MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT)


Sebagai bagian dari kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dengan Universitas Airlangga, Puskesmas Mojoagung menjadi salah satu Puskesmas tempat mahasiswa Kedokteran melakukan praktek community medicine (CM). Rangkaian kegiatan kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas AIrlangga Surabaya dengan Puskesmas Mojoagung adalah pemberdayaan masyarakat dalam menuju lansia sehat.
Saat ini di Puskesmas Mojoagung terdapat paguyuban komunitas masyarakat yang tergabung dalam PROLANIS ( Program Pengelolaan Penyakit kronis). PROLANIS diadakan secara bulanan yang diadakan setiap kamis minggu terakhir, kegiatan meliputi perkumpulan penderita penyakit kronis (Kencing Manis, Hipertensi, Stroke), senam bersama, penyuluhan oleh tenaga kesehatan Puskesmas, diskusi, ngobrol santai dan saling berbagi antar penderita, pemeriksaan kesehatan dasar (berat badan, tensi, nadi, lingkar perut) pemeriksaan profil kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat serta konsultasi dokter, konsultasi ahli gizi, konsultasi lingkungan sehat dan lain sebagainya.
Sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang menjadi pusat skrining (deteksi dini) Penyakit tidak menular yang dilakukan masyarakat yang sudah dilatih oleh Puskesmas Mojoagung. POSBINDU PTM saat ini sudah ada di Kantor kecamatan Mojoagung dan tersebar juga di beberapa desa di Mojoagung.
Kegiatan community medicine yang diadakan mahasiswa selama 3 minggu berfokus pada penyakit katarak dan lansia. Hal ini sesuai karena puskesmas Mojoagung merupakan salah satu Puskesmas yang memiliki Poli Mata dan Peduli Lansia lewat PROLANIS dan POSBINDU PTM.
Kegiatan CM pada dokter muda Unair diarahkan oleh kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. menjadi sebuah kegiatan terintegrasi ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Baik itu berupa kegiatan survey, pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan mata, pemeriksaan profile kejiwaan dan emosi lansia serta konsultasi medis.

Kegiatan para dokter muda dibimbing di lapangan oleh dr. Diani Arisandhi. mulai melakukan survey, pemeriksaan kesehatan, Focus Group Discussion (FGD) dan hingga perencanaan pembentukan komunitas.
Puncak kegiatan kerjasama CM FK Unair dan Puskesmas Mojoagung adalah pembentukan komunitas MOJOAGUNG BERKHASIAT (BEBAS KATARAK, HIDUP LANSIA SEHAT). Katarak menjadi perhatian utama karena:
1. Katarak undercover: angka katarak lansia secara riil lebih tinggi dari Riskesdas
2. Behnd The Truth: faktor risiko katarak belum disadari masyarakat
3. Katarak dapat disembuhkan dengan operasi
4. Waspada menjamurnya klinik illegal termasuk yang menawarkan pengobatan tanpa bukti ilmiah
Harapan dr. Ma’murotus Sa’diyah MKes. ke depan adalah bahwa Pembentukan komunitas peduli katarak (MOJOAGUNG EBRKHASIAT) merupakan kegiatan yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam PROLANIS dan POSBINDU PTM. Dimana kegiatan Komunitas peduli katarak ini meliputi:
1. Mencanangkan bulan katarak Jombang
2. Skrining massal katarak pada bulan katarak jombang
3. Menyusun daftar tunggu (waiting list) pasien katarak yang belum tercover BPJS dan menghubungkannya dengan oenyelenggara operasi gratis katark massal
4. Mengkoordinasi pihak-pihak untuk operasi gratis katarak massal
5. Advokasi pasien katarak untuk pembiayaan melalui BPJS
6. Advokasi dan koordinasi dengan Bupati Jombang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, IDI, IBI, PKFI, PERDAMI, Camat, Lurah, dan seluruh stake holder.
Penanda tanganan MoU dan pembentukan komunitas katarak dihadiri oleh seluruh stake holder, selain mahasiwa DM FK UNAIR, juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Camat Mojaogung, Kepala Puskesmas Mojoagung, BPJS cabang Jombang, IDI, IBI, PKFI PKFI (Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia), perwakilan Kapolsek Mojoagung, perwakilan Danramil Mojoagung, dan tokoh masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan deteksi dini katarak untuk kader kesehatan lansia dan pembagian buku saku katarak dan sertifikat. Perwakilan mahasiswa FK Unair Ricardo Adrian nugraha dan Devianty Octavia menyebutkan bahwa hasil survey menunjukkan risiko katarak terbanyak karena penyakit kencing manis dan usia lanjut. Oleh karenanya diberikan pemahaman kepada kader kesehatan tentang pentingnya mengelola faktor risiko katarak.

Bravo Dokter Muda FK Unair!

Bravo Puskesmas Mojoagung!

Bravo Kader Kesehatan!

 

Sebagian Foto Kegiatan

IMG_3564

Moja Berkhasiat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s