Penyakit virus Ebola


Virus-EbolaVirus ebola sekarang sudah menjadi momok mematikan warga masyarakat dunia. Virus ini sangat mematikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Bahkan para dokter dan perawat harus menggunakan pengamanan ekstra untuk pakaian dan semua alat medis agar tidak tertular korban Ebola. Virus ini merebak di Afrika. Apakah akan masuk ke Indonesia? Belum ada yang tahu. Hanya saja, pemerintah sudah memberikan travel warning bagi para jamaah haji dan juga warga yang akan bepergian ke Afrika dan Arab.

 Virus-Ebola-Mematikan-Dunia

Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanyademam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.

Penyebab dan diagnosis

Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuhhewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar).[1] Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami.[2] Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malariakolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Proses penularan sehingga menyebabkan korban menderita virus ebola sangat sederhana.

Hanya cukup dengan kontak fisik. Baik bersentuhan dengan keringat, liur, dan cairan tubuh lainnya.

Dengan menyentuh dan atau memakan buah yang sudah tersentuh oleh korban.

Mitosnya di negara terinfeksi, hanya menyebut kata Ebola maka sudah bisa terinfeksi.

Namun belum ada bukti bahwa virus ini mampu menularkan lewat media udara seperti influenza. Yang paling berisiko terkena adalah pertama para tetangga, teman, saudara, keluarga korban. Kedua para tenaga medis yang menangani pasien.

Gejala Penderita Virus Ebola

Gejala awal yang diderita adalah pusing, nyeri, demam. Selanjutnya muncul ruam-ruam di tubuh korban lalu diikuti dengan diare dan muntah seperti biasa. Proses ini terjadi selama 8 sampai 10 hari. Fase kritis selanjutnya adalah separuh penderita mengalami kencing darah dan atau muntah darah.

Kenapa ebola bisa mematikan?

Puncak dari rentetan gejala virus ebola di atas adalah pembuluh darah mengeluarkan banyak cairan tubuh. Efeknya tekanan darah menurun drastis sehingga semua organ penting seperti jantung, hati, ginjal, otak berhenti bekerja.

pencegahan

Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.[1]

Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena.[1] Penyakit ini memiliki tingkat kematianyang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.[1][3] EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara.[1] Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi.[1][4] Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda GuyanaSierra Leone,Liberia dan kemungkinan Nigeria.[5][6] Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi.[7] Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin, namun belum membuahkan hasil.

Virus Ebola di Indonesia ????

Seorang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dirawat intensif di Rumah Sakit Umum dr Soedono Madiun karena diduga kuat suspect virus ebola. Ia mengalami gejala serupa seperti penyakit malaria, yakni panas tinggi, sakit kepala yang diikuti mual-mual, muntah, dan diare.

“Pasien itu mulai kemarin malam menjalani perawatan medis di ruang isolasi rumah sakit dr Soedono. Kami dan para perawat menangangi pasien itu sebagai suspect ebola,” kata dr Syaiful Anwar, kepala bidang pelayanan medik Rumah Sakit dr Soedono Madiun, Jumat (31/10/2014).
Menurut Syaiful, pihaknya meyakini mantan TKI dari Afrika tersebut suspect virus ebola lantaran sebelumnya pasien tersebut sudah pernah menjalani perawatan di Afrika yakni di Nigeria sebelum pulang ke Indonesia. Apalagi disana ia bekerja di areal hutan yang merupakan daerah endemis virus ebola. Ia bekerja sebagai buruh penebangan kayu di negeri itu. Sebelum pulang ke Indonesia, ia terlebih dahulu dikarantina selama seminggu.

“Ia dikarantina selama seminggu sebelum pulang ke Indonesia itu karena kepalanya mengalami pusing-pusing dengan badannya panas tinggi disertai muntah-muntah,” ungkap Syaiful.
Kemudian, M begitu inisial yang ditengarai suspect virus ebola ini dikarantina selama sehari begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Dan sesampai di rumahnya di Kecamatan Gemarang, Madiun, ia kembali merasakan tubuhnya mendadak panas dan muntah-muntah lagi.

“Karena keluarganya takut akan keadannya yang memburuk, ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit dr. Soedono ini,” ungkap Syaiful seraya kini hendak merujuknya ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya karena di rumah sakit ini yang lebih mumpuni dalam penanganan virus ebola ini. (http://news.metrotvnews.com/)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Adhi Laksono mengatakan, pasien yang diduga idap virus ebola yang kini dirawat di RSUD Pelem sudah menjalani pemeriksaan spesimen yang ketiga. Pengambilan spesimen tersebut sudah dilakukan secara berturut-turut sejak pasien yang dirahasiakan identitasnya itu masuk rumah sakit Jum’at lalu.

Prosedurnya, pemeriksaan spesimen dilakukan sebanyak tiga kali untuk menguji hasilnya.

“Spesimen yang ketiga baru diambil tadi (dari pasien) untuk jalani uji lab,” kata Adhi Laksono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri saat dihubungi, Minggu (2/11/2014) malam.

Pemeriksaan hingga tiga kali itu, dia menambahkan, merupakan standar pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya virus yang tengah menjadi ancaman global itu. Sementara untuk hasil pemeriksaan spesimen yang pertama maupun yang kedua, dia mengaku belum mengetahuinya.

Begitu pula perihal perkembangan kekinian pasien, Adhi menyatakan tidak mempunyai kewenangan menyampaikan.

“Untuk kondisi pasien silahkan tanya rumah sakit,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Pelem di Kabupaten Kediri merawat seorang pasien berjenis kelamin laki-laki yang diduga mengidap virus ebola. Pasien asal Kabupaten Kediri itu pertama kali datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri telan disertai demam.

Dari riwayat pasien yang diketahui baru pulang dari bekerja di negara Liberia, pihak rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menempatkannya pada ruang isolasi. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pelem, dr.Widiastomo, saat dikonfirmasi wartawan menyebut kondisi pasien sudah mulai membaik namun masih menjalani perawatan diruang isolasi. Sedangkan untuk kepastian virus ebola masih menunggu hasil uji lab. (http://regional.kompas.com/)

Sumber          : dikutip dari berbagai media

Upload           : Aziz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s