Hujan Sporadis dan siklus lima tahunan: Waspadai DBD


aedes aegypti

Kasus demam berdarah meningkat seiring datangnya musim penghujan. Hingga saat ini sudah sekitar 23 daerah di Jawa Timur ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) oleh Gubernur. dimana Jombang menempati urutan pertama sebagai kabupaten dengan jumlah angka kejadian terbanyak.
Hujan turun secara sporadis dimulai pada akhir tahun. Saat itu demam berdarah muncul dan semakin meningkat dengan pola serupa yaitu memuncak pada awal tahun. Hujan sporadis menciptakan genangan-genangan air baru yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang kerap tak terdeteksi.
Bila dibandingkan bulan yang sama di tahun 2014, ada peningkatan sebanyak 219,8 persen. Peningkatan dari tahun sebelumnya ini tak lepas dari siklus lima tahunan. Siklus lima tahunan sudah terjadi sejak mulai ditemukannya serangan demam berdarah di Indonesia pada tahun 1968 dan meski belum diketahui penyebab pastinya, namun data menunjukkan bahwa setiap lima tahun sekali jumlah penderita demam berdarah di Indonesia akan meningkat cukup drastis.
Siklus lima tahunan dan hujan sporadis merupakan sebuah tanda dimana kewaspadaan terhadap demam berdarah harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

Penyebab
Adalah Virus dengue serotype 1,2,3 dan 4 yang ditularkan melalui vektor nyamuk aedes agypti,aedes albopictus,aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe berhubungan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain.

Aedes aegypti
Merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini.
Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari.

Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Sementara itu nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. mereka memperoleh energi dari nektar bunga atau tumbuhan.
Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan saat itulah kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja akan menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah, berulang kali menusukkan proboscis nya, namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus menjadi semakin besar.
Di Indonesia, nyamuk A. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban, bertolak belakang dengan A. albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).
Nyamuk A. aegypti, seperti halnya culicines lain, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari.

Gejala
gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Langkah awal
1. Beri minum sebanyak mungkin.
2. Kompres agar panasnya turun.
3. Berikan obat penurun panas, misalnya Paracetamol.
4. Segera bawa ke Puskesmas, Poliklinik atau Rumah Sakit terdekat

Pengendalian Vektor
Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor yang sering dikampanyekan sebagai 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.
• Menguras tempat-tempat penampungan air bak mandi WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb minimal seminggu sekali.
• Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
• Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
• Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
• Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
• Mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.

Mari peduli dengan menggalakkan PSN
Mencegah lebih baik daripada mengobati

# upload : dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s