MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT)


Sebagai bagian dari kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dengan Universitas Airlangga, Puskesmas Mojoagung menjadi salah satu Puskesmas tempat mahasiswa Kedokteran melakukan praktek community medicine (CM). Rangkaian kegiatan kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas AIrlangga Surabaya dengan Puskesmas Mojoagung adalah pemberdayaan masyarakat dalam menuju lansia sehat.
Saat ini di Puskesmas Mojoagung terdapat paguyuban komunitas masyarakat yang tergabung dalam PROLANIS ( Program Pengelolaan Penyakit kronis). PROLANIS diadakan secara bulanan yang diadakan setiap kamis minggu terakhir, kegiatan meliputi perkumpulan penderita penyakit kronis (Kencing Manis, Hipertensi, Stroke), senam bersama, penyuluhan oleh tenaga kesehatan Puskesmas, diskusi, ngobrol santai dan saling berbagi antar penderita, pemeriksaan kesehatan dasar (berat badan, tensi, nadi, lingkar perut) pemeriksaan profil kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat serta konsultasi dokter, konsultasi ahli gizi, konsultasi lingkungan sehat dan lain sebagainya.
Sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang menjadi pusat skrining (deteksi dini) Penyakit tidak menular yang dilakukan masyarakat yang sudah dilatih oleh Puskesmas Mojoagung. POSBINDU PTM saat ini sudah ada di Kantor kecamatan Mojoagung dan tersebar juga di beberapa desa di Mojoagung.
Kegiatan community medicine yang diadakan mahasiswa selama 3 minggu berfokus pada penyakit katarak dan lansia. Hal ini sesuai karena puskesmas Mojoagung merupakan salah satu Puskesmas yang memiliki Poli Mata dan Peduli Lansia lewat PROLANIS dan POSBINDU PTM.
Kegiatan CM pada dokter muda Unair diarahkan oleh kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. menjadi sebuah kegiatan terintegrasi ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Baik itu berupa kegiatan survey, pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan mata, pemeriksaan profile kejiwaan dan emosi lansia serta konsultasi medis.

Kegiatan para dokter muda dibimbing di lapangan oleh dr. Diani Arisandhi. mulai melakukan survey, pemeriksaan kesehatan, Focus Group Discussion (FGD) dan hingga perencanaan pembentukan komunitas.
Puncak kegiatan kerjasama CM FK Unair dan Puskesmas Mojoagung adalah pembentukan komunitas MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT). Katarak menjadi perhatian utama karena:
1. Katarak undercover: angka katarak lansia secara riil lebih tinggi dari Riskesdas
2. Behnd The Truth: faktor risiko katarak belum disadari masyarakat
3. Katarak dapat disembuhkan dengan operasi
4. Waspada menjamurnya klinik illegal termasuk yang menawarkan pengobatan tanpa bukti ilmiah
Harapan dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. ke depan adalah bahwa Pembentukan komunitas peduli katarak (MOJOAGUNG EBRKHASIAT) merupakan kegiatan yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Dimana kegiatan Komunitas peduli katarak ini meliputi:
1. Mencanangkan bulan katarak Jombang
2. Skrining massal katarak pada bulan katarak jombang
3. Menyusun daftar tunggu (waiting list) pasien katarak yang belum tercover BPJS dan menghubungkannya dengan oenyelenggara operasi gratis katark massal
4. Mengkoordinasi pihak-pihak untuk operasi gratis katarak massal
5. Advokasi pasien katarak untuk pembiayaan melalui BPJS
6. Advokasi dan koordinasi dengan Bupati Jombang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, IDI, IBI, PKFI, PERDAMI, Camat, Lurah, dan seluruh stake holder.
Penanda tanganan MoU dan pembentukan komunitas katarak dihadiri oleh seluruh stake holder, selain mahasiwa DM FK UNAIR, juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Camat Mojaogung, Kepala Puskesmas Mojoagung, BPJS cabang Jombang, IDI, IBI, PKFI PKFI (Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia), perwakilan Kapolsek Mojoagung, perwakilan Danramil Mojoagung, dan tokoh masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan deteksi dini katarak untuk kader kesehatan lansia dan pembagian buku saku katarak dan sertifikat. Perwakilan mahasiswa FK Unair Ricardo Adrian nugraha dan Devianty Octavia menyebutkan bahwa hasil survey menunjukkan risiko katarak terbanyak karena penyakit kencing manis dan usia lanjut. Oleh karenanya diberikan pemahaman kepada kader kesehatan tentang pentingnya mengelola faktor risiko katarak.

Bravo Dokter Muda FK Unair!

Bravo Puskesmas Mojoagung!

Bravo Kader Kesehatan!

 

Sebagian Foto Kegiatan

IMG_3564

Moja Berkhasiat

Iklan

REFRESHING PENGOBATAN OBAT RASIONAL


Tim Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Puskesmas Mojoagung mengadakan refreshing Penggunaan obat rasional (POR) yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2015, dimana seluruh petugas kesehatan wajib hadir, yaitu dokter, bidan dan perawat.

Tim Diklat Puskesmas memiliki program setiap bulan mengadakan knowledge and skill sharing sesuai dengan hasil temuan permasalahan di lapangan. Dan kali ini diberikan materi refreshing POR.
Dra. Happy Yulianasari Apt. memberikan materi POR secara jelas dan sabar. Sementara seluruh audiens mendengarkan dengan seksama. Sesi diskusi berlangsung di sela-sela pemberian materi.

Trimakasih tim diklat, trimakasih mbak happy.. bersama terus berbuat kebaikan dan manfaat untuk masyarakat.

Sebagaimana kata Einstein, kerja keras bukanlah untuk mencapai sukses tetapi untuk sebuah nilai.

IMG_3269

IMG_3268

MEMBANGUN TIM YANG KOMPAK DENGAN OUTBOND GEMBIRA #Puskesmas Pilihanku


24 Mei merupakan hari yang tak akan terlupakan. Seluruh keluarga besar karyawan (KBK) Puskesmas Mojoagung ber’Outbond’ gembira di kawasan Ubaya Centre Trawas Mojokerto Jawa Timur.

Tujuan Outbond kali ini adalah membangun tim yang solid serta bagaimana agar dalam bekerja melayani masyarakat menuju sehat, tim selalu sehat, gembira dan bersemangat.

Kami meyakini bahwa kegembiraan adalah kunci segala persoalan. Apapun kendala yang dihadapi dalam pekerjaan, baik kendala teknis, administratif maupun yang bersifat pribadi sesungguhnya dapat diselesaikan apabila kita memandang segala sesuatunya dari sisi positif. Dalam menghadapi setiap perjalanan kita harus gembira karena dengan gembira maka pekerjaan akan selesai tanpa kita merasa lelah apalagi bosan.

Melayani masyarakat adalah pekerjaan yang menuntut stamina tinggi, karena dalam kondisi apapun petugas kesehatan wajib memberikan pelayanan prima dengan memberikan sapaan, salam dan senyum, serta berkomunikasi yang baik dengan pasien maupun dengan sesama rekan kerja.

Seperti biasa, Outbond diisi dengan permainan-permainan yang menuntut kerjasama, pembagian tugas yang tepat, kejujuran, tanggung jawab dan membangun kepercayaan satu sama lain.

Dengan outbond gembira mari Mewujudkan Puskesmas Mojoagung sebagai Puskesmas Pilihanku.

 

Sebagian Foto-Foto Kegiatan

IMG_2123IMG_2138Tim Outbon pak Andreon Tim Outbond 2 IMG_2156

Makna dan Hikmah Idul Fitri


Kartu Lebaran 1432 HFajar 1 Syawal 1435 H / 2014 M sebentar lagi akan tiba. Bersama-sama dengan umat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.
Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.
Makna Idu ftri

MaafHari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAWyang artinya :”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil.” (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian di atas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitria dalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.”

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan istilah “lebaran”. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.

Adapun terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat, dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT.

Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah. Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Dengan demikian ketupat ini hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa. Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan email.

Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi&Ibnu Majah) . “

Kini kita dengan rasa suka cita dan senang karena kita menyambut hari kemenagan disamping itu kita juga bercampur sedih, dan dengan linangan air mata bahagia kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfiroh dan Rahmat Allah SWT. Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang kita dapatkan. Kini bulan Ramadhan telah berlalu, tapi satu hal yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit dan akhlakiyah puasa Ramadhan, sehingga 1 Syawal harus menjadi Imtidad lanjutan Ramadhan dengan ibadah serta kesalehan sosial. Sebab Kata Syawal itu sendiri artinya peningkatan. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita.

Hikmah Idul Ffitri

Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.

Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.

Seorang muslim yang kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid (hamba Allah) yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya. Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan seterusnya.

Namun bila ketiga ciri fitrah tersebut tidak tampak pada diri seorang muslim mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, maka berarti latihan dan pendidikan puasa Ramadhan yang telah dilakukannya selama sebulan tidak berhasil, karena ia tidak mampu kembali kepada fitrahnya. Semoga dengan kembalinya semua warga masyarakat muslim di negeri ini kepada Fitrahnya, cita-cita Negara kita menjadi Negara yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi, Gemah merenah tur tuma’ninah dibawah ridha Allah SWT atau dengan istilah agama Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghoffur.

Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan. Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang mungkin banyak terdapat kotoran&noda seraya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT, selalu memberikan pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul Fitri tahun 2014 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena kita baru saja telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Walaupun kemarin beda pilihan itulah seninya berdemokrasi, mari merajut kembali dan maksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci.

Keluarga Besar Puskesmas Mojoagung, menghaturkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri – Mohon Maaf Lahir Batin”

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,50-id,53537-lang,id-c,esai-t,Makna+dan+Hikmah+Idul+Fitri-.phpx

Upload : Aziz

Puskesmas Mojoagung Sayang Bunda mengadakan “Pemeriksaan USG Gratis dan VCT bagi Ibu Hamil”


IMG_2070IMG_2071

Puskesmas Mojoagung pada senin 18 Mei 2015 mengadakan pemeriksaan gratis USG bagi ibu hamil bekerja sama dengan produsen susu Lovamil, susu bagi ibu hamil dan menyusui. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Puskesmas Mojoagung sebagai Puskesmas Pilihan dan Puskesmas Sayang Bunda. Beberapa kegiatan hari ini merupakan pelayanan khusus terhadap ibu hamil sebagai bagian dari Program Puskesmas Mojoagung Sayang Bunda yang meliputi:
1. Pemeriksaan fisik ibu hamil
2. Pemeriksaan fungsi jantung dan paru Ibu hamil oleh dokter
3. Pemeriksaan USG: USG sangat berguna untuk memantau kesehatan rahim serta Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi serta keadaan plasenta dalam kandungan.
4. Penyuluhan kesehatan
5. Konsultasi kesehatan dengan dokter
6. Pemeriksaan laboratorium:
– Golongan darah: dimana akan sangat membantu bila saat persalinan ibu membutuhkan bantuan transfusi maka sudah ada persiapan sebelumnya karena golongan darahnya telah diketahui)
– Hb/hemoglobin: untuk mengetahui secara pasti ada tidaknya anemia. Karena anemia pada ibu hamil akan berbahaya bagi bayi maupun ibu
– Tes HIV Aids melalui Voluntary Counseling Test (VCT) yaitu test HIV AIDS yang dilakukan secara sadar dan sukarela. Pemeriksaan HIV AIDS pada ibu hamil merupakan mata rantai penting dimulainya “PENCEGAHAN PENULARAN DARI IBU KE ANAK (PPIA)” sebagaimana Surat Edaran MENKES No.GK/menkes/001/1/2013 tentang layanan PPIA.
Pemeriksaan ini penting karena Bila ibu terinfeksi HIV maka risiko menjadi berlipat yaitu risiko pada ibu dan pada bayi yang kemungkinan besar akan tertular HIV AIDS juga. Pemeriksaan ibu hamil dapat memberi petunjuk secara dini bagaimana agar ibu dapat menjalani kehamilannya dengan sehat dan meminimalkan penularan pada bayi. Jika Ibu hamil positif HIV maka ibu akan mendapatkan konseling dan pengobatan, petugas akan membantu ibu dalam merencanakan persalinan yang aman dan infromasi agar menghindari menyusui supaya bayi tidak tertular.
Berdasarkan data Kemungkinan bayi tertular HIV dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen.
Sebanyak 160 ibu hamil melakukan pemeriksaan, mereka berasal dari berbagai wilayah sekitar Mojoagung. Ibu hamil sangat antusias mengikuti semua kegiatan karena mereka tahu manfaatnya, terdapat tayangan film yang diputar berisi proses kehamilan. Tayangan ini sangat menyentuh sehingga ibu hamil tampak seksama menyaksikannya. Petugas Puskesmas, kru Lovamil dan lintas sektor melayani dengan hangat dan ramah Sehingga ibu hamil merasa nyaman.
Acara terlaksana dengan tertib dan lancar karena kerjasama semua pihak mulai loket hingga selesai pelayanan. Loket antrian dibuat khusus agar pelayanan bisa berjalan cepat, pemeriksaan jantung&paru dilaksanakan di ruang Kesehatan Ibu Anak (KIA), VCT dilakukan di Klinik IMS-VCT dan pemeriksaan USG dilaksanakan di mobil pelayanan medis yang disediakan Lovamil.

Info Layanan

Klinik VCT dibuka setiap hari di Puskesmas Mojoagung

 

Mengontrol si manis Diabetes


Transfer-Factor-Untuk-Diabetes

Pentingnya tau tentang Diabetes Melitus

Anda mengenal Diabetes Melitus (DM) ? Bahwa 350 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit diabetes dan Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda. Namun DM merupakan penyakit yang dapat dicegah, untuk mencegahnya mari kita mengenalinya lebih jauh.
Diabetes melitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
• defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.[2]
• defisiensi transporter glukosa.
• atau keduanya.
Glukosa adalah karbo hidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu).
Diabetes Melitus (DM) dibagi menjadi beberapa tipe. DM tipe I biasanya menimbulkan gejala sebelum usia pasien 30 tahun dan penderita memerlukan insulin dari luar tubuhnya untuk kelangsungan hidupnya. DM tipe II biasanya dialami saat pasien berusia 30 tahun atau lebih, dan pasien tidak tergantung terhadap insulin dari luar tubuh, kecuali dalam keadaan tertentu. Tipe DM lainnya adalah DM gestasional, yaitu DM yang terjadi pada ibu hamil akibat gangguan toleransi glukosa.

Faktor risiko diabetes:
• Kelompok usia 45 tahun ke atas
• Obesitas
• Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit diabetes.
• Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram.
• Riwayat DM pada kehamilan.
• Kurang aktivitas fisik
• Dislipidemia (HDL 250 mg/dl.
• Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu).

Gejala-tanda
Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah turunnya berat badan, polyuria (sering berkemih), polydipsia (sering haus), dan polyphagia (sering lapar). Gejala-gejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.
Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar gula darah, yakni gula darah setelah puasa 8 jam atau gula darah sewaktu.
Saat ini jumlah pasien DM tipe II semakin meningkat, dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat.
Hal penting yang harus diperhatikan pasien DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol (selalu tinggi, atau kadang tinggi kadang rendah, atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM.

Komplikasi akut
Keadaan yang termasuk dalam komplikasi akut DM adalah ketoasidosis diabetik (KAD) dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH). Pada dua keadaan ini kadar glukosa darah sangat tinggi (pada KAD 300-600 mg/dL, pada SHH 600-1200 mg/dL), dan pasien biasanya tidak sadarkan diri. Karena angka kematiannya tinggi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan yang memadai.
Keadaan hipoglikemia juga termasuk dalam komplikasi akut DM, di mana terjadi penurunan kadar glukosa darah sampai < 70 mg/dL.
Gejala hipoglikemia antara lain:
• perasaan lemah dan kelelahan
• bingung
• lapar
• gemetar
• berkeringat dingin
• nyeri kepala
• pingsan atau kejang (dalam kasus yang berat)
Jika tidak diterapi segera, pasien dapat kehilangan kesadaran, meracau dan kejang-kejang. Pasien DM yang tidak sadarkan diri harus dipikirkan mengalami keadaan hipoglikemia. Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia misalnya pasien meminum obat terlalu banyak, menyuntik insulin terlalu banyak, atau pasien tidak makan setelah minum obat atau menyuntik insulin.
Penanganan pada pasien hipoglikemi yang sadar adalah memberikan minuman manis yang mengandung glukosa. Jika keadaan pasien tidak membaik atau pasien tidak sadarkan diri harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan dan pemantauan selanjutnya.

Komplikasi kronik
Penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah yang dapat mengalami kerusakan dibagi menjadi dua jenis, yakni pembuluh darah besar dan kecil.
Yang termasuk dalam pembuluh darah besar antara lain pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.
Kerusakan pembuluh darah kecil (mikroangiopati) misalnya mengenai pembuluh darah retina dan dapat menyebabkan kebutaan. Selain itu, dapat terjadi kerusakan pada pembuluh darah ginjal yang akan menyebabkan nefropati diabetikum. Juga pembuluh darah di
Saraf yang paling sering rusak adalah saraf perifer, yang menyebabkan perasaan kebas atau baal pada ujung-ujung jari. Karena rasa kebas, terutama pada kakinya, maka pasien DM sering kali tidak menyadari adanya luka pada kaki, sehingga meningkatkan risiko menjadi luka yang lebih dalam (ulkus kaki) dan perlunya melakukan tindakan amputasi. Selain kebas, pasien mungkin juga mengalami kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri, lebih terasa sakit di malam hari serta kelemahan pada tangan dan kaki. Pada pasien yang mengalami kerusakan saraf perifer, maka harus diajarkan mengenai perawatan kaki yang memadai sehingga mengurangi risiko luka dan amputasi
Secara ringkas komplikasi yang umum terjadi adalah:
• Pembuluh darah tepi, terutama pada tungkai, yang jika rusak akan menyebabkan luka iskemik – gangrene pada kaki
• Pembuluh darah otak, yang jika rusak akan dapat menyebabkan stroke
• gangguan pada mata yang berakibat kebutaan,
• gangguan pada ginjal hingga berakibat gagal ginjal
• gangguan jantung dan kardiovaskular, yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak
• gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual,
• dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma.
• rentan terhadap infeksi.

Tata Laksana
Pada pasien DM tipe 2 prinsip yang terpenting adalah menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal agar tidak terjadi komplikasi dengan langkah sebagai berikut:
1. Pola makan sehat dengan diet seimbang, bernutrisi, rendah lemak, rendah kolesterol dan meminimalkan penggunaan gula
2. Penurunan berat badan dan olah raga, Berhenti merokok dan hindari sebagai perokok pasif
3. Pasien DM dianjurkan berkonsultasi secara rutin ke dokter untuk mengontrol hasil pengobatan. Jika dalam 2-4 minggu kadar glukosa darah tetap tidak mencapai target, maka harus diberikan satu macam obat hipoglikemik oral (OHO) untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah. Regulasi kadar glukosa darah harus terus dipantau, jika kadar glukosa darah tetap belum mencapai sasaran, maka dapat ditambahkan satu macam OHO lagi atau ditambahkan suntikan insulin.

Pencegahan
Saat ini jumlah pasien DM tipe II semakin meningkat, dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat. Bagaimanapun, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Menjaga pola hidup sehat untuk mencegah Diabetes Melitus dapat dilakukan melalui:
1. Rutin berolah raga, hal ini sangat penting karena olahraga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga membantu mengontrol peningkatan kadar glukosa darah. Olah raga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang dianjurkan dilakukan secara teratur selama 30 menit, 3-4 kali seminggu. Selain itu aktivitas sehari-hari dapat tetap dilakukan seperti berkebun, membersihkan rumah, berjalan ke pasar dan naik turun tangga. Yang harus diperhatikan adalah pada pasien DM tipe 2 yang sudah memiliki komplikasi pada mata atau kaki harus dilakukan penyesuaian pada aktivitas fisiknya sesuai saran dokter
2. Mengatur pola makan, dengan makan seimbang, perbanyak buah dan sayur dan kurangi karbohidrat serta lemak
3. Cukup istirahat dan Kelola stress, dengan menjaga keseimbangan emosi, mengatur pola pikir, menyalurkan hobi yang sehat dan pilihan hidup untuk selalu bahagia
4. Tidak merokok (aktif maupun pasif)

Manisnya berolahraga, manisnya berpola makan sehat, manisnya hidup bahagia… jauhkan dari manisnya diabetes melitus..

Info Pelayanan

Kegiatan Prolanis (Program Penanggulangan Penyakit Kronis) Puskesmas Mojoagung merupakan kegiatan promotif-preventif sebagai langkah edukasi dan penatalaksanaan dini, komprehensif dan berkelanjutan dalam mencegah penyakit kronis (hipertensi dan diabetes). bertujuan agar penyakit tidak progresif dan tidak berlanjut lebih fatal dan juga mencegah terjadinya komplikasi.

Berisi kegiatan senam bersama, konseling dokter, penyuluhan, sharing sesama penderita dalam sebuah grup diskusi. selain itu juga dilaksanakan pemeriksaan fisik (berat badan, lingkar perut, tensi darah, kesehatan mata, dan lain sebagainya) serta pemeriksaan Laboratorium (gula darah, kolesterol, asam urat dan lain-lain).

Prolanis dilaksanakan di Puskesmas Mojoagung setiap hari Kamis pada minggu terakhir setiap bulan.

Mari bergabung bersama Prolanis Puskesmas Mojoagung..

Pisah Kenal dalam kehangatan


IMG_1338Suatu sabtu di bulan Pebruari 2015, keluarga besar karyawan Puskesmas Mojoagung (KBKPM) mengadakan acara silaturrahim yang penuh kehangatan. Hari itu KBKPM melepas Dr. Sriwulani Sumargo SpRad. MKes. (dr. Lani) yang mulai bertugas di RSUD Ploso Kabupaten Jombang serta menerima Dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes (dr. Eyik) sebagai kepala Puskesmas Mojoagung yang baru. Selain itu KBKPM juga melepas dr. Novida untuk bertugas di tempat baru sebagai dokter di Puskesmas Bawangan Ploso.
Silaturrahim yang sarat nuansa kekeluargaan tersebut dilaksanakan di RM Sri Kedaton Mojoagung Jombang dengan dipandu oleh bu Susmaja. Acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan baik dari dr. Lani, dr. Eyik dan dr. Novida, kesan pesan dari beberapa kawan dari KBKPM serta diakhiri dengan doa oleh Bpk. Zainul Arifin.
Selanjutnya, makan bersama diiringi beberapa kawan bernyanyi. Terakhir, seluruh karyawan menyanyikan lagu ‘kemesraan’… hmmm, seru bercampur haru.

semoga kehangatan dan persaudaraan tetap terjalin, hingga kapanpun..

selamat bertugas dokter lani, dokter eyik, dokter novi..

sebagian foto-foto.

IMG_1345

IMG_1335