Kanker, bukanlah akhir segalanya…


Hari kanker ditandai setiap 4 Pebruari dan meski sudah ada sejak sebelum masehi dan dikenal 3000 tahun yang lalu namun belum banyak masyarakat memahami apa sebenarnya kanker. Kanker seperti sebuah vonis mati dan akhir dari segalanya, tetapi sebagaimana perjalanannya, kanker bermula dari gaya hidup tidak sehat yang terjadi dalam proses waktu yang cukup lama. Dengan demikian sesungguhnya kanker dapat dicegah sedini mungkin, dengan mengupayakan pola sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kanker berasal dari kata latin Cancri yang berarti kepiting. Penamaan ini berasal dari anggapan dan pengamatan di masa lalu bahwa pembuluh-pembuluh darah besar yang mengelilingi gumpalan tumor tampak seperti jepit dan kaki kepiting. Kanker dapat menyerang hampir semua organ tubuh dan jenis-jenis kanker didasarkan pada organ tubuh yang terkena. Pada mulanya kanker menyerang salah satu organ tubuh namun pada perkembangannya sel-sel kanker mengalami metastase atau anak sebar ke jaringan atau organ lain dalam tubuh melalui aliran darah (hematogen) atau limfe (limfogen).

Proses Terjadinya
Mekanisme dalam tubuh manusia telah mengatur agar setiap organ dapat berfungi secara normal. Apoptosis (kematian sel) merupakan salah satu mekanisme penting dimana tubuh secara otomatis akan mengatur berapa jumlah sel yang dibutuhkan, bagaimana fisiologis yang tepat dan dengan umur tertentu. Ketika telah melewati masa hidupnya, sel-sel normal akan mati dengan sendirinya tanpa ada efek peradangan (inflamasi). Mekanisme lainnya adalah adanya komunikasi ekstra seluler, hal ini diperlukan untuk menjalin koordinasi antar sel sehingga mereka dapat saling menunjang fungsi masing-masing.
Agar tetap hidup maka sel akan mengalami pembelahan, dimana tubuh harus mengganti sel-sel yang hilang atau mati melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dikendalikan oleh gen-gen yang terletak di dalam inti sel (nucleus). Nukleus berfungsi layaknya seperti buku pedoman yang memuat kode genetik dimana ia memerintahkan sel tentang jenis protein apa yang harus dibuat, bagaimana pembelahan berlangsung dan berapa lama usia hidupnya. Kode genetik ini dapat rusak karena sejumlah faktor yang mengakibatkan kesalahan di dalam buku instruksi. Sejumlah mekanisme tersedia untuk mencegah terjadinya kesalahan genetika dan menghilangkan sel-sel abnormal dari tubuh. Namun, pada beberapa orang, pertahanan ini tidak memadai dan populasi sel-sel abnormal yang lolos dari pengendalian tubuh terus berkembang.
Kesalahan menerjemahkan kode genetik dapat merubah drastis cara kerja sel. Bukannya mati, sel akan terus membelah diri dan akan terus hidup. Kanker terjadi jika sel-sel membelah diri secara tidak terkendali. Sifat sel kanker adalah ia terus hidup, mampu menyerang jaringan lain (invasif), merusak jaringan itu sendiri dan tumbuh subur di atas jaringan lain. Dengan sifatnya yang asosial, sel kanker bertindak tidak teratur tanpa peduli apa yang dibutuhkan oleh fisiologi tubuh yang normal.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan diri sendiri, sel kanker mampu membentuk pembuluh darah baru (neoangiogenesis) meski dengan demikian hal ini dapat mengganggu kestabilan jaringan tempat ia tumbuh. Selain itu ia memiliki kemampuan dalam memperbanyak dirinya sendiri (proliferasi) meski seharusnya sudah tak dibutuhkan dan bahkan jumlahnya sudah melebihi kebutuhan yang seharusnya.

Sebab-sebab Kanker
Beberapa penyebab kanker yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
A. Radiasi Ionisasi: Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon dan radiasi ultraviolet dari matahari yang bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya. Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan di saat ini. Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari telepon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, namun perlu adanya penelitian mendalam tentang keterkaitan masing-masing.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengungkap tentang bahaya radiasi gelombang ponsel terhadap kesehatan tubuh. Menurut laporan yang baru dirilis radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ini dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya lainnya seperti asap knalpot, timbal dan kloroform.
Radiasi ionisasi yang digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh juga bersifat karsinogenik. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II berisiko tinggi menderita kanker sel darah seperti Leukemia.
B. Infeksi:
Beberapa kanker sering dikaitkan dengan infeksi kronis. Virus-virus ini berperan hingga 20% terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia. Virus-virus ini termasuk papillomavirus pada manusia (kanker serviks), poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak), virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring), virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer), virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati), virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T), dan helicobacter pylori (kanker lambung).
C. Ketidakseimbangan Hormonal: Terdapat kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.
Dalam sebuah studi dikatakan bahwa Hormon estrogen dapat berfungsi sebagai promotor bagi kanker tertentu, misalnya kanker payudara dan kanker endometrium. Wanita yang mengalami menstruasi dini, wanita yang terlambat mengandung atau tidak memiliki anak beresiko terhadap terjadinya kanker payudara.
D. Gaya hidup/Pola Hidup
1. Pola Makan yang tidak sehat dan tidak seimbang dapat memicu kanker. Adapun kategori makanan yang meningkatkan risiko kanker diantaranya adalah:
– kaya gula buatan, karboidrat olahan, pengawet dan produk sampingan hasil penggorengan/pemanasan yang berlebihan
– Makanan olahan: daging yang diawetkan, sosis, makanan instan dan lain-lain
– Minuman soda
– Makanan dengan proses pembakaran: sate, barbeque dan lain-lain
2. Pola Pengelolaan Stress: Gangguan yang terjadi pada emosi dapat menyebabkan atau memperberat kanker seperti stress, dendam, kebencian yang mendalam. Peran faktor kejiwaan pada kanker dapat melalui beberapa cara, diantaranya: stress atau dendam yang mempengaruhi perkembangan sel menjadi liar dan dapat memberikan efek yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (limfosit T) sehingga tubuh tidak mampu melenyapkan sel kanker yang terbentuk.
3. Pola Hobi dan Manajemen waktu : kurang tidur, suka begadang, merokok, mengkonsumsi alkohol dan kurang olahraga
E. Genetik
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur (Ca Ovarium), kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 sampai 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Secara umum, gejala klinis kanker bisa dibadi menjadi kelompok :
• Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan, rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bias menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning) dan lain sebagainya;
• Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia (kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.

Gejala Kanker dapat dirangkum sebagai tanda dini yang harus segera ditindaklanjuti dengan memeriksakan diri ke dokter bila ada tanda WASPADA sebagai berikut:

Waktu buang air kecil atau buang air besar terjadi perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat Pencernaan terganggu, susah menelan atau sakit waktu menelan
Suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh
Payudara atau di tempat lain terdapat benjolan
Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, tumbuh membesar, gatal dan mengeras
Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh
Ada koreng atau borok yang tak sembuh-sembuh

Bagaimana mencegah Kanker?

Sebagian besar kanker terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, oleh sebab itu kanker dapat dicegah dengan cara memiliki gaya hidup sehat. Pada prinsipnya pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen. Beberapa tips pola hidup sehat dapat disarikan sebagai berikut:
1. Hindari mengkonsumsi secara berlebihan; makanan olahan, makanan yang dibakar, makanan yang mengandung zat aditif (pewarna, penguat rasa, dan lain-lain)
2. Pola hidup yang seimbang, tidur cukup, olahraga, tidak merokok, mengelola stress dengan baik, serta mengonsumsi makanan yang seimbang, banyak serat, banyak mengandung vitamin dan antioksidan;
3. Hindari radiasi berlebihan, menggunakan ponsel dengan bijak, menggunakan sun block ketika di bawah sinar matahari langsung dan lain sebagainya;
4. Hindari terapi sulih hormon dalam waktu yang lama;
5. Hindari hubungan seksual dengan bukan pasangan yang sah karena riwayat kesehatan yang belum dapat diketahui;
6. Melakukan penapisan/skrining, untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker agar kanker dapat ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, sehingga pengobatan kanker lebih memberikan hasil yang optimal serta risiko kematian dapat diminimalkan.
Dan yang paling penting dari semuanya adalah tetap aktif dan bergembira
Sebagaimana kata pepatah, kegembiraan adalah obat dari semua penyakit..

Mari menjalani hidup dengan tetap bergembira…
Selamat hari minggu bersama keluarga.

salam…

lotus

@upload, dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s