LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTOR PERTAMA TAHUN 2016 PUSKESMAS MOJOAGUNG


Lokakarya mini lintas sektor (Linsek) Tribulan pertama diadakan di aula Kecamatan Mojoagung pada akhir maret 2016. Dihadiri oleh seluruh Muspika; Camat Mojoagung yaitu Bapak Senen SSos. MSi. Wakil dari Kepolisian Sektor Mojoagung dan Wakil dari Danramil Mojoagung. Undangan terdiri dari kepala desa, Forum MAsyarakat CINta Puskesmas Mojoagung (MACIN), tokoh masyarakat, perwakilan organisasi sosial kemasyarakatan, UPT Pendidikan dan Unit Pelaksana Teknis lain di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung serta pananggung jawab bidang kesehatan di Desa.
Tujuan lokakarya lintas sektor adalah mengkaji hasil kegiatan Linsek, membahas dan memecahkan masalah serta menyusun rencana kerja tribulan berikutnya. Lokmin Linsek Pertama merupakan penggalangan tim, dengan membangun pengorganisasian yang efektif dalam mekanisme koordinasi yang baik.

Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang dipandu oleh Ibu Susmajaningtyas Titiwati Amd.Rad. Pada sesi dinamika kelompok ini, peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan tiap kelompok berbaris dengan urut mulai nomor satu hingga lima. Orang nomor satu pada kelompoknya akan memberikan kalimat yang harus disampaikan secara estafet kepada orang kedua, orang kedua kepada orang ketiga, dan seterusnya hingga orang kelima. Orang terakhir ini akan maju ke depan dan menyampaikan isi kalimat yang telah dikomunikasikan. Disini seluruh peserta berbaur, dan saling berebut kecepatan karena waktu yang diberikan tidak banyak. Beberapa hal lucu terjadi karena kalimat yang sudah diujikan ternyata tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh orang kelima.
Tujuan dari dinamika kelompok kali ini adalah memberi gambaran tentang pentingnya koordinasi dan komunikasi, pentingnya kekompakan kelompok, dan bagaimana bekerja efektif, efisien tetapi tetap sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Selain mendapat masukan tentang betapa pentingnya berkomunikasi yang baik, peserta juga menjadi cair satu sama lain, suasana pun menjadi tidak kaku, hangat dan seru, dimana semua  peserta tersenyum mengingat keseruan dan kelucuan yang terjadi.

Camat Mojoagung Bapak Senen SSos. MSi. menyampaikan sambutan dan pengarahan tentang pentingnya lokakarya mini lintas sektor sebagai media koordinasi dan komunikasi, juga mengapresiasi acara dinamika kelompok yang telah dilakukan sebelumnya sehingga seluruh peserta merasa fresh dan tidak tegang.
Acara dilanjutkan dengan Informasi program lintas sektor, yaitu program terkait yang ada di kecamatan Mojoagung. Informasi tentang program kesehatan disampaikan oleh dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes (dr. eyik) selaku Kepala UPTD Puskesmas Mojoagung, serta Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru.
Dari Kepolisian Sektor Mojoagung, memberikan paparan mengenai Narkoba dan Bahayanya, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan yang berlaku agar masyarakat dapat secara bersama-sama mencegah bahaya Narkoba, terutama kepada generasi muda.
Inventarisasi peran bantu masing-masing sektor, analisis masalah dari masing-masing sektor, pembagian peran dan tugas masing-masing sektor, rencana kegiatan masing-masing sektor, dan membangun komitmen untuk secara bersama-sama ikut mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri di kecamatan Mojoagung.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dua arah serta inventarisir masukan bagi kinerja Puskesmas Mojoagung ke depan.

Terakhir, acara ditutup dengan doa..

IMG-20160411-WA0009

 

IMG-20160411-WA0011

IMG-20160411-WA0010

MACIN ~ Forum MAsyarakat CINta Puskesmas Mojoagung


 

Pelayanan publik merupakan kegiatan pelayanan yang dilaksananakan oleh penyelenggara layanan publik sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan. Pada hakikatnya pemerintah merupakan pelayan kepada masyarakat. Adanya pemerintah bukan untuk melayani diri sendiri melainkan melayani masyarakat serta membentuk kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi kepentingan bersama.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mengatur tentang peran masyarakat dalam pengembangan sistem pelayanan publik, diantaranya sebagai bagian dari organisasi penyelenggara, pengguna yang aktif, serta sebagai pemangku kepentingan yang memiliki hak untuk mengadu dan ikut terlibat dalam perumusan standar pelayanan. Kementrian Pendayagunaaan Aparatur Negara (MENPAN) melakukan pendekatan baru untuk melibatkan warga dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan mengeluarkan maklumat dengan mengadopsi Citizen Charter dengan mengembangkan maklumat pelayanan, yaitu perjanjian dari penyelenggara kepada pengguna tentang bagaimana pelayanan akan diselenggarakan.

Sebagai bagian dari institusi Pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan, Puskesmas Mojoagung bersama-sama dengan stake holder bidang kesehatan membentuk organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat yang peduli kesehatan.

Forum yang bernama MACIN ini terbentuk pada pertengahan Tahun 2015, dengan pelindung seluruh anggota MUSPIKA – tiga pilar di Kecamatan Mojoagung. Untuk masa bakti Tahun 2015-2017 MACIN dikomandani oleh Bapak Zainul Arifin SAg. Beliau adalah tokoh masyarakat yang dalam kepemimpinannya turut berperan aktif dalam mewujudkan Kecamatan Mojoagung Sehat dan Kabupaten Jombang Sehat Tahun 2015. Anggota MACIN terdiri dari masyarakat yang peduli dan dapat secara aktif melakukan koordinasi dengan jajaran Puskesmas Mojoagung. Ke depan MACIN akan berperan sebagai mitra kerja Puskesmas dalam penyelenggaraan upaya pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung.

Terbentuknya Forum Masyarakat Cinta Puskesmas Mojoagung (MACIN) diharapkan dapat menjadi media komunikasi yang efektif dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan jalan menjalin komunikasi dua arah yaitu antara masyarakat kepada UPTD Puskesmas Mojoagung dan sebaliknya mengkomunikasikan informasi kesehatan dari UPTD Puskesmas Mojoagung kepada masyarakat luas.

 

*Informasi

Sekretariat MACIN dan Pusat Pengaduan Masyarakat ada di Gedung Depan Puskesmas Mojoagung

*Kontak person

Bpk. Zainul Arifin : 0813-5766-0635

Siti Munahaya     : 0813-3576-55551

 

*Dokumentasi

 

 

Pengenalan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) bagi awam


Sebagai bagian dari agenda Program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), maka Tim Diklat Puskesmas Mojoagung mengadakan Pengenalan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) bagi awam pada akhir tahun 2015. Peserta yang dihadirkan adalah para tukang becak dan tukang parkir di sekitar Puskesmas Mojoagung.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari peserta. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan sederhana, peserta diklat bantuan hidup dasar merasa dihargai dan bangga karena diperhatikan oleh Puskesmas. Selain itu mereka jadi merasa lebih dekat, merasa sebagai bagian dari keluarga besar, yang pada akhirnya sama-sama memiliki tugas untuk memberikan pertolongan pertama dan segera bagi sesama, yaitu para penderita kecelakaan lalu lintas, mengingat Puskesmas Mojoagung berada di jalur jalan raya.

Tim Pelatih adalah dr. Diani Arisandhi, Zainul Arifin Skep.Ners dan Kru Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Mojoagung.

 

Beberapa hari sebelumnya, tim diklat mengadakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) bagi seluruh karyawan Puskesmas Mojoagung. Pelatihan ini merupakan refreshing bagi petugas kesehatan, dan merupakan pengenlan keterampilan dasar baru bagi petugas non kesehatan.

Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh petugas memiliki kemampuan dan keterampilan sederhana pada awal saat bantuan hidup dasar dibutuhkan oleh penderita.

 

 

FPA (Forum Peduli AIDS): Wujudkan Gotong Royong Masyarakat dalam Penanggulangan HIV – AIDS


Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Jombang menduduki peringkat ke 2 tertinggi di Jawa Timur. Kurun waktu 1999-Oktober 2015, tercatat 857 warga positif menderita HIV-AIDS.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, pertumbuhan kasus HIV-AIDS cukup mencengangkan. Pada periode 1999-2012 saja, penderita HIV-AIDS di Kota Santri yang terdeteksi sebesar 424 orang. Kasus itu meningkat drastis selama tahun 2013 dengan ditemukan 157 kasus baru. Disusul tahun 2014 dengan 139 kasus. Dengan demikian hingga Oktober 2015, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Santri mencapai 857 orang.

Menurut dr. Heri Wibowo MKes sebagaimana dikutip http://news.detik.com Sedikitnya 34% dari 857 penderita HIV-AIDS atau sekitar 291 orang merupakan pria hidung belang, yaitu high risk man (pria dengan resiko tinggi) sebagai pelanggan (jasa esek-esek). Disusul kemudian 24% atau sekitar 205 ibu rumah tangga tertular virus HIV melalui suaminya yang suka ‘jajan’. Sedangkan wanita pekerja seks komersial menduduki peringkat ke 3 sebesar 11% atau 94 orang. Dan kaum gay sebesar 8% atau sekitar 68 orang.

Menghadapi situasi tersebut maka Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengajak masyarakat untuk bersama, bahu membahu mencegah dan menanggulangi HIV-AIDS.

Sebagai langkah konkret berbagai kegiatan dilakukan di Puskesmas Mojoagung, diantaranya:

  1. Pertemuan, koordinasi dan sosialisasi HIV-AIDS secara lintas program maupun lintas sektor;
  2. Penyuluhan HIV-AIDS di sekolah, penyuluhan HIV-AIDS pada kegiatan organisasi kemasyarakatan, pada pertemuan lintas sektor, konferensi desa, pertemuan PKK dan penyuluhan langsung lainnya di masyarakat;
  3. Poli Infeksi Menular Seksual (IMS) – Voluntary Conseling and Testing (VCT) dengan kegiatan pemeriksaan, konseling, VCT mobile, serta direncanakannya Puskesmas Mojoagung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sebagai salah satu Puskesmas dengan inisiasi pengobatan antiretroviral (ARV);
  4. Kegiatan Pencegahan Penularan Ibu – anak (PPIA), melalui pemeriksaan kesehatan umum dan tes HIV-AIDS bagi Ibu hamil;
  5. Pertemuan dan pelatihan kader LKB (Layanan Komprehensif Berkelanjutan) HIV-AIDS;
  6. Pembentukan Forum Peduli HIV – AIDS (FPA) di semua Desa, sebagai tindak lanjut dari Perbup 34/2014 tentang Penanggulangan AIDS di Kabupaten Jombang;
  7. Pelatihan pemulasaraan jenazah bagi modin dan kader;
  8. Penerapan program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di Puskesmas Mojoagung.

 

Forum Peduli AIDS di Mojoagung

Untuk pertama kali FPA ada di desa Miagan pada Tahun 2014 dan saat ini telah memiliki home base serta dapat mengakses dana dari desa untuk kegiatan operasionalnya. Hingga tahun 2016 awal telah terbentuk FPA di 10 desa (seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung).

FPA merupakan Kelompok masyarakat yg terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat, beranggotakan kader LKB aktif, aktivis remaja, perangkat desa/modin, tokoh masyarakat/organisasi dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap HIV-AIDS

FPA adalah sebuah gerakan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Dengan FPA diharapkan masyarakat dapat melakukan kegiatan secara aktif dan tersistem dalam melayani dan mengakses sistem layanan dan rujukan yg berkaitan dg masalah HIV-AIDS.

Selanjutnya diharapkan anggota FPA dapat Terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS serta membantu menciptakan lingkungan yg kondusif agar stigma terhadap ODHA dapat berangsur-angsur dihapuskan.

 

TUJUAN terbentuknya FPA

  • Menggerakan masyarakat untuk ikut serta terlibat secara langsung dlm upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.
  • Terjalinnya sistem koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam program penanggulangan HIV-AIDS.
  • Mengurangi stigma dan diskriminasi
  • Terjalinnya system koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam program penanggulangan HIV-AIDS.
  • Menekan laju epidemi AIDS

Manfaat FPA

  • Adanya kepedulian/kesiapan penanganan berbagai permasalahan HIV-AIDS.
  • Masalah kesehatan dan epidemi HIV-AIDS bukan lagi menjadi tanggung jawab individu melainkan tanggung jawab bersama
  • Adanya keterbukaan antar masyarakat
  • Terbangunnya kerjasama antar komponen masyarakat

 

Mari peduli HIV-AIDS

Jauhi Penyakitnya, Bukan orangnya…

*dokumentasi kegiatan

 

 

PUSKESMAS SAHABAT LANSIA, mewujudkan lansia sehat dan bahagia


Siapakah lansia?

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Lansia merupakan sebuah kondisi yang istimewa, dimana manusia secara fisiologi dan psikologis telah mengalami berbagai penurunan fungsi.

Namun demikian menjadi lansia sehat dan bahagia merupakan pilihan terbaik, dan Puskemas Mojoagung hendak ikut mewujudkan suasana pelayanan dan program kesehatan untuk mendukung lansia yang sehat dan bahagia.

 

Apa yang dapat kita berikan untuk lansia?

Pada dasarnya setiap orang ingin diperlakukan dengan baik dan santun. Pada dasarnya setiap orang butuh sahabat. Demikian juga para lansia. Apalagi Lansia adalah orang tua kita. Memperlakukan lansia dengan baik, artinya memuliakan para orang tua kita.

Dalam mewujudkan Puskesmas Mojoagung sebagai Puskesmas Sahabat Lansia maka dilaksanakan beberapa hal yang dalam perkembangannya akan terus menerus diupayakan untuk menjadi lebih baik.

 

Beberapa langkah yang dilakukan di Puskesmas Mojoagung adalah sebagai berikut:

  1. Disediakan handling /pegangan untuk para lansia (dan juga disabilitas) sejak para lansia datang di loket. Disediakan juga handling di Kamar mandi. Lingkungan pelayanan dibuat lebih asri.
  2. Adanya Poli Sahabat Lansia, dimana Lansia memilik jalur khusus untuk mengakses pelayanan secara lebih mudah dan cepat. Dari loket pendaftaran, lansia akan dibimbing petugas menuju Poli Sahabat Lansia tanpa melalui antri di Poli Umum.

Diupayakan Poli Sahabat Lansia ini memiliki jalur yang bisa langsung diakses dan dapat dilakukan dropping dari kendaraan

Di Poli Sahabat Lansia, para lansia akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh petugas, selanjutnya jika memerlukan pemeriksaan laboratorium maka petugas laboratorium yang akan datang memeriksa, demikian juga ketika mendapatkan obat, petugas obat yang akan mengantar obat para lansia

Hal ini dilakukan bukan untuk memanjakan para lansia, namun lebih bertujuan memberikan pelayanan yang santun dan proporsional.

  1. Selain pelayanan terintegrasi di Poli Sahabat Lansia juga didapatkan pelayanan khusus jika memang pasien memerlukan, yaitu:
    1. Konsultasi gizi
    2. Konsultasi sanitasi
    3. Pelayanan akupuntur dan akupressur serta herbal untuk mencegah penyakit degeneratif lebih lanjut

 

 

  1. Disediakan air mineral di ruang tunggu para lansia, untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang mungkin terjadi.
  2. Taman Refleksi, merupakan reflection track yang terbuat dari batu-batu yang di pasang dalam berbagai gradasi ukuran secara bertahap, dengan disampingnya terdapat railing besi yang berfungsi sebagai pegangan. Manfaat taman refleksi adalah melancarkan aliran darah, melatih kepekaan syaraf kaki sehingga diharapkan para lansia mendapat kesegaran badan. Dapat dilakukan sesaat sambil menunggu proses pelayanan, agar para lansia tidak jenuh.
  3. Senam bersama pada program pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) setiap kamis minggu ke-empat.

Manfaat lain yang dirasakan para lansia adalah mereka menjadi lebih bersemangat dan gembira, karena saat menunggu di area Poli Sahabat Lansia, para lansia ini bertemu dengan rekan-rekan segenerasi. Mereka terlibat permbicaraan yang hangat dan saling melepas kerinduan.

 

Selain kegiatan di dalam gedung, program lansia juga menyentuh langsung ke masyarakat. Saat ini telah terbentuk Posyandu Lansia di semua desa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung. Terdapat kader lansia, baik lelaki maupun wanita. Kegiatan senam lansia di Posyandu lansia serta penyuluhan kesehatan, gizi, penggunaan tanaman herbal dan lain sebagainya.

Kunjungan rumah dilaksanakan ketika lansia mengalami penurunan kesehatan.

 

Harapan ke depan adalah para lansia dapat sehat dan bahagia secara fisik maupun mental.

 

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

 

Mari Melawan Demam Berdarah


Memasuki Tahun 2016 dilakukan berbagai kegiatan untuk mencegah merebaknya kasus demam berdarah (DB) di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung. kegiatan dilaksanakan secara terintegrasi, sistemik dan berkelanjutan meliputi:
1. Sosialisasi Demam Berdarah (DB) kepada lintas sektor, dipimpin oleh bapak camat Mojoagung dan dihadiri oleh seluruh kepala dusun pada acara konferensi desa pada tanggal 18 Januari 2016.
Dalam kesempatan ini juga disepakati akan diadakannya kegiatan Gerakan Bersih2 sebagai bagian dari pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekolah, tempat-tempat umum (TTU) dan rumah-rumah di seluruh penjuru desa.
2. Pembentukan satgas DB di Puskesmas Mojoagung dimana tim akan turun langsung secara terjadwal ke lokasi di seluruh wilayah kerja Puskesmas Mojoagung
3. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berupa kegiatan bersih-bersih desa, sekolah, TTU dan lain sebagainya
4. Sosialisasi kepada sasaran tentang pemakaian lotion, pakaian panjang dan kelambu
5. Advokasi kepada kepala desa untuk pemberdayaan Jumantik dan kegiatan pemantauan jentik berkala agar dapat terintegrasi sebagai bagian dari kegiatan Desa
6. Refreshing kader jumantik dan pengaktifan kembali Jumantik di desa
7. Pengaktifan kembali siswantik
8. Pemantauan jentik berkala (PJB)
9. Fogging fokus sesuai indikasi
10. Abatisasi selektif
11. Ikanisasi
12. Sosialisasi tentang PSN melalui televisi di ruang tunggu pasien di Puskesmas
13. Woro-woro dengan ambulans desa dimana petugas berkeliling sambil mengumumkan langkah-langkah PSN dan bagaimana mencegah serta penatalaksanaan dini penderita yang diduga terkena demam berdarah

Saat ini kasus demam berdarah merebak seiring dengan datangnya musim penghujan. Kebersihan lingkungan merupakan faktor penting. Kegiatan 3M plus adalah keharusan, termasuk menjaga kesehatan diri sendiri dengan makan yang cukup, minum cairan yang cukup, istirahat cukup, olahraga dan membangun pikiran positif.

MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT)


Sebagai bagian dari kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dengan Universitas Airlangga, Puskesmas Mojoagung menjadi salah satu Puskesmas tempat mahasiswa Kedokteran melakukan praktek community medicine (CM). Rangkaian kegiatan kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas AIrlangga Surabaya dengan Puskesmas Mojoagung adalah pemberdayaan masyarakat dalam menuju lansia sehat.
Saat ini di Puskesmas Mojoagung terdapat paguyuban komunitas masyarakat yang tergabung dalam PROLANIS ( Program Pengelolaan Penyakit kronis). PROLANIS diadakan secara bulanan yang diadakan setiap kamis minggu terakhir, kegiatan meliputi perkumpulan penderita penyakit kronis (Kencing Manis, Hipertensi, Stroke), senam bersama, penyuluhan oleh tenaga kesehatan Puskesmas, diskusi, ngobrol santai dan saling berbagi antar penderita, pemeriksaan kesehatan dasar (berat badan, tensi, nadi, lingkar perut) pemeriksaan profil kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat serta konsultasi dokter, konsultasi ahli gizi, konsultasi lingkungan sehat dan lain sebagainya.
Sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang menjadi pusat skrining (deteksi dini) Penyakit tidak menular yang dilakukan masyarakat yang sudah dilatih oleh Puskesmas Mojoagung. POSBINDU PTM saat ini sudah ada di Kantor kecamatan Mojoagung dan tersebar juga di beberapa desa di Mojoagung.
Kegiatan community medicine yang diadakan mahasiswa selama 3 minggu berfokus pada penyakit katarak dan lansia. Hal ini sesuai karena puskesmas Mojoagung merupakan salah satu Puskesmas yang memiliki Poli Mata dan Peduli Lansia lewat PROLANIS dan POSBINDU PTM.
Kegiatan CM pada dokter muda Unair diarahkan oleh kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. menjadi sebuah kegiatan terintegrasi ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Baik itu berupa kegiatan survey, pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan mata, pemeriksaan profile kejiwaan dan emosi lansia serta konsultasi medis.

Kegiatan para dokter muda dibimbing di lapangan oleh dr. Diani Arisandhi. mulai melakukan survey, pemeriksaan kesehatan, Focus Group Discussion (FGD) dan hingga perencanaan pembentukan komunitas.
Puncak kegiatan kerjasama CM FK Unair dan Puskesmas Mojoagung adalah pembentukan komunitas MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT). Katarak menjadi perhatian utama karena:
1. Katarak undercover: angka katarak lansia secara riil lebih tinggi dari Riskesdas
2. Behnd The Truth: faktor risiko katarak belum disadari masyarakat
3. Katarak dapat disembuhkan dengan operasi
4. Waspada menjamurnya klinik illegal termasuk yang menawarkan pengobatan tanpa bukti ilmiah
Harapan dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. ke depan adalah bahwa Pembentukan komunitas peduli katarak (MOJOAGUNG EBRKHASIAT) merupakan kegiatan yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Dimana kegiatan Komunitas peduli katarak ini meliputi:
1. Mencanangkan bulan katarak Jombang
2. Skrining massal katarak pada bulan katarak jombang
3. Menyusun daftar tunggu (waiting list) pasien katarak yang belum tercover BPJS dan menghubungkannya dengan oenyelenggara operasi gratis katark massal
4. Mengkoordinasi pihak-pihak untuk operasi gratis katarak massal
5. Advokasi pasien katarak untuk pembiayaan melalui BPJS
6. Advokasi dan koordinasi dengan Bupati Jombang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, IDI, IBI, PKFI, PERDAMI, Camat, Lurah, dan seluruh stake holder.
Penanda tanganan MoU dan pembentukan komunitas katarak dihadiri oleh seluruh stake holder, selain mahasiwa DM FK UNAIR, juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Camat Mojaogung, Kepala Puskesmas Mojoagung, BPJS cabang Jombang, IDI, IBI, PKFI PKFI (Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia), perwakilan Kapolsek Mojoagung, perwakilan Danramil Mojoagung, dan tokoh masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan deteksi dini katarak untuk kader kesehatan lansia dan pembagian buku saku katarak dan sertifikat. Perwakilan mahasiswa FK Unair Ricardo Adrian nugraha dan Devianty Octavia menyebutkan bahwa hasil survey menunjukkan risiko katarak terbanyak karena penyakit kencing manis dan usia lanjut. Oleh karenanya diberikan pemahaman kepada kader kesehatan tentang pentingnya mengelola faktor risiko katarak.

Bravo Dokter Muda FK Unair!

Bravo Puskesmas Mojoagung!

Bravo Kader Kesehatan!

 

Sebagian Foto Kegiatan

IMG_3564

Moja Berkhasiat