puskesmas Gambiran, dan Petugas dari Puskesmas Gambiran tergabung dalam razia ini.

Sebelum ke lapangan terlebih dahulu dilaksanakan apel persiapn teknis, Selanjutnya menuju lokasi di 18 titik toko baik mini market maupun toko yang berada di dalam pasar daerah / pasar mojoagung.

Dalam razia kali ini, petugas gabungan berhasil menemukan beberapa kemasan makanan yang tidak dilengkapi label, penyok, serta mamin yang kadaluarsa. Bahkan, petugas juga mengamankan beberapa buah yang sudah busuk, telur ayam kadaluarsa dan kemasan buah yang sudah expired.
Dengan ditemukannnya makanan dan minuman yang dianggap tidak layak konsumsi ini, petugas memberikan peringatan kepada pemilik toko atau minim  market agar lebih selektif dalam memperjual-belikan makanan dan minuman. Razia mamin ini dilaksanakan guna melindungi masyarakat, dari makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi.

Pembentukan dan Pelantikan Saka Bakti Husada Puskesmas Mojoagung Tahun 2019


Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok membina anak dan pemuda Indonesia agar menjadi tenaga kader pembangunan bermoral Pancasila, yang kuat dan sehat jasmani dan rohaninya. Salah satu upayanya adalah membekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Untuk memberi wadah kegiatan khusus dalam bidang kesehatan perlu dibentuk Satuan Karya Pramuka Bakti Husada.

Saka Bakti Husada adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.
Pembinaan Saka Bakti Husada berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan instansi-instansi kesehatan lainnya.
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan dalam bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

Di Puskesmas Mojoagung pembentukan dan pelantikan kader saka bhakti husada dilaksanakan pada 22 Maret 2019oleh Ketua Ranting Mojoagung Bpk. Wahyu Purnomo MSi. dengan Jumlah kader sekitar 40 orang.

Pelantikan ini dihadiri oleh camat Mojoagung selaku Pembina, dari dinas kesehatan dan Puskesmas Mojoagung.

Saka Bakti Husada terdiri dari 6 krida yakni:

  1. Krida Bina Lingkungan Sehat
    1. Penyehatan Perumahan
    2. Penyehatan Makanan dan Minuman
    3. Pengamanan Pestisida
    4. Pengawasan Kualitas Air
    5. Penyehatan Air
  2. Krida Bina Keluarga Sehat
    1. Kesehatan Ibu
    2. Kesehatan Anak
    3. Kesehatan Remaja
    4. Kesehatan Usia Lanjut
    5. Kesehatan Gigi dan Mulut
    6. Kesehatan Jiwa
  3. Krida Penangfulangan Penyakit
    1. Penanggulangan Penyakit Malaria
    2. Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
    3. Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
    4. Penanggulangan Penyakit Diare
    5. Penanggulangan Penyakit TB Paru
    6. Penanggulangan Penyakit Kecacingan
    7. Imunisasi
    8. Gawat Darurat
    9. HIV/ AIDS
  4. Krida Bina Gizi
    1. Perencanaan Menu
    2. Dapur Umum Makanan/ Darurat
    3. UPGK dalam Por Pelayanan Terpadu
    4. Penyuluh Gizi
    5. Mengenal Keadaan Gizi
  5. Krida Bina Obat
    1. Pemahaman Obat
    2. Taman Obat Keluarga
    3. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
    4. Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
    5. Pembinaan Kosmetik
  6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    1. Bina PHBS di Rumah
    2. Bina PHBS di Sekolah
    3. Bina PHBS di Tempat umum
    4. Bina PHBS di Instansi Pemerintah
    5. Bina PHBS di Tempat kerja

Khusus dalam acara ini ditekankan pada Krida bina Obat pengenalan terhadap Program Kesehatan Tradisional (Yankesetrad) di Puskesmas Mojoagung, yaitu pengenalan terhadap Tanaman Obat Keluarga, akupressur dan penggunaannya untuk mencegah penyakit dan mengobati gejala ringan dari penyakit.

 

MAJU TERUS, BRAVO PRAMUKA INDONESIA

informasi: dari berbagai sumber

Pertemuan Pembinaan Kesehatan Tradisional


Rabu, 27 pebruari 2019 dilaksanakan pembinaan keshatan tradisional yang diikuti oleh pelaksana program Kesehatan Tradisional seluruh Puskesmas (34 Petugas Puskesmas) di Kabupaten Jombang oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Mojoagung sebagai Puskesmas percontohan kesehatan tradisional di Kabupaten Jombang.

Hadir dalam pertemuan pembinaan ini Bu faizah dari Dinas Kesehatan Propisi beserta tim, Kabid PSDK dr Wahyu Sri Harini, Kepala Seksi Yankes Bp. Bambang Irawan SKM dan PJ Kestrad Bu Rosita.

Dari Puskesmas Mojoagung hadir dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. (Kepala Puskesmas), Bp. Sumantri (PL Kestrad), Bp Usman (PJ UKM Pengembangan), Bu Nur Farida Handayani (PJ UKM ) dan Bu sri Wahyuningsih (PL Promkes).

sebagaimana Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 telah menetapkan indikator pencapaian target penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional. Adapun target yang ditetapkan yaitu 75% dari jumlah puskesmas yang ada pada tahun 2019 telah mengembangkan pelayanan kesehatan tradisional. Salah satu pencapaian indikator tersebut diukur berdasarkan kemampuan puskesmas menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur. Hal tersebut selaras dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 pada Pasal 70, dimana masyarakat diarahkan agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri (asuhan mandiri) yang dilaksanakan  melalui pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan.

Asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu, keluarga, kelompok, masyarakat dengan memanfaatkan TOGA dan  akupresur.

Dasar pembentukan asman adalah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 Tahun 2016 Tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional Melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga Dan Keterampilan

Puskesmas Mojoagung telah memiliki kelompok asuhan mandiri di semua / 10 desa binaan beserta kader ASMAN yang kemudian masing-masing membentuk kelompok kecil lain sehingga terbentuk jejaring ASMAN di semua desa.

sebagai dukungan lintas sector, ada surat keputusan kepala desa  kelompok asuhan mandiri (ASMAN) untuk kader di tiap desa serta di tingkat kecamatan oleh Camat Mojoagung.

Setelah terbentuk ASMAN, dilakukan  monitoring Evaluasi untuk selanjutnya dicari peluang Inovasi.

Salah satu inovasi yang melibatkan program ini adalah TALITA MANSUR (tangani Balita Gizi kurang dengan intervensi gizi dan akupressur) dimana di dalamnya ada kerjasama tim, mulai promkes, gizi, KIA dan Kesehatan tradisional.

Pembinaan ini dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat dan bertemu langsung dengan kader dan kelompok ASMAN di Desa Miagan, Seketi dan Tanggal Rejo.

Pengembangan kelompok ASMAN ini meliputi penanaman TOGA di rumah tangga, maupun di balai desa. Pengembangbiakan tanaman jahe merah di Seketi, pembuatan es krim sawi tape, es krim ubi dan stroberi di Miagan, pembuatan jamu d semua Kelompok ASMAN, pembuatan serbuk kunir asem, minuman jahe, beras kencur, pembuatan minuman cincau, jus buah, budidaya kelor, pegagan, kunir putih dan lain sebagainya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain memberikan edukasi, memberikan kegiatan tambahan dan pemanfaatan tanaman obat dan keluarga untuk menyembuhkan penyakit ringan dan menjaga kesehatan, juga dapat memberikan income / pemasukan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga karena dapat melakukan pekerjaan ini di rumah tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

 

Foto kegiatan pertemuan dan taman TOGA Puskesmas Mojoagung

Foto Kegiatan Kunjungan ke Kelompok Asuhan Mandiri

Tes Kebugaran di Puskesmas Mojoagung


IMG-20190215-WA0018

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Dijelaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Siswanto, prevalensi kanker naik dari 1,4 persen (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 persen di 2018. Begitu pula dengan prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, sementara penyakit ginjal kronik naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, prevalensi diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen

Dalam rangka menurunkan risiko PTM maka kerjasama tim Posbindu PTM, kesehatan jiwa dan kesehatan olahraga mempunyai agenda semester yang cukup penting, yaitu tes kebugaran jasmani dan rohani bagi seluruh karyawan Puskesmas Mojoagung.

Kegiatan Tes Kebugaran ini dilaksanakan pada dua tahap yang bias dipilih karyawan, pada jumat 15 Pebruari dan 22 Pebruari. Tes Kebugaran Jantung Paru ini dengan menggunakan metode ROCKPORT dengan lari/ jalan sejauh 1,6 km.

Deteksi dini PTM dicatat melalui Kartu Monitoring Faktor Risiko PTM yang diisi berdasarkan hasil tes kebugaran per semester.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pemeriksaan BB, TB, pernapasan, Nadi, Tensi, Lingkar Perut, kemudian senam peregangan yang dilanjutkan dengan Tes Kebugaran dengan menggunakan metode ROCKPORT dengan lari/ jalan sejauh 1,6 km. Setelah itu dilakukan Pemeriksaan fisik ulang terutama nadi dan tensi serta pernapasan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di laboratorium Puskesmas. terakhir melengkapi pengisian Kartu Monitoring Faktor Risiko PTM dan rencana tindak lanjut/RTL

Pelaksana Program Kesehatan Olahraga Mutoliatl Afida AMD.Keb sebagai leading sector kegiatan ini mengkolaborasi dengan PL Program PTM Siti Munahaya dan Kesehatan Jiwa Sri Wahyuningsih karena dalam Kartu Monitoring juga terdapat deteksi dini gangguan kesehatan Jiwa.

 

Foto Kegiatan

Refreshing tentang Deteksi Dini Retinoblastoma


retinoblastoma 1

sumber gambar: The lancet, diunduh melalui google, pebruari 2019

 

Pertengahan pebruari tepatnya pada hari Kamis 14 Pebruari 2019, bagian diklat Puskesmas Mojoagung menyelenggarakan refreshing skrining Retinoblastoma.  paparan diberikan oleh dr. Melisa Indah Purnama dan diikuti oleh seluruh petugas baik dokter, paramedis dan bidan di Pelayanan KIA maupun Bidan desa sebagai ujung tombak pelayanan bayi dan balita di Posyandu.

Refreshing Retinoblastoma dilaksanakan sebagai  agenda rutin dari bagian diklat Puskesmas Mojoagung, merupakan bentuk kegiatan peningkatan kapasitas petugas kesehatan menyusul Puskesmas Mojoagung menjadi salah satu pusat skrining Retinoblastoma di Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yayasan ANYO Indonesia dengan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur untuk mensupport pelatihan dan hibah opthalmoskop untuk alat deteksi dini retinoblastoma yang diberikan kepada Puskesmas Mojoagung.

Mengenal Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker yang bermula di retina atau selaput jala mata. Merupakan Kanker tersering kedua yang terjadi pada anak-anak, setelah leukemia

Kanker mata utamanya terjadi pada anak-anak pada usia dini, dengan 90% kasus didiagnosa sebelum usia 4 tahun. Retinoblastoma jarang terjadi pada orang dewasa.

 

Penyebab Retinoblastoma

Retinoblastoma dapat terjadi sejak janin berada dalam rahim. Selama tahap awal pertumbuhannya, sel retinoblas membelah diri menjadi sel baru. Selanjutnya, sel akan berkembang menjadi sel retina yang matang.

Pada kasus retinoblastoma, terjadi perubahan atau mutasi gen sehingga sel tumbuh terus-menerus secara tidak terkendali.

Hingga saat ini penyebab terjadinya mutasi gen belum dapat dipastikan. Sekitar 25% dari kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan, yaitu meskipun hanya salah satu orang tua yang mewariskan gen tersebut pada anak, dapat meningkatkan risiko terjadinya retinoblastoma. Retinoblastoma yang diturunkan biasanya akan menyerang kedua mata. Sedangkan retinoblastoma yang tidak diturunkan dari orang tua, umumnya hanya akan mengenai salah satu mata.

Gejala Retinoblastoma

  • Leukokoria, yaitu adanya warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya
  • Mata merah dan bengkak.
  • Gerakan mata kanan dan kiri berbeda, atau tidak sejalan.
  • Pupil selalu terbuka lebar.

retinoblastoma-symptoms

sumber: Helen’s Story, diunduh melalui google pada pebruari 2019

 

Diagnosis Retinoblastoma

Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop

Pemindaian bisa dilakukan dengan USG mata, CT scan, atau MRI untuk mengetahui tingkat keparahan retinoblastoma

Pengobatan Retinoblastoma

Pengobatan  dilakukan berdasarkan tingkat keparahan retinoblastoma.

Pengobatan tergantung pada banyaknya mata yang terkena retinoblastoma, apakah hanya satu atau keduanya, dan apakah penyakit tersebut telah menyebar ke luar mata. Metode-metode pengobatan termasuk:

  • Enucleation, yaitu operasi untuk mengangkat seluruh bagian mata, dapat dilakukan apabila hanya salah satu mata dari anak Anda terkena tumor yang besar dan penglihatannya tidak bisa diselamatkan.
  • Apabila tumornya kecil, dokter mungkin akan melakukan:
  • Terapi radiasi dengan sinar c energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor
  • Cryotherapy, yaitu penggunaan suhu dingin yang ekstrem untuk membunuh sel kanker
  • Photocoagulation, penggunaan sinar laser untuk menghancurkan pembuluh darah yang membawa nutrisi ke tumor
  • Thermotherapy, penggunaan panas untuk membunuh sel kanker
  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Untuk intraocular retinoblastoma
  • Apabila kedua mata terkena kanker, mata yang memiliki lebih banyak kanker akan diangkat dan/atau diterapi radiasi pada mata yang lain

*) disarikan dari berbagai sumber

 

 

 

Foto kegiatan Refreshing Deteksi Dini Retinoblastoma

 

 

 

 

*) dari berbagai sumber

Terapi Aktivitas Kelompok menuju SEJOLI (SEHAT JIWA ODGJ TERAMPIL DAN MANDIRI)


SEJOLI Merupakan program Inovasi Puskesmas mojoagung yang dikembangkan dari program kesehatan Jiwa yang telah berjalan hingga terbentuknya Posyandu Jiwa di Tanggal Rejo, sebagai proyek percontohan Posyandu Jiwa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung.

Definisi SEJOLI adalah Setiap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas sesuai standar melalui kegiatan Posyandu Jiwa.

Pelayanan  Kesehatan SEJOLI adalah pelayanan kesehatan terhadap ODGJ yang mengobati ODGJ, sekaligus mengedukasi agar dapat melakukan perawatan diri secara mandiri dan mendapatkan keterampilan sederhana agar mandiri melalui keikutsertaan ODGJ di Posyandu Jiwa. Pelayanan kesehatan SEJOLI diberikan oleh perawat, dokter dan kader kesehatan jiwa di Posyandu.

 

Kegiatan SEJOLI kali ini adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).

Terapi Aktivitas Kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang terapis atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental RSJ Di Indonesia).

Terapi kelompok adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok untuk memberikan stimulasi bagi klien dengan gangguan interpersonal (Yosep, 2007).

Keuntungan yang diperoleh individu melalui terapi aktivitas kelompok ini adalah dukungan ( support ), pendidikan, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal dan meningkatkan uji realitas (Birckhend, 2006) sehingga terapi aktivitas kelompok ini dapat dilakukan pada karakteristik gangguan seperti : gangguan konsep diri, harga diri rendah, perubahan persepsi sensori halusinasi, klien dengan perilaku kekerasan atau agresif dan amuk serta menarik diri/isolasi sosial. Selain itu, dapat mengobati klien dalam jumlah banyak, dapat mendiskusikan masalah-masalah secara kelompok, menggali gaya berkomunikasi, belajar bermacam cara dalam memecahkan masalah, dan belajar peran di dalam kelompok. Namun, pada terapi ini juga terdapat kekurangan yaitu : kehidupan pribadi klien tidak terlindungi, klien kesulitan mengungkapkan masalahnya, terapis harus dalam jumlah banyak. Dengan sharing experience pada klien dengan isolasi sosial diharapkan klien mampu membuka dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga keterampilan hubungan sosial dapat ditingkatkan untuk diterapkan sehari-hari. Terapi aktivitas kelompok salah satunya dapat menggunakan musik (nyanyian/lagu). Dengan terapi musik klien dapat mengekspresikan perasaannya.(sumber:http://www.academia.edu/8815830/PROPOSAL_TERAPI_AKTIVITAS_KELOMPOK)

 

TAK SEJOLI ini dilaksanakan pada hari rabu 30 Januari 2019, diikuti 25 pasien ODGJ, 10 kader Jiwa dari 10 Desa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung, 10 Bidan Desa, Pelaksana Program Kesehatan Jiwa Sri Wahyuningsih Amd.Keb dan dibantu oleh Indra Permana Amd.Kep.

Seluruh peserta berkumpul dan berangkat menggunakan kereta kelinci menuju 3 lokasi wisata yang mengandung sejarah peninggalan Majapahit, yaitu Pendopo Agung, Candi Brahu dan Patung Budha Tidur.

Menurut Sri Wahyuningsih yang akrab dipanggil Bu Ning, TAK ini rencananya akan dilaksanakan secara berkala mengingat manfaat yang diperoleh sangat besar. Rasa percaya diri ODGJ meningkat, hingga tampak senyum ceria dan kegembiraan terpancar sepanjang awal sampai akhir acara. Hal ini memicu dampak positif , meningkatkan upaya penyembuhan serta memudahkan rehabilitasi sosial di masyarakat.

Bu Ning selaku PL Jiwa yang telah mendapatkan pelatihan menjadi terapis pada TAK ini, dibantu oleh Indra Permana dan 10 bidan desa. Seluruh ODGJ diajak bermain bersama, lalu memperkenalkan diri masing-masing, serta menyebut nama teman-teman nya. menceritakan aktivitas sehari-hari dan Selanjutnya bermain musik seraya mengekspresikan kegembiraan bersama. Kegiatan terkhir sebelum pulang adalah makan bersama..

mari simak wajah gembira mereka yuk…

 

PEMBINAAN POSKESTREN


Pos kesehatan pesantren(poskestren) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di  lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif, preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative yang dilaksanakan di bawah binaan Puskesmas setempat. Lokasi Poskestren berada dalam  lingkungan pesantren dan tidak memerlukan bangunan tertentu namun  sebaiknya memiliki ruangan  khusus dan dapat memanfaatkan ruangan serba guna.

Pedoman penyelenggaraan dan pembinaan poskestren dilakukan diatur dalam Permenkes No. 1 tahun 2013. Adanya poskestren bertujuan untuk mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Sasaran poskestren, antara lain warga pondok pesantren, masyarakat sekitar, tokoh agama, dan petugas kesehatan, serta stakeholders lainnya. Pengorganisasian poskestren disusun secara mandiri oleh warga pesantren melalui musyawarah di awal pendirian poskestren. Kegiatan dalam poskestren adalah pelayanan kesehatan dasar, di mana beberapa pelayanan seperti imunisasi dan pemeriksaan fisik berkala dalam pelaksanaannya dilakukan oleh petugas kesehatan.

Di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung terdapat Pondok Pesantren Babussalam Kalibening yang telah memiliki Poskestren,  dimana terdapat juga klinik pratama yang berada di bawah binaan jejaring Puskesmas Mojoagung.

Pada tribulan ketiga Tahun 2018 dilakukan pembinaan terhadap Poskestren oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan Puskesmas Mojoagung, tentang tujuan, peran Poskestren, sasaran, dan manfaat serta fungui Poskestren bagi santri dan warga lingkungan pondok pesantren.

Hadir dalam pertemuan tersebut dr. Ma’murotus Sa’diyah M.Kes ( Kepala Puskesmas Mojoagung), Bu Luluk Nur Kholisoh ( Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang), Sri Wahyuningsih (Pelaksana Promkes Puskesmas Mojoagung),  bertemu  perwakilan  pengasuh pondok pesantren Babussalaam serta dokter klinik babussalam dr Miftachul ana. Pada sesi Tanya jawab dengan santri terjadi diskusi tentang bagaimana santri dapat menerapkan PHBS di lingkungan Pondok Pesantren.

 

 

PHBS DI PONDOK PESANTREN ˜

 Pengertian ˜

Upaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di pondok pesantren untuk mengenali masalah dan tingkat kesehatannya, serta mampu mengatasi, memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri.

Tujuan ˜

Meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku para santri, pengurus dan pengajar di pesantren khususnya terhadap program Kesehatan Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat.

Sasaran ˜

  1. Sasaran primer       : Para santri dan pengunjung pesantren
  2. Sasaran sekunder    : Pengelola/pengurus, Pembina/pengajar
  3. Sasaran Tersier       : Bupati/walikota, Ketua DPRD, Departemen Agama, LSM/LSOM

 

Indikator ˜

  1. Kebersihan perorangan (badan, pakaian dan kuku)
  2. Penggunaan air bersih
  3. Kebersihan tempat wudhu
  4. Penggunakan jamban sehat
  5. Kebersihan asrama
  6. Kepadatan penghuni asrama
  7. Kebersihan ruang belajar
  8. Kebersihan halaman
  9. Adanya kader Poskestren/santri husada
  10. Adanya kader poskestren terlatih
  11. Kegiatan kader Poskestren
  12. Bak penampungan air bebas jentik
  13. Penggunaan garam beryodium
  14. Makanan bergizi seimbang
  15. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan
  16. Gaya hidup tidak merokok
  17. Gaya hidup sadar AIDS
  18. Peserta JPKM atau asuransi kesehatan lainnya