Kanker, bukanlah akhir segalanya…


Hari kanker ditandai setiap 4 Pebruari dan meski sudah ada sejak sebelum masehi dan dikenal 3000 tahun yang lalu namun belum banyak masyarakat memahami apa sebenarnya kanker. Kanker seperti sebuah vonis mati dan akhir dari segalanya, tetapi sebagaimana perjalanannya, kanker bermula dari gaya hidup tidak sehat yang terjadi dalam proses waktu yang cukup lama. Dengan demikian sesungguhnya kanker dapat dicegah sedini mungkin, dengan mengupayakan pola sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kanker berasal dari kata latin Cancri yang berarti kepiting. Penamaan ini berasal dari anggapan dan pengamatan di masa lalu bahwa pembuluh-pembuluh darah besar yang mengelilingi gumpalan tumor tampak seperti jepit dan kaki kepiting. Kanker dapat menyerang hampir semua organ tubuh dan jenis-jenis kanker didasarkan pada organ tubuh yang terkena. Pada mulanya kanker menyerang salah satu organ tubuh namun pada perkembangannya sel-sel kanker mengalami metastase atau anak sebar ke jaringan atau organ lain dalam tubuh melalui aliran darah (hematogen) atau limfe (limfogen).

Proses Terjadinya
Mekanisme dalam tubuh manusia telah mengatur agar setiap organ dapat berfungi secara normal. Apoptosis (kematian sel) merupakan salah satu mekanisme penting dimana tubuh secara otomatis akan mengatur berapa jumlah sel yang dibutuhkan, bagaimana fisiologis yang tepat dan dengan umur tertentu. Ketika telah melewati masa hidupnya, sel-sel normal akan mati dengan sendirinya tanpa ada efek peradangan (inflamasi). Mekanisme lainnya adalah adanya komunikasi ekstra seluler, hal ini diperlukan untuk menjalin koordinasi antar sel sehingga mereka dapat saling menunjang fungsi masing-masing.
Agar tetap hidup maka sel akan mengalami pembelahan, dimana tubuh harus mengganti sel-sel yang hilang atau mati melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dikendalikan oleh gen-gen yang terletak di dalam inti sel (nucleus). Nukleus berfungsi layaknya seperti buku pedoman yang memuat kode genetik dimana ia memerintahkan sel tentang jenis protein apa yang harus dibuat, bagaimana pembelahan berlangsung dan berapa lama usia hidupnya. Kode genetik ini dapat rusak karena sejumlah faktor yang mengakibatkan kesalahan di dalam buku instruksi. Sejumlah mekanisme tersedia untuk mencegah terjadinya kesalahan genetika dan menghilangkan sel-sel abnormal dari tubuh. Namun, pada beberapa orang, pertahanan ini tidak memadai dan populasi sel-sel abnormal yang lolos dari pengendalian tubuh terus berkembang.
Kesalahan menerjemahkan kode genetik dapat merubah drastis cara kerja sel. Bukannya mati, sel akan terus membelah diri dan akan terus hidup. Kanker terjadi jika sel-sel membelah diri secara tidak terkendali. Sifat sel kanker adalah ia terus hidup, mampu menyerang jaringan lain (invasif), merusak jaringan itu sendiri dan tumbuh subur di atas jaringan lain. Dengan sifatnya yang asosial, sel kanker bertindak tidak teratur tanpa peduli apa yang dibutuhkan oleh fisiologi tubuh yang normal.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan diri sendiri, sel kanker mampu membentuk pembuluh darah baru (neoangiogenesis) meski dengan demikian hal ini dapat mengganggu kestabilan jaringan tempat ia tumbuh. Selain itu ia memiliki kemampuan dalam memperbanyak dirinya sendiri (proliferasi) meski seharusnya sudah tak dibutuhkan dan bahkan jumlahnya sudah melebihi kebutuhan yang seharusnya.

Sebab-sebab Kanker
Beberapa penyebab kanker yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
A. Radiasi Ionisasi: Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon dan radiasi ultraviolet dari matahari yang bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya. Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan di saat ini. Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari telepon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, namun perlu adanya penelitian mendalam tentang keterkaitan masing-masing.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengungkap tentang bahaya radiasi gelombang ponsel terhadap kesehatan tubuh. Menurut laporan yang baru dirilis radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ini dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya lainnya seperti asap knalpot, timbal dan kloroform.
Radiasi ionisasi yang digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh juga bersifat karsinogenik. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II berisiko tinggi menderita kanker sel darah seperti Leukemia.
B. Infeksi:
Beberapa kanker sering dikaitkan dengan infeksi kronis. Virus-virus ini berperan hingga 20% terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia. Virus-virus ini termasuk papillomavirus pada manusia (kanker serviks), poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak), virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring), virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer), virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati), virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T), dan helicobacter pylori (kanker lambung).
C. Ketidakseimbangan Hormonal: Terdapat kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.
Dalam sebuah studi dikatakan bahwa Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu, misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. Wanita yang mengalami menstruasi dini, wanita yang terlambat mengandung atau tidak memiliki anak beresiko terhadap terjadinya kanker payudara.
D. Gaya hidup/Pola Hidup
1. Pola Makan yang tidak sehat dan tidak seimbang dapat memicu kanker. Adapun kategori makanan yang meningkatkan risiko kanker diantaranya adalah:
– kaya gula buatan, karboidrat olahan, pengawet dan produk sampingan hasil penggorengan/pemanasan yang berlebihan
– Makanan olahan: daging yang diawetkan, sosis, makanan instan dan lain-lain
– Minuman soda
– Makanan dengan proses pembakaran: sate, barbeque dan lain-lain
2. Pola Pengelolaan Stress: Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress, dendam, kebencian yang mendalam. Peran faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara, diantaranya: stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan dapat memberikan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (limfosit T) sehingga tubuh tidak mampu melenyapkan sel kanker yang terbentuk.
3. Pola Hobi dan Manajemen waktu : kurang tidur, suka begadang, merokok, mengkonsumsi alkohol dan kurang olahraga
E. Genetik
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur (Ca Ovarium), kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 sampai 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Secara umum, gejala klinis kanker bisa dibadi menjadi kelompok :
• Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan, rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bias menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning) dan lain sebagainya;
• Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia (kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.

Gejala Kanker dapat dirangkum sebagai tanda dini yang harus segera ditindaklanjuti dengan memeriksakan diri ke dokter bila ada tanda WASPADA sebagai berikut:

Waktu buang air kecil atau buang air besar terjadi perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat Pencernaan terganggu, susah menelan atau sakit waktu menelan
Suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh
Payudara atau di tempat lain terdapat benjolan
Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, tumbuh membesar, gatal dan mengeras
Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh
Ada koreng atau borok yang tak sembuh-sembuh

Bagaimana mencegah Kanker?

Sebagian besar kanker terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, oleh sebab itu kanker dapat dicegah dengan cara memiliki gaya hidup sehat. Pada prinsipnya pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen. Beberapa tips pola hidup sehat dapat disarikan sebagai berikut:
1. Hindari mengkonsumsi secara berlebihan; makanan olahan, makanan yang dibakar, makanan yang mengandung zat aditif (pewarna, penguat rasa, dan lain-lain)
2. Pola hidup yang seimbang, tidur cukup, olahraga, tidak merokok, mengelola stress dengan baik, serta mengonsumsi makanan yang seimbang, banyak serat, banyak mengandung vitamin dan antioksidan;
3. Hindari radiasi berlebihan, menggunakan ponsel dengan bijak, menggunakan sun block ketika di bawah sinar matahari langsung dan lain sebagainya;
4. Hindari terapi sulih hormon dalam waktu yang lama;
5. Hindari hubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah karena riwayat kesehatan yang belum dapat diketahui;
6. Melakukan penapisan/skrining, untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker agar kanker dapat ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, sehingga pengobatan kanker lebih memberikan hasil yang optimal serta risiko kematian dapat diminimalkan.
Dan yang paling penting dari semuanya adalah tetap aktif dan bergembira
Sebagaimana kata pepatah, kegembiraan adalah obat dari semua penyakit..

Mari menjalani hidup dengan tetap bergembira…
Selamat hari minggu bersama keluarga.

salam…

lotus

@upload, dari berbagai sumber

Hujan Sporadis dan siklus lima tahunan: Waspadai DBD


aedes aegypti

Kasus demam berdarah meningkat seiring datangnya musim penghujan. Hingga saat ini sudah sekitar 23 daerah di Jawa Timur ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) oleh Gubernur. dimana Jombang menempati urutan pertama sebagai kabupaten dengan jumlah angka kejadian terbanyak.
Hujan turun secara sporadis dimulai pada akhir tahun. Saat itu demam berdarah muncul dan semakin meningkat dengan pola serupa yaitu memuncak pada awal tahun. Hujan sporadis menciptakan genangan-genangan air baru yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang kerap tak terdeteksi.
Bila dibandingkan bulan yang sama di tahun 2014, ada peningkatan sebanyak 219,8 persen. Peningkatan dari tahun sebelumnya ini tak lepas dari siklus lima tahunan. Siklus lima tahunan sudah terjadi sejak mulai ditemukannya serangan demam berdarah di Indonesia pada tahun 1968 dan meski belum diketahui penyebab pastinya, namun data menunjukkan bahwa setiap lima tahun sekali jumlah penderita demam berdarah di Indonesia akan meningkat cukup drastis.
Siklus lima tahunan dan hujan sporadis merupakan sebuah tanda dimana kewaspadaan terhadap demam berdarah harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

Penyebab
Adalah Virus dengue serotype 1,2,3 dan 4 yang ditularkan melalui vektor nyamuk aedes agypti,aedes albopictus,aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe berhubungan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain.

Aedes aegypti
Merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini.
Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari.

Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Sementara itu nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. mereka memperoleh energi dari nektar bunga atau tumbuhan.
Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan saat itulah kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja akan menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah, berulang kali menusukkan proboscis nya, namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus menjadi semakin besar.
Di Indonesia, nyamuk A. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban, bertolak belakang dengan A. albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).
Nyamuk A. aegypti, seperti halnya culicines lain, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari.

Gejala
gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Langkah awal
1. Beri minum sebanyak mungkin.
2. Kompres agar panasnya turun.
3. Berikan obat penurun panas, misalnya Paracetamol.
4. Segera bawa ke Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit terdekat

Pengendalian Vektor
Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor yang sering dikampanyekan sebagai 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.
• Menguras tempat-tempat penampungan air bak mandi WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb minimal seminggu sekali.
• Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
• Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
• Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
• Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
• Mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.

Mari peduli dengan menggalakkan PSN
Mencegah lebih baik daripada mengobati

# upload : dari berbagai sumber

Kunjungan Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat


Pada 22 Desember 2014 lalu, Puskesmas Mojoagung kedatangan tamu rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) Manukwari Papua Barat. Dalam surat pendahuluan, Kepala Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat menyatakan ingin berkunjung ke Puskesmas Mojoagung untuk melihat pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan baik program pokok maupun inovasi di Puskesmas Mojoagung dan jejaringnya (Pustu, Polindes, Ponkesdes, Poskesdes juga Posyandu).
Rombongan dipimpin oleh dr Irwan selaku Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Manukwari Papua Barat. Sebelumnya rombongan diterima di Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dan selanjutnya dengan mengendarai bus rombongan menempuh waktu sekitar setengah jam menuju Puskesmas Mojoagung.
Acara dimulai dengan perkenalan dan sambutan hangat dari keluarga besar Puskesmas Mojoagung dimana rombongan diterima oleh Kepala Puskesmas Mojoagung dr. Ma’murotus Sa’diyah M.Kes. (dr. Eyik) dan staf Puskesmas Mojoagung, selanjutnya dilakukan kunjungan ke Pustu dan Ponkesdes.
Rombongan kembali ke Puskesmas Mojoagung dan dilanjutkan dengan acara seremonial yang sederhana yakni sambutan, kemudian presentasi oleh kepala Puskesmas Mojoagung, juga presentasi pihak Dinkes Manukwari dalam hal ini diwakili oleh Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Amban dan Puskesmas Prafi yang dilanjutkan dengan diskusi yang gayeng hingga tanpa terasa acara baru selesai pukul 4 sore.
Dalam sambutannya dr. Irwan mengatakan bahwa Dinkes Manukwari sangat terkesan dengan program-program inovasi yang ada Puskesmas Mojoagung dan berharap dapat mengadopsi program inovasi dan layanan kesehatan unggulan Puskesmas Mojoagung untuk dapat diterapkan di Manukwari. Demikian juga selaku Kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Eyik menyambut baik kunjungan, kerjasama dan saling tukar menukar informasi pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan di masing-masing wilayah. Karena perbedaan wilayah kerja antara Papua Barat dan Jawa Timur cukup besar baik secara geografi, sosial dan ekonomi, maka berbagi pengalaman menjadi hal yang sangat menarik.
Harapan kedua belah pihak adalah Puskesmas sebagai garda depan pelayanan primer dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai potensi daerah dan sumber daya manusia yang dimiliki. Acara ditutup dengan makan siang dan tukar menukar souvenir sebagai kenang-kenangan serta tak lupa berfoto ria.

Semoga kerjasama dan hubungan baik antara Dinkes Manukwari dan Puskesmas Mojoagung ke depan dapat terus terjalin dengan baik dan hangat.

selamat jalan saudara-saudara dari Manukwari, sampai bertemu lagi…

Foto-Foto

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_0943IMG_0952OLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_0948

KUSTA, LEPRA atau Morbus Hansen: Dulu, kini dan nanti


penyakitlepra

Kusta adalah sebuah penyakit infeksi kronis, istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta yaitu kustha yang berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Kusta disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang ditemukan oleh G.A. HANSEN pada tahun 1874 di Norwegia, sehingga kusta sering juga disebut sebagai Morbus Hansen (MH).
Kusta merupakan merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi dan kulit yang dalam jangka waktu panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh tidak dapat berfungsi atau mengalami kecacatan. Bila tidak segera diobati, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan kulit, saraf-saraf dan anggota gerak, serta mata.
Cara penularan kuman kusta sampai saat ini masih bersifat misterius, sampai kini hanya dapat diketahui pintu keluar kuman kusta dari tubuh penderita, yakni selaput lendir hidung. Diperkirakan kusta ditularkan melalui saluran pernapasan dan kontak dengan kulit penderita kusta multibasiler, yaitu penderita yang mempunyai kandungan bakteri tinggi di dalam tubuhnya. Jadi, kusta bisa ditularkan apabila terjadi kontak yang erat dengan penderita kusta.
Penularan kusta tergantung dari 2 hal yaitu:
a. Jumlah dan keganasan Mycobacterium Leprae
b. Daya tahan tubuh penderita
Beberapa faktor yang berperan dalam hal penularan adalah:
a. Usia
Anak-anak lebih peka di banding dengan orang dewasa perbandingan 3:2
b. Jenis kelamin
Laki-laki lebih banyak di jangkiti oleh penyakit kusta dibanding wanita
c. Ras
Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika lebih banyak dijangkiti oleh penyakit kusta dibanding dengan Eropa
d. Sosial ekonomi
Umumnya negara-negara endemis kusta adalah negara-negara yang tingkat sosial ekonominya rendah
e. Lingkungan
Fisik, biologis, sosial yang kurang sehat.
Kelompok yang beresiko tinggi
Adalah kelompok yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk misalnya: kekurangan air bersih, asupan gizi yang buruk, tempat tidur tidak memadai dan adanya penyakit lain seperti HIV-AIDS yang menekan sistem imun.

Tanda-tanda utama atau Cardinal Sign penyakit kusta, (Dep Kes RI. Dirjen PP& PL, 2007):
1. Lesi (kelainan) kulit yang mati rasa
Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak keputih-putihan (hypopigmentasi) atau kemerah-merahan (erithematous) yang mati rasa (anaesthesi).
2. Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf.
Gangguan fungsi saraf ini merupakan akibat dari peradangan kronis saraf tepi (neuritis perifer). Gangguan fungsi saraf ini bisa berupa :
a. Gangguan fungsi sensori : mati rasa
b. Gangguan fungsi motoris : kelemahan otot (parese) atau kelumpuhan (paralise)
c. Gangguan fungsi otonom : kulit kering dan retak-retak.
3. Adanya bakteri tahan asam (BTA) didalam kerokan jaringan kulit (BTA positif)
Seseorang dinyatakan sebagai penderita kusta apabila di temukan satu atau lebih dari tanda-tanda utama diatas. Pada dasarnya sebagian besar penderita dapat didiagnosis dengan pemeriksaan klinis. Namun demikian pada penderita yang meragukan dapat dilakukan pemeriksaan kerokan kulit.

Jenis-jenis cacat kusta
Menurut Djuanda A, 1997, jenis dari cacat kusta dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu:
a. Cacat primer
Adalah kelompok cacat yang disebabkan langsung oleh aktivitas penyakit, terutama kerusakan akibat respon jaringan terhadap mycobacterium leprae.
Yang termasuk kedalam cacat primer adalah :
1. Cacat pada fungsi saraf
a) Fungsi saraf sensorik misalnya : anestesi
b) Fungsi saraf motorik misalnya : daw hand, wist drop, fot drop, clow tes, lagoptalmus
c) Fungsi saraf otonom dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan elastisitas kulit berkurang, serta gangguan reflek vasodilatasi.
2. Inflamasi kuman pada kulit dan jaringan subkutan menyebabkan kulit berkerut dan berlipat-lipat
3. Cacat pada jaringan lain akibat infiltrasi kuman kusta dapat terjadi pada tendon, ligamen, tulang rawan, testis, dan bola mata.
b. Cacat sekunder
1. Cacat ini terjadi akibat cacat primer, terutama adanya kerusakan saraf sensorik, motorik, dan otonom
2. Kelumpuhan motorik menyebabkan kontraktur, sehingga terjadi gangguan berjalan dan mudah terjadinya luka
3. Lagoptalmus menyebabkan kornea menjadi kering dan memudahkan terjadinya kreatitis
4. Kelumpuhan saraf otonom menjadikan kulit kering dan berkurangnya elastisitas akibat kulit mudah retak dan terjadi infeksi skunder.

Klasifikasi Kusta
a. Pausibasilar (PB)
Kusta kering, tidak terlalu menular
– Bercak putih seperti panu dan mati rasa atau kurang berasa
– Permukaan bercak kering dan kasar dan tidak berkeringat, tidak tumbuh bulu/rambut
– Bercak 1-5 tempat
– Ada kerusakan syaraf pada satu tempat
– Hasil BTA negatif
b. Multibasilar (MB)
Kusta basah yang menular
– Bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata
– Penebalan dan bengkak pada bercak
– Bercak pada kulit di lebih dari 5 tempat
– Kerusakan saraf tepi
– Hasil BTA positif

Pencegahan Kusta
Hingga saat ini belum ada vaksinasi untuk kusta. Pengobatan yang cepat dan tepat adalah faktor penting untuk mencegah penularan serta agar kusta tidak berkembang progresif.

Pengobatan Kusta
Kusta dapat diobati, dengan pengobatan sedini mungkin maka akan memberikan hasil yang lebih baik.
Program pengobatan kusta disebut dengan program MDT (Multi Drug Treatment) yang dimulai sejak tahun 1981 oleh WHO. Rejimen obat ini terdiri atas kombinasi beberapa obat, yaitu : Dapson Rifampisin Klofazimin Obat ini tersedia dalam bentuk blister dan diminum setiap hari selama 6 bulan untuk kusta tipe pausibasiler dan 12 bulan untuk kusta tipe multibasiler. Penderita yang sudah mendapatkan pengobatan tidak lagi menjadi sumber penularan sejak ia meminum obat pada bulan pertama.
Obat MDT ini tersedia di Puskesmas dan RS Umum Daerah di Indonesia dan bisa didapat secara gratis.

Penanggulangan kusta
Penanggulangan penyakit kusta dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi sosial, ekonomi dan kemasyarakatan penderita kusta. Metode rehabilitasi terdiri dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok-kelompok tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Dahulu kusta sering dikaitkan dengan penyakit kutukan, guna-guna dan berkaitan dengan dosa. Selain karena dapat sangat progresif dan menyebabkan cacat, penderita kusta sering mendapat stigma buruk sehingga timbul leprophobi (takut terhadap kusta) di masyarakat. Akibat dari persepsi yang salah ini maka penderita kusta menerima perlakuan yang tidak semestinya diantaranya mereka dijauhi dan dikucilkan. Selanjutnya secara sengaja atau tidak penderita kusta akan terisolir dan tertutup sehingga penderita ini akan sulit mengakses pengobatan.
Pada penderita yang sudah berobat (sehingga penderita tidak akan menularkan penyakit kusta kepada orang lain), masih juga diperlakukan tidak semestinya. Mereka bisa kembali bekerja secara normal tetapi masyarakat masih leprophobi, misalnya yang berdagang bakso, karena tersebar sebagai eks kusta maka bakso nya menjadi tidak laku, demikian juga yang bekerja di beberapa tempat lain.

Infromasi Kusta terbaru, salah satunya adalah studi yang dilakukan di China (dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine), yang menyatakan bahwa terdapat tujuh mutasi gen yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terkena kusta. Studi ini sekaligus menjawab pertanyaan mengapa dalam satu rumah ada orang yang tertular kusta, sementara yang lain tidak, dan mengapa suami istri yang sudah hidup bersama selama puluhan tahun tidak selalu saling menularkan. Studi ini memberikan informasi baru bahwa kusta dipengaruhi oleh faktor genetika.
“Selama ini orang mengira penyebaran penyakit kusta karena faktor penularannya, tapi studi kami membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika orangtuanya memiliki penyakit kusta, maka sangat mungkin si anak juga kena,” ujar peneliti Zhang Furen dari Institute of Dermatology and Venereology, Provinsi Shandong di timur laut China, seperti diberitakan dari Reuters.
Lebih lanjut Zhang mengatakan “Apa yang kami temukan adalah adanya alasan internal. Kami menemukan tujuh gen yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit kusta, karenanya banyak hal yang harus dilakukan dengan genetika ini,” ungkap Zhang.
Peneliti menganalisis gen dari 706 penderita kusta dan 1.225 orang yang tidak mengidap kusta. Didapatkan tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima diantara gen tersebut terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.
Kini sudah saatnya kita mengikis persepsi yang salah dengan selalu meningkatkan kesadaran dan mengakses berbagai perkembangan ilmu pengetahuan.

Mari kita obati penderita kusta dan kita terima mereka sebagaimana manusia pada umumnya. Selanjutnya komitemen kita bersama diperlukan untuk mendukung eliminasi kusta, mari kita mulai, sekarang juga.

@diolah, dari berbagai sumber

Info program kusta lebih lanjut dapat menghubungi Puskesmas Mojoagung melalui mbak neny ( 0856 3586114)

WISATA ANAK SEHAT


Anak-anak adalah usia penting dan kritis karena mereka sedang mengalami tumbuh kembang fisik, mental, dan psikososial, yang berjalan sedemikian cepat. Keberhasilan tahun-tahun pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak. Memberikan anak informasi kesehatan dasar dan melibatkan anak ke dalam kegiatan yang positif adalah salah satu tugas bersama pendidik dan pengelola pelayanan kesehatan agar anak memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang baik bagi masa dpean mereka.

Secara dini anak perlu dikenalkan dengan perilaku hidup bersih-sehat dan bersosialisasi dengan teman sebaya untuk membangun kesadaran hidup sehat dan menepis ketakutan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Tujuan yg ingin dicapai dari wisata anak sehat adalah agar anak-anak memiliki pengetahuan kesehatan dan dapat mempraktekkan kegiatan hidup bersih dan sehat dalam sehari-hari sesuai kebutuhan usia mereka, misalnya: bagaimana menggosok gigi yang benar, bagaimana mencuci tangan yang benar, serta agar anak-anak memiliki anggapan/persepsi bahwa pemeriksaan atau pelayanan kesehatan bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi justru menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan.
Acara pertama adalah perrkenalan, dimana anak, orang tua dan guru diterima pihak Puskesmas di ruang pertemuan (gedung lantai 2) yang kemudian diisi dengan menyanyi bersama, serta penyuluhan dan praktek cara cuci tangan yang benar, juga penyuluhan makanan sehat. Semuanya dilakukan dengan suasana riang gembira.
Acara dilanjutkan dengan Jalan-jalan ke Poli Gigi: melihat-lihat poli gigi yang bertujuan agar anak-anak tidak lagi takut untuk memeriksakan giginya dan tidak takut terhadap alat-alat gigi. Seperti ketika masuk ke Poli Gigi, petugas berperan seolah menjadi pramugari dan anak-anak mengantre untuk naik kursi pesawat (kursi gigi) yang kemudian dilakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi dan perawat gigi serta penyuluhan praktek cara sikat gigi yang benar.
Acara selanjutnya adalah pengenalan terhadap kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), jentik, nyamuk dewasa dan bagaimana menjaga lingkungan bebas dari jentik dan nyamuk. Acara terakhir penutup, diisi dengan acara bebas dengan suasana yang riang gembira.
Bekerja sama dengan beberapa PAUD dan TK, Puskesmas Mojoagung mengadakan wisata anak sehat dimana kegiatan ini dapat dilakukan pada jam kerja, dengan terlebih dahulu pihak sekolah berkoordinasi dengan petugas Puskesmas atau menghubungi nomer kantor (0321-495048).

foto kegiatan:

IMG_0805IMG_0808

Taut

Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung


Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung

Kamis 7 Nopember 2014 puskesmas Mojoagung mendapatkan kunjungan bimbingan sekaligus monitoring-evaluasi pelaksanaan klinik IMS (infeksi menular seksual)-VCT (Voluntary Counseling Test) oleh Dr. Hardini Indarwati SH,MH.Kes. dan Tim Dinas Kesehatan Jombang. Dalam pertemuan dibahas mengenai beberapa isu penting terkait HIV-AIDS sebagai berikut: 1. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat dan memerlukan perhatian khusus karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. Sesuai dengan Permenkes nomor 51/2013 tentang pedoman pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak maka pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak merupakan salah satu upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada fasilitas kesehatan. 2. Tuberkulosis (TB) dan HIV-AIDS. TB saat ini sudah menjadi kedaruratan global. TB di populasi dgn prevalensi HIV yg tinggi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di antara orang dengan HIV-AIDS (ODHA). TB dan HIV-AIDS merupakan penyakit yang sama-sama menimbulkan stigma dan juga merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang. TB mempercepat perjalanan infeksi HIV dimana ODHA dengan infeksi TB mempunyai risiko kematian 4 kali lebih besar dengan hanya jika menderita TB sendiri, selain itu HIV merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan TB aktif. TB m erupakan Iinfeksi oportunistik terbanyak dan penyebab kematian utama pada ODHA dan bahwa 40 % kematian ODHA terkait dengan TB. Atas pertimbangan beberapa hal tersebut maka diberikan Penawaran Tes HIV, yang diberlakukan pada seluruh pasien TB tanpa memandang faktor risiko HIV sebagaimana Permenkes 21/2013. 3. Pajanan pada Kecelakaan Kerja. Petugas kesehatan maupun orang lain di sekitar ODHA berisiko terkena pajanan. Adapun pajanan dapat berupa 1) Perlukaan kulit 2) Pajanan pada selaput mukosa 3) Pajanan melalui kulit yang luka 4) Gigitan yang berdarah. Bahan Pajanan dapat berupa: 1) Darah 2) Cairan bercampur darah yang kasat mata 3) Cairan yang potensial terinfeksi: semen, cairan vagina, cairan serebrospinal, c. sinovia, c. pleura, c peritoneal, c. perickardial, c. amnion 4) Virus yang terkonsentrasi Tatalaksana Pajanan: 1) Jangan Panik tetapi harus diselesaikan dalam <4 jam 2) Segera lakukan: – Bila terjadi luka tusuk maka bilas air mengalir dan sabun / antiseptik – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mulut maka ludahkan dan kumur – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mata maka irigasi dg air / garam fisiologis – Bila Pajanan terjadi pada mukosa hidung maka hembuskan keluar dan bersihkan dengan air – Jangan dihisap dengan mulut, – Jangan ditekan – Disinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan salah satu: a. Betadine (povidone iodine 2.5%) selama 5 mnt b. Alcohol 70% selama 3 mnt 3) Pertimbangan Profilaksis Pasca Pajanan (PPP), Didasarkan – Derajat pajanan – Status infeksi dari sumber pajanan – Ketersediaan obat PPP Pada orang yang terpajan harus diberikan Konseling, Tindak lanjut dan Evaluasi.   Foto Kegiatan Bimbingan dan Monev Klinik IMS-VCT Puskesmas Mojoagung P Zainul VCT     Bimbingan Klinik IMS-VCTIMG_0710 @dari berbagai sumber

Mencegah dengan Lebih Memahami HIV-AIDS


 

Hari AIDS diperingati setiap 1 Desember. Gambaran temuan kasus HIV-AIDS adalah serupa fenomena gunung es. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan September 2014, HIV-AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat sehingga menjadi ancaman yang potensial, karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. 21,103 ibu hamil yang menjalani tes HIV, 534 (2,5%) diantaranya positif HIV (Kemnenkes 2011).
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami infeksi seumur hidup. Kebanyakan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap asimptomatik yaitu tanpa tanda dan gejala, untuk jangka waktu lama. Namun mereka telah dapat menulari orang lain.
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV, merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV berjalan sangat progresif sehingga penderita tidak dapat menahan serangan infeksi jamur, bakteri atau virus. Kebanyakan orang dengan HIV akan meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul bila tidak mendapatkan pengobatan.
Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu dimana tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun.

Gejala-gejala awal dapat terjadi sebagai berikut:
– Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan
– Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
– Diare kronis. Pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria, Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
– Batuk berekepanjangan. Esofagitis / peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Hal ini terjadi karena infeksi jamur (kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo) atau pada kasus yang jarang, dapat disebabkan oleh mikobakteria.
– Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha).
– Sakit kepala, Sulit berkonsentrasi, Respon anggota gerak melambat, Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki.
– Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
– Infeksi jaringan kulit rambut
– Kulit kering dengan bercak-bercak
Sistem tahapan infeksi WHO
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis (TB).
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

Cara Penularan
1) Hubungan seksual; merupakan cara penularan terbanyak.
2) Pajanan oleh darah, produk darah atau organ dan jaringan yang terinfeksi; misalnya penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun, donor yang tidak melalui uji saring, atau penggunaan alat medis yang dapat menembus kulit, dan proses transplantasi organ.
3) Penularan dari ibu ke anak

HIV tidak ditularkan melalui:
– bersalaman, berpelukan, bersentuhan atau berciuman;
– penggunaan toilet umum, kolam renang, alat makan atau minum secara
bersama;
– gigitan serangga seperti nyamuk dan lain lain

Pencegahan HIV-AIDS dengan ABCD
A = Abstinence: artinya Absen seks, yaitu tidak melakukan seks bagi orang yang belum menikah dan menghindari seks bebas.
B = Be faithfull: Bersikap saling setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan)
C = us Condom : Cegah penularan HIV melalui hubungan seks dengan mengunakan kondom. Penggunaan kondom dapat mencegah interaksi cairan kelamin sehingga penularan virus dapat diminimalisasi.
D = Drug No: Dilarang menggunakan narkoba.

Berikut adalah data seputar HIV-AIDS (sumber Ditjen PP & PL Kemenkes RI , 17 Oktober 2014)
1. Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2014 sebanyak 150.296.
Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan September 2014 sebanyak 55.799 orang.
2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (32.782), diikuti Jawa Timur (19.249), Papua (16.051), Jawa Barat (13.507) dan Bali (9.637)
3. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada
– kelompok umur 20-29 tahun (32,9%), kemudian diikuti
– kelompok umur 30-39 tahun (28,5%),
– kelompok umur 40-49 tahun (10,7%),
– kelompok umur 50-59 tahun (3,4%), dan
– kelompok umur 15-19 (3,1%).
4. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 54% dan perempuan 29%. Sementara itu 17% tidak melaporkan jenis kelamin.
5. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada :
– ibu rumah tangga (6.539), diikuti
– wiraswasta (6.203),
– tenaga non-profesional/karyawan (5.638),
– petani/peternak/nelayan (2.324),
– buruh kasar (2.169),
– penjaja seks (2.052),
– pegawai negeri sipil (1.658), dan
– anak sekolah/mahasiswa (1.295).
6. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.184), Jawa Timur (8.976), DKI Jakarta (7.477), Bali (4.261), Jawa Barat (4.191), Jawa Tengah (3.767), Papua Barat (1.734), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.573).
7. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (61,5%), penasun (15,2%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
8. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 0,46% pada bulan September tahun 2014

 

Dengan lebih memahami HIV-AIDS, mari bersama-sama mencegah HIV-AIDS berkembang di tengah-tengah kita

@diolah, dari berbagai sumber

Hari Menanam Pohon Indonesia


https://i0.wp.com/www.dw.de/image/0,,2444302_4,00.jpg

Hari Menanam Pohon Indonesia jatuh pada setiap tanggal 28 November. Hari Menanam Pohon ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, bersamaan dengan penetapan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional.
Berikut adalah beberapa manfaat pohon:
1. Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi Karbondioksida melalui fotosintesis. O2 diperlukan mahluk hidup untuk bernafas sementara CO2 adalah gas yang sangat beracun. Bila dalam jumlah yang berlebihan, akan menimbulkan efek rumah kaca. Berdasarkan penelitian, pohon menghasilkan O2 sebanyak 1/2 Kg/Hari/Pohon; dan setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2.
2. Menahan Laju Air dan Erosi. Menurut penelitian, hutan mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60-80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah. Selain dapat menahan laju air, akar pohon berfungsi erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan.
3. Menjaga Kesuburan Tanah. Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus dan subur menjadi tergerus sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah. Bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, saat hujan turun, butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan tanah, tetapi ditahan oleh daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi gaya gerus air terhadap tanah.
4. Lingkungan Menjadi Nyaman. Lingkungan yang rindang dan banyak ditumbuhi pepohonan akan terasa lebih nyaman, sejuk, mencegah kebisingan dan kepanasan, serta menambah indah pemandangan. Hal tersebut akibat proses evapotranspirasi pada tanaman dapat menyebabkan suhu di sekitarnya menjadi lebih rendah dan kadar kelembapannya meningkat.
5. Mengurangi Zat Pencemar Udara. Kegiatan pabrik, pembakaran mesin dll menghasilkan banyak asap yang mengandung CO2, sulfur dioksida dan asam sulfat, yang apabila bercampur dengan air hujan akan menghasilkan hujan asam yang membahayakan kesehatan kulit serta menimbulkan korosi.
6. Tempat tinggal berbagai jenis satwa, tempat satwa mencari makan, tempat satwa bermain, dan tempat satwa berkembang biak.

Menanam pohon perlu diajarkan sejak dini melalui sekolah maupun di rumah. Kebiasaan menanam pohon merupakan salah satu perwujudan sikap cinta lingkungan. Menanam pohon dapat mencegah banjir, mencegah tanah longsor dan memperindah lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan hasil penanaman baik berupa kayu maupun non kayu.

Mari selamatkan bumi dengan menanam pohon.

@diolah, dari berbagai sumber

 

Deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA Dan Pengobatan Krioterapi di Puskesmas Mojoagung


Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan kanker terbanyak yang diderita perempuan di Indonesia. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meninggal. Keadaan ini berbeda dengan di negara maju, umumnya kanker serviks sudah menurun jumlahnya berkat program skrining kanker serviks. Di Indonesia masalah banyaknya kasus kanker serviks diperburuk lagi dengan banyaknya kasus (>70%) yang sudah berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit

Banyak faktor yang berkaitan dengan Ca Cervix beragam namun yang paling sering dihubungkan adalah adanya infeksi HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik, tipe 16 dan 18, yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat dan juga kontak tubuh lainnya.

Gejala dari kanker serviks:
Pada kanker serviks stadium awal, tidak ada gejala yang jelas. Seiring berjalannya penyakit, gejala-gejala secara muncul bertahap dikaitkan dengan gejala sistemik. Tiga gejala khas dari Ca serviks:
a) perdarahan vagina, terutama setelah berhubungan seksual.
b) keputihan abnormal yaitu keputihan yang berbau, berwarna, berdarah atau bernanah.
c) Nyeri pada pinggang dan perut.

Faktor risiko terjadinya kanker leher rahim di antaranya :
a) Kawin usia muda (dibawah 20 tahun)
b) Berganti-ganti pasangan seksual
c) Infeksi pada kelamin (Infeksi Menular Seksual)
d) Banyak melahirkan anak
e) Merokok
f) Kekurangan vitamin A, C, atau E

Deteksi Ca Cerviks
Deteksi dini dapat dilakukan melalui papsmear atau IVA. Inspeksi visual asam (IVA) adalah deteksi dini kanker leher rahim alternatif selain pap smear untuk memeriksa daerah yang tidak bisa dijangkau oleh pap smear. IVA dilakukan dengan cara mengolesi leher rahim dengan asam asetat, untuk melihat tanda-tanda lesi prakanker (tahapan sel-sel berubah menjadi sel-sel buruk yang berpotensi menjadi kanker). Hasil IVA bisa dilihat langsung saat itu juga sehingga dapat diambil keputusan cepat mengenai penatalaksanaannya. Selain mudah dan terjangkau, IVA juga memiliki akurasi yang sangat tinggi (90%) dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker.
IVA harus dikerjakan oleh dokter atau bidan yang sudah mendapat training. Sejak tahun 2011 dokter maupun bidan di Puskesmas Mojoagung sudah mendapatkan training IVA dan krioterapi. Dan Puskesmas Mojoagung melayani IVA dan krioterapi sejak tahun 2011 disamping melayani pemeriksaan pap smear melalui kerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jombang.
Data kunjungan IVA dan krioterapi di Puskesmas Mojoagung menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Bahwa animo masyarakat meningkat dari tahun ke tahun, yang artinya semakin banyak masyarakat yang sadar perlunya pemeriksaan dan penanganan secara dini kanker serviks. Adanya pelayanan IVA dan krioterapi pada akhirnya akan menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks.
Jadwal Skrining IVA Menurut WHO
Skrining seharusnya dilakukan pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun. Kalau fasilitas memungkinkan maka dilakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun. Kalau fasilitas tersedia lebih maka dilakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun. Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang cukup signifikan. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun.
Pada hasil IVA positif, artinya Jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), maka dapat diobati dengan krioterapi. Yaitu pengobatan dengan pendinginan (gas dingin) dimana memiliki efek samping yang ringan dan mudah diatasi.

Bersama Puskesmas Mojoagung, mari kita bebaskan perempuan dari ancaman kanker leher rahim.

>upload by: dr eyik

>diolah, dari berbagai sumber

Penyakit virus Ebola


Virus-EbolaVirus ebola sekarang sudah menjadi momok mematikan warga masyarakat dunia. Virus ini sangat mematikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Bahkan para dokter dan perawat harus menggunakan pengamanan ekstra untuk pakaian dan semua alat medis agar tidak tertular korban Ebola. Virus ini merebak di Afrika. Apakah akan masuk ke Indonesia? Belum ada yang tahu. Hanya saja, pemerintah sudah memberikan travel warning bagi para jamaah haji dan juga warga yang akan bepergian ke Afrika dan Arab.

 Virus-Ebola-Mematikan-Dunia

Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanyademam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.

Penyebab dan diagnosis

Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuhhewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar).[1] Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami.[2] Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malariakolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Proses penularan sehingga menyebabkan korban menderita virus ebola sangat sederhana.

Hanya cukup dengan kontak fisik. Baik bersentuhan dengan keringat, liur, dan cairan tubuh lainnya.

Dengan menyentuh dan atau memakan buah yang sudah tersentuh oleh korban.

Mitosnya di negara terinfeksi, hanya menyebut kata Ebola maka sudah bisa terinfeksi.

Namun belum ada bukti bahwa virus ini mampu menularkan lewat media udara seperti influenza. Yang paling berisiko terkena adalah pertama para tetangga, teman, saudara, keluarga korban. Kedua para tenaga medis yang menangani pasien.

Gejala Penderita Virus Ebola

Gejala awal yang diderita adalah pusing, nyeri, demam. Selanjutnya muncul ruam-ruam di tubuh korban lalu diikuti dengan diare dan muntah seperti biasa. Proses ini terjadi selama 8 sampai 10 hari. Fase kritis selanjutnya adalah separuh penderita mengalami kencing darah dan atau muntah darah.

Kenapa ebola bisa mematikan?

Puncak dari rentetan gejala virus ebola di atas adalah pembuluh darah mengeluarkan banyak cairan tubuh. Efeknya tekanan darah menurun drastis sehingga semua organ penting seperti jantung, hati, ginjal, otak berhenti bekerja.

pencegahan

Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.[1]

Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena.[1] Penyakit ini memiliki tingkat kematianyang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.[1][3] EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara.[1] Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi.[1][4] Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda GuyanaSierra Leone,Liberia dan kemungkinan Nigeria.[5][6] Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi.[7] Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin, namun belum membuahkan hasil.

Virus Ebola di Indonesia ????

Seorang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dirawat intensif di Rumah Sakit Umum dr Soedono Madiun karena diduga kuat suspect virus ebola. Ia mengalami gejala serupa seperti penyakit malaria, yakni panas tinggi, sakit kepala yang diikuti mual-mual, muntah, dan diare.

“Pasien itu mulai kemarin malam menjalani perawatan medis di ruang isolasi rumah sakit dr Soedono. Kami dan para perawat menangangi pasien itu sebagai suspect ebola,” kata dr Syaiful Anwar, kepala bidang pelayanan medik Rumah Sakit dr Soedono Madiun, Jumat (31/10/2014).
Menurut Syaiful, pihaknya meyakini mantan TKI dari Afrika tersebut suspect virus ebola lantaran sebelumnya pasien tersebut sudah pernah menjalani perawatan di Afrika yakni di Nigeria sebelum pulang ke Indonesia. Apalagi disana ia bekerja di areal hutan yang merupakan daerah endemis virus ebola. Ia bekerja sebagai buruh penebangan kayu di negeri itu. Sebelum pulang ke Indonesia, ia terlebih dahulu dikarantina selama seminggu.

“Ia dikarantina selama seminggu sebelum pulang ke Indonesia itu karena kepalanya mengalami pusing-pusing dengan badannya panas tinggi disertai muntah-muntah,” ungkap Syaiful.
Kemudian, M begitu inisial yang ditengarai suspect virus ebola ini dikarantina selama sehari begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Dan sesampai di rumahnya di Kecamatan Gemarang, Madiun, ia kembali merasakan tubuhnya mendadak panas dan muntah-muntah lagi.

“Karena keluarganya takut akan keadannya yang memburuk, ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit dr. Soedono ini,” ungkap Syaiful seraya kini hendak merujuknya ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya karena di rumah sakit ini yang lebih mumpuni dalam penanganan virus ebola ini. (http://news.metrotvnews.com/)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Adhi Laksono mengatakan, pasien yang diduga idap virus ebola yang kini dirawat di RSUD Pelem sudah menjalani pemeriksaan spesimen yang ketiga. Pengambilan spesimen tersebut sudah dilakukan secara berturut-turut sejak pasien yang dirahasiakan identitasnya itu masuk rumah sakit Jum’at lalu.

Prosedurnya, pemeriksaan spesimen dilakukan sebanyak tiga kali untuk menguji hasilnya.

“Spesimen yang ketiga baru diambil tadi (dari pasien) untuk jalani uji lab,” kata Adhi Laksono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri saat dihubungi, Minggu (2/11/2014) malam.

Pemeriksaan hingga tiga kali itu, dia menambahkan, merupakan standar pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya virus yang tengah menjadi ancaman global itu. Sementara untuk hasil pemeriksaan spesimen yang pertama maupun yang kedua, dia mengaku belum mengetahuinya.

Begitu pula perihal perkembangan kekinian pasien, Adhi menyatakan tidak mempunyai kewenangan menyampaikan.

“Untuk kondisi pasien silahkan tanya rumah sakit,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Pelem di Kabupaten Kediri merawat seorang pasien berjenis kelamin laki-laki yang diduga mengidap virus ebola. Pasien asal Kabupaten Kediri itu pertama kali datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri telan disertai demam.

Dari riwayat pasien yang diketahui baru pulang dari bekerja di negara Liberia, pihak rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menempatkannya pada ruang isolasi. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pelem, dr.Widiastomo, saat dikonfirmasi wartawan menyebut kondisi pasien sudah mulai membaik namun masih menjalani perawatan diruang isolasi. Sedangkan untuk kepastian virus ebola masih menunggu hasil uji lab. (http://regional.kompas.com/)

Sumber          : dikutip dari berbagai media

Upload           : Aziz

10 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa


10 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa

Tubuh yang sehat memerlukan jiwa yang sehat dan juga sebaliknya. Banyaknya stresor dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami berbagai gangguan kejiwaan. Hidup perlu harmonis dan dikelola dengan baik agar kita sehat jasmani rohani.
Menurut WHO, kesehatan jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak adanya gangguan jiwa melainkan mengandung berbagai karakteristik yang bersifat positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.
Berikut tips menjaga kesehatan jiwa:
1. Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan. Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menemukan fakta bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Olahraga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, ketahanan otak, dan mempengaruhi hormon endogenous opioids salah satunya ialah beta-endorphin, yang dapat mengurangi perasaan nyeri, menambah daya ingat, menormalkan selera, seks, tekanan darah dan ventilasi. Saat berolahraga, kelenjar pitutiari menambah produk beta-endorphin; dan sebagai hasilnya konsentrasi beta-endorphin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak, sehingga mengurangi nyeri, cemas, depresi dan perasaan letih. Olahraga juga meingkatkan gelombang alfa, dan dapat memperlancarkan brain neurotransmitter dengan menaikkan tingkat norepinephrine, dopamine, dan serotonin di dalam otak, dimana akan mengurangi depresi. Telah terbukti bahwa penyalur saraf otak seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5 – HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.
2. Ekspresikan cinta. Mencurahkan cinta kasih adalah kunci kebahagiaan mencurahkan cinta perlu dilakukan dengan tepat baik waktu, tempat dan orang yang dituju seperti pasangan, anak, dan keluarga. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih bermakna dan ketika kehadiran kita diharapkan akan menumbuhkan perasaan bahagia. Dengan mengekspresikan perasaan cinta maka terjadi ventilasi yang akan mendatangkan perasaan diterima dan bahagia.
3. Kurangi Menonton Televisi, Video/Online dan Game. Menonton televisi, film atau bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Kekerasan dalam tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, memicu depresi dan mempengaruhi respon emosi kita. Setelah melihat begitu banyak kekerasan, kita bisa tidak lagi mengenalinya sebagai kekerasan dan menganggap kekerasan atau ketidakseimbangan adalah hal yang wajar tanpa kita sadari. Kilasan iklan televisi juga dapat menyebabkan indera dan otak kita overload dan kelelahan. Jika menonton film, pilihlah yang menghibur dan positif.
4. Miliki Hobi yang positif. Setelah bekerja rutin seseorang perlu hobi untuk membangun kegembiraan dengan cara yang positif. Misalnya memelihara ayam, burung, ikan, mengurus bunga atau tanaman, melukis, memasak, bermain musik dan lain sebagainya. Bahkan mendengarkan musik saja, terutama yang lembut dan menyejukkan dapat menyeimbangkan proses kimiawi di otak kita.
5. Mendekatkan diri pada Tuhan. Berdoa secara rutin dapat memenuhi kebutuhan rohani yang merupakan komponen vital dalam kesejahteraan jiwa. Mengabaikan kebutuhan spiritual membuat jiwa kita gelisah dan tidak tenang. Berdoa merupakan sarana yang efektif dalam mencegah dan memerangi masalah-masalah kesehatan mental.
6. Rekreasi di luar rumah. Perlu mencari suasana baru yang berbeda dan di luar rutinitas dengan menghabiskan waktu di alam. “Terapi hijau” dengan melihat pemandangan sawah, gunung, danau dan sebagainya bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menemukan kesejukan dan menenangkan pikiran dan membebaskan dari pikiran negatif.
7. Miliki Teman. Teman adalah tempat terbaik untuk berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang saling memberikan dukungan merupakan hal yang dibutuhkan. Pilihlah teman yang dapat dipercaya sehingga persahabatan mendatangkan kebahagiaan.
8. Keseimbangan makanan. Menjaga makanan yang sehat dan mulai mengatur makanan dengan memperbanyak buah dan sayuran. Makanan yang keliru dapat memperburuk gejala berbagai penyakit termasuk autisme, skizofrenia, depresi, kecemasan dan serangan panik. Makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan mental yang baik adalah buah dan sayuran dan makanan yang mengandung asam lemak esensial, seperti ikan belida, tongkol, labu dan kacang-kacangan. Susu dan coklat juga dipercaya menimbulkan efek menenangkan pikiran.
9. Hindari pornografi. Rangsangan seksual pornografi dapat berkontribusi pada tumbuhnya kekosongan emosional yang dapat menyebabkan depresi, gangguan bipolar serta kesehatan mental lainnya. Hanya hubungan seksual dengan pasangan yang sah dan saling mengasihilah yang dapat mengisi kebutuhan fisik dan emosional kita.
10. Membaca dan membaca. Salah satu cara menjaga pikiran agar selalu aktif adalah dengan membaca. Membaca bisa menjadi kegiatan penguatan mental, terutama jika kita fokus pada bacaan yang positif. Membaca buku biografi, kisah-kisah inspiratif, novel dan puisi dapat bermanfaat bagi kesehatan mental Anda.

Diolah, dari berbagai sumber.

Kunjungan Mr. Hashimoto-Kobe University Japan


photo(2)Senin 13 Oktober 2014 Mr Masayoshi Hashimoto dari Family Medicine Department and Community Medicine, Fakultas Kedokteran Universitas Kobe Jepang beserta staf mengadakan kunjungan ke Puskesmas Mojoagung. Kunjungan Mr. Hashimoto dimaksudkan khusus untuk melihat pelaksanaan Community Medicine (CM) yang dilaksanakan Puskesmas Mojoagung termasuk bagaimana Puskesmas Mojoagung melaksanakan UKP dan UKM nya.
Mr Hashimoto bersama Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Biro Kesehatan Masyarakat melihat pelaksanaan Posyandu. Kemudian para tamu berkunjung melihat pelayanan di Poli rawat jalan, Rawat Inap, Poli gizi khususnya TFC (Therapeutic Feeding Centre), Poli Sanitasi dan Poli Akupuntur. Khusus saat di rawat inap Mr Hashimoto berbincang mengenai penderita TB karena ternyata menurut Mr. Hashimoto, Jepang pun belum bebas dari TB. Lalu Mr Hashimoto menanyakan apa saja peran CM pada pasien TB serta keterlibatan mahasiswa FK yang sedang praktek lapangan di Puskesmas Mojoagung.
Dalam Community Medicine khususnya kerjasama FK Unair-Dinkes Kab. Jombang, mahasiswa co-ass yang berada di Puskesmas Mojoagung juga praktek lapangan dengan melakukan home visit pd pasien TB bersama petugas Puskesmas, dan saat home visit juga diberikan penyuluhan pada pasien&keluarga terutama memotivasi PMO (pengawas minum obat).
Mr. Hashimoto juga tertarik pada poli akupuntur yg merupakan salah satu keunikan Puskesmas Mojoagung karena dapat mengembangan poli khusus berbasis pengetahuan komplementer. Mr Hashimoto dan tim juga terkesan tentang TFC dimana pada pasien rawat inap, kebutuhan gizi yang diberikan dilakukan khusus, yakni disesuaikan dengan penyakit yang diderita sehingga membantu pemulihan kesehatannya.
Terimakasi atas kunjungannya, selamat jalan Mr. Hashimoto.

PERSIAPAN MUDIK LEBARAN 2013


Hari Raya Idul Fitri sudah dekat. Seperti tahun-tahun sebelumnya sebagian besar masyarakat Indonesia melaksanakan tradisi Mudik lebaran untuk dapat bersilahturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman. Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono,  jumlah pemudik tahun 2013 diperkirakan 24 juta orang. Sekitar 55 persen menggunakan kendaraan pribadi, 45 persen menggunakan angkutan umum. Dari 24 juta itu sekitar 82,5 persen menggunakan moda berbasis jalan atau road base. Dengan Jumlah Pemudik yang begitu besar maka kemungkinan resiko kecelakaan juga meningkat. pada mudik lebaran periode tahun 2012 terdapat 5.233 kasus Kecelakaan. Bagaimana agar Tradisi Mudik anda dapat berjalan dengan nyaman dan aman sehingga dapat berkumpul dengan saudara untuk menyambut lebaran? berikut beberapa tips Mudik aman untuk anda :

Untuk para pengemudi :

– Siapkan fisik yang prima. Jangan paksakan diri kalau dalam kondisi tubuh  kurang fit. Caranya periksa kesehatan sebelum  mengemudi

– Hindari penggunaan obat keras dan alkohol ataupun obat penambah energi tidak disarankan.

– Jangan berkendara terlalu lama. Idealnya pengemudi beristirahat setiap empat  jam perjalanan.

– Siapkan obat-obatan P3K dalam kendaraan. Bila merasa sakit segera  manfaatkan Pos Kesehatan yang ada.

– Hati-hati mengemudi  saat cuaca buruk dan tetap disiplin dalam mengemudi dan patuhi rambu lalu lintas.

Untuk para penumpang :

– Persiapkan fisik yang prima, caranya dengan pemeriksaan  kesehatan sebelum perjalanan,

– Bawa makanan dan minuman yang cukup untuk pejalanan juga siapkan obat-obat pribadi.
– Istirahat  cukup dalam perjalanan. Bila sakit,  manfaatkan pos kesehatan

– Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan jangan buang sampah sembarangan

– Waspadai tindak kejahatan  pembiusan dan tolak  pemberian makanan dan minuman  orang tak dikenal.

Selain itu untuk mengurangi resiko di jalan raya selama mudik lebaran, maka para pemudik disarankan untuk menggunakan kendaraan umum dan menghindari mudik dengan motor.

Semoga perjalanan mudik anda menyenangkan dan selamat sampai tujuan sehingga dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Selamat Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Lebaran 2

Kegiatan POSBINDU-PTM di Puskesmas Mojoagung


GambarGambar

Dalam rangka memantau kesehatan Karyawan menjelang Hari Raya dan demi menyukseskan program pemerintah untuk menekan perkembangan Penyakit Tidak Menular (PTM), maka pada Hari Jumat Tanggal 2 Agustus 2013 Puskesmas Mojoagung menyelengarakan kegiatan POSBINDU-PTM. Kegiatan POSBINDU-PTM di Puskesmas Mojoagung antara lain :

A. Mengisi Biodata dan Riwayat Penyakit di KMS POSBINDU-PTM

Gambar

Gambar Gambar

B. Pengukuran Indeks Massa Tubuh ( BB, TB, & Lingkar Perut)

Gambar

C. Pengukuran Tekanan Darah

Gambar

D. Pengambilan Sampel Darah untuk Uji Lab

Gambar

E. Pencatatan Hasil Pemerikasaan ke Dalam KMS POSBIDU-PTM

Gambar

Semua Karyawan sangat antusias mengikuti kegiatan ini walaupun ada beberapa yang takut dengan jarum suntik hahahaha :D

Gambar  Gambar

Semoga acara ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan agar dapat menjadi contoh bagi satuan kerja yang lain untuk melakukan kegiatan POSBINDU-PTM di tempatnya masing-masing sehingga dapat menekan angka Penyakit Tidak Menular dan dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Upload oleh : Arief Firman W. S.KM

SOSIALISASI POSBINDU PTM DI KECAMATAN MOJOAGUNG


GambarGambar

Pada acara Lintas sektor yang diadakan di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad.M.Kes, selaku Kepala UPTD Puskesmas Mojoagung,  menyampaiakan masalah Penyakit Tidak Menular serta  pencegahannya melalui kegiatan Posbindu PTM. Penyakit Tidak Menular atau disebut dengan PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan orang ke orang. 90% kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia serta Lebih dari  70% penderita penyakit tidak menular tidak tahu kalau dirinya sakit dan 30%nya tidak berobat secara teratur. Menurut WHO terdapat 4 (empat) jenis penyakit tidak menular antara lain, penyakit Kardiovaskular (serangan jantung atau stroke), Kanker, Penyakit Pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) serta Diabetes.

Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, merokok, diet) dan konseling faktor risiko PTM yang dilakukan oleh dan untuk masyarakat secara rutin dan periodik . Posbindu PTM merupakan UKBM untuk mawas diri terhadap faktor risiko PTM pada populasi sehat (mengingat sebagian besar Faktor Resiko PTM tidak memberikan gejala), kemudian Kasus faktor risiko PTM yang ditemukan tetapi tidak dapat dikendalikan melalui konseling akan dirujuk ke fasilitas pelayanan dasar di masyarakat (Puskesmas, Klinik swasta, dan dokter keluarga).

Gambar

Adapun Tujuan & Manfaat Penyelenggaraan Kegiatan Posbindu PTM (5M) antara lain:

  1. Membudayakan Gaya Hidup Sehat  (berperilaku CERDIK) dalam lingkungan yg kondusif di rutinitas kehidupannya
  2. Mawas Diri sehingga Faktor risiko PTM yang kurang menimbulkan gejala secara bersamaan dapat terdeteksi & terkendali secara dini
  3. Metodologis & Bermakna secara klinis
  •  Kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara medis  
  •  Dilaksanakan oleh kader khusus dan bertanggung jawab yang telah mengikuti pelatihan metode deteksi dini atau edukator PPTM

   4. Mudah Dijangkau yaitu Diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal masyarakat/ lingkungan tempat kerja dengan jadual waktu yang disepakati

   5. Murah sehingga Dilakukan oleh masyarakat secara kolektif dengan biaya yang disepakati/sesuai kemampuan masyarakat

Dalam pelaksanaannya Posbindu juga menggunakan sistem 5 meja seperti dalam posyandu yang terdiri atas,

Gambar

Saat ini di Indonesia terdapat 1.114 Posbindu PTM yang tersebar di 29 Propinsi. Diharapkan di semua Kelurahan dapat menyelenggarakan kegiatan Posbindu PTM sebagai bentuk mawas diri dari masyarakat terhadap faktor risiko PTM serta di fasilitas umum seperti hotel, apotik, mall, perkantoran, terminal, pelabuhan dll Diharapkan dapat tersedia fasilitas penyelenggaraan kegiatan Posbindu PTM Sehingga masyarakat dapat selalu mawas diri terhadap faktor risiko PTM.

upload dan Foto : Arief Firman W. S.KM

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.