Tag


Puskesmas Mojoagung menuju ODF

Setelah pada Tahun 2010 lalu, Puskesmas Mojoagung kedatangan tamu istimewa Bill and Melinda Gates Foundation terjun langsung ke lapangan di Desa Dukuhmojo Kec. Mojoagung Kab. Jombang untuk melihat lebih dekat penerapan program SToPS (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi) atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan ODF (Open Defecation Free) atau tidak BAB di sembarang tempat.
Kini giliran delegasi WSP (Water and Sanitation Program) Laos yang belajar ke Jombang, rombongan delegasi WSP Laos tiba di kota santri didampingi oleh Kementrian Kesehatan RI dan perwakilan UNICEF Laos. Wakil Bupati Jombang, Widjono Soeparno menyambut hangat rombongan di ruang rapat Wabup serta ditemani jajaran Kepala Dinas Kabupaten Jombang.

Di provinsi Dr.Van Kongkoe yang terdiri dari 10 district (setingkat kota/kabupaten, red), ada sekitar 600 desa. Dari 600 desa tersebut baru 6 desa yang sudah menerapkan program STBM.

Banyak hal yang menjadi bahan dialog pagi itu, terkait pendanaan program, pemicu keberhasilan program serta bagaimana merubah perilaku masyarakat untuk sadar dan mengerti akan kebersihan lingkungan. Dr.Van Kongkoe juga sempat menanyakan apakah program STBM ini juga disupport oleh dana APBD. Hal tersebut dijawab dr.Suparyanto, Kepala Dinas Kesehatan Jombang. “Memang kita ada bantuan dari dana APBD sebesar 300 juta rupiah, namun yang kembali justru lebih besar hingga 1,7 Milyar. Ini berkat keseriusan masyarakat untuk mensukseskan program” tegasnya.

Sejak 2008 lalu, program STBM yang didanai oleh World Bank (Bank Dunia, red) telah dijalankan di beberapa desa. Hasilnya, dari survey lapangan yang dilakukan Dinas Kesehatan, kasus diare yang ditemukan turun drastis. “Ini kurva penurunan terjadinya kasus diare di Jombang dari tahun 2008 sampai 2010” kata Suparyanto sembari menunjuk dinding yang digunakan sebagai layar proyektor.

Paparan Suparyanto membuat rombongan WSP Laos makin ingin tahu seluk beluk keberhasilan program STBM di kota santri. Terjerat rasa penasaran yang mendalam, rombongan melanjutkan untuk study lapangan di desa Temuwulan Perak. Di balai desa, mereka dipertemukan dengan kader lingkungan yang berhasil menggerakkan warga desa untuk tidak BAB sembarangan..

Rombongan Delegasi WSP-LAOS

Tiba di Puskesmas Mojoagung pada Kamis (31/3) siang jam 14.30 WIB.
Dr. Van Kongkeo, Deputy Director Champasack Provincial Health Department (setingkat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, red.) yang memimpin rombongan membuka dialog dengan ucapan selamat pagi. “Selamat Siang, we are from Laos, need to learn everything about CTSL or STBM programme in Jombang” ujar pria yang meraih gelar doktor di Jerman ini.

Dr. Van Kongkoe (Ketua Rombongan Delegasi WSP-LAOS)

Penyambutan awal dibuka oleh Kepala Puskesmas Mojoagung dengan singkat profil Puskesmas Mojoagung serta Program Kesehatan yang salah satunya Program SToPS (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi) yang juga menjadi salah satu misi Bapak Camat Mojoagung, dimana di Tahun 2011 Kecamatan Mojoagung menuju ODF (Open Defecation Free).

Dokter Muda UNAIR membuka acara Penyambutan

Ketika Kepala Puskesmas Mojoagung memperlihatkan dokumentasi kepada rombongan tamu bahwa bagaimana proses awal pihaknya bersama Tim SToPS menjadikan wilayah kerja Puskesmas Mojoagung menuju ODF, mereka sangat kagum karena mereka menganggap usaha kami adalah memang pada dasarnya menciptakan masyarakat yang nantinya bisa mandiri dalam hal kebersihan diri dan lingkungannya. Berbagai macam usaha dilakukan oleh Tim SToPS Puskesmas Mojoagung dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat yaitu :
1. Ikut serta dalam pertemuan rutin pengajian jama’ah Tahlil dan Yasin
2. Musyawarah Desa
3. Pertemuan rutin Kader di Puskesmas Mojoagung

dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad, M.Kes. berinteraksi dengan Rombongan Delegasi WSP LAOS

Yang lebih menarik dari program SToPS (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi) atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan ODF (Open Defecation Free) atau tidak BAB di sembarang tempat di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung adalah antusiasme masyarakat untuk dapat menciptakan lingkungannya sendiri menjadi bersih dan sehat dengan cara arisan untuk membuat jamban sehat, karena tidak mudah mengubah pola hidup masyarakat untuk menjadi lebih baik dan sehat.

Sempat terjadi dialog panjang dengan Kepala Puskesmas Mojoagung dan Tim SToPS serta staf Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, sebelum akhirnya  jam 16.30 WIB rombongan WSP Laos dan Kementrian RI meninggalkan Puskesmas Mojoagung untuk meneruskan perjalanan ke Surabaya.

Sumber :

http://www.djombang.com

Tim SToPS Puskesmas Mojoagung

Thanks for : Dokter Muda UNAIR (Ruthfi Adriana & Aresta Vita Satria, dkk)

Upload by : Abdul Aziz, AMd.Per.Kes.

About these ads