FPA (Forum Peduli AIDS): Wujudkan Gotong Royong Masyarakat dalam Penanggulangan HIV – AIDS


Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Jombang menduduki peringkat ke 2 tertinggi di Jawa Timur. Kurun waktu 1999-Oktober 2015, tercatat 857 warga positif menderita HIV-AIDS.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, pertumbuhan kasus HIV-AIDS cukup mencengangkan. Pada periode 1999-2012 saja, penderita HIV-AIDS di Kota Santri yang terdeteksi sebesar 424 orang. Kasus itu meningkat drastis selama tahun 2013 dengan ditemukan 157 kasus baru. Disusul tahun 2014 dengan 139 kasus. Dengan demikian hingga Oktober 2015, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Santri mencapai 857 orang.

Menurut dr. Heri Wibowo MKes sebagaimana dikutip http://news.detik.com Sedikitnya 34% dari 857 penderita HIV-AIDS atau sekitar 291 orang merupakan pria hidung belang, yaitu high risk man (pria dengan resiko tinggi) sebagai pelanggan (jasa esek-esek). Disusul kemudian 24% atau sekitar 205 ibu rumah tangga tertular virus HIV melalui suaminya yang suka ‘jajan’. Sedangkan wanita pekerja seks komersial menduduki peringkat ke 3 sebesar 11% atau 94 orang. Dan kaum gay sebesar 8% atau sekitar 68 orang.

Menghadapi situasi tersebut maka Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengajak masyarakat untuk bersama, bahu membahu mencegah dan menanggulangi HIV-AIDS.

Sebagai langkah konkret berbagai kegiatan dilakukan di Puskesmas Mojoagung, diantaranya:

  1. Pertemuan, koordinasi dan sosialisasi HIV-AIDS secara lintas program maupun lintas sektor;
  2. Penyuluhan HIV-AIDS di sekolah, penyuluhan HIV-AIDS pada kegiatan organisasi kemasyarakatan, pada pertemuan lintas sektor, konferensi desa, pertemuan PKK dan penyuluhan langsung lainnya di masyarakat;
  3. Poli Infeksi Menular Seksual (IMS) – Voluntary Conseling and Testing (VCT) dengan kegiatan pemeriksaan, konseling, VCT mobile, serta direncanakannya Puskesmas Mojoagung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sebagai salah satu Puskesmas dengan inisiasi pengobatan antiretroviral (ARV);
  4. Kegiatan Pencegahan Penularan Ibu – anak (PPIA), melalui pemeriksaan kesehatan umum dan tes HIV-AIDS bagi Ibu hamil;
  5. Pertemuan dan pelatihan kader LKB (Layanan Komprehensif Berkelanjutan) HIV-AIDS;
  6. Pembentukan Forum Peduli HIV – AIDS (FPA) di semua Desa, sebagai tindak lanjut dari Perbup 34/2014 tentang Penanggulangan AIDS di Kabupaten Jombang;
  7. Pelatihan pemulasaraan jenazah bagi modin dan kader;
  8. Penerapan program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di Puskesmas Mojoagung.

 

Forum Peduli AIDS di Mojoagung

Untuk pertama kali FPA ada di desa Miagan pada Tahun 2014 dan saat ini telah memiliki home base serta dapat mengakses dana dari desa untuk kegiatan operasionalnya. Hingga tahun 2016 awal telah terbentuk FPA di 10 desa (seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung).

FPA merupakan Kelompok masyarakat yg terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat, beranggotakan kader LKB aktif, aktivis remaja, perangkat desa/modin, tokoh masyarakat/organisasi dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap HIV-AIDS

FPA adalah sebuah gerakan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Dengan FPA diharapkan masyarakat dapat melakukan kegiatan secara aktif dan tersistem dalam melayani dan mengakses sistem layanan dan rujukan yg berkaitan dg masalah HIV-AIDS.

Selanjutnya diharapkan anggota FPA dapat Terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS serta membantu menciptakan lingkungan yg kondusif agar stigma terhadap ODHA dapat berangsur-angsur dihapuskan.

 

TUJUAN terbentuknya FPA

  • Menggerakan masyarakat untuk ikut serta terlibat secara langsung dlm upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.
  • Terjalinnya sistem koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam program penanggulangan HIV-AIDS.
  • Mengurangi stigma dan diskriminasi
  • Terjalinnya system koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam program penanggulangan HIV-AIDS.
  • Menekan laju epidemi AIDS

Manfaat FPA

  • Adanya kepedulian/kesiapan penanganan berbagai permasalahan HIV-AIDS.
  • Masalah kesehatan dan epidemi HIV-AIDS bukan lagi menjadi tanggung jawab individu melainkan tanggung jawab bersama
  • Adanya keterbukaan antar masyarakat
  • Terbangunnya kerjasama antar komponen masyarakat

 

Mari peduli HIV-AIDS

Jauhi Penyakitnya, Bukan orangnya…

*dokumentasi kegiatan

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s