KBK Puskesmas Mojoagung mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H


Bagaimana sambutan anda ketika seseorang datang mengunjungi anda? Biasa saja, takut atau gembira? Tentunya berbeda-beda bergantung kepada siapa yang datang dan apa kira-kira tujuannya dan juga suasana hati anda. Mungkin anda akan menyambut tamu itu dengan gembira, karena anda berkeyakinan bahwa tamu harus disambut dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Tamu anda anggap sebagai pembawa berkah. Bahkan anda sudah siap jauh-jauh hari sebelum tamu itu datang. Semuanya anda lakukan agar tamu itu tidak kecewa. Atau, anda sambut tamu itu biasa saja. Anda menganggap bahwa tamu itu hal biasa dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat, maka anda menyambutnya biasa-biasa saja. Tanpa ada rasa senang atau takut. Akan tetapi, bisa jadi anda menyambut tamu itu dengan rasa takut. Ya, karena anda misalnya berhutang kepadanya, atau karena anda merasa bersalah, atau karena jangan-jangan tamu itu hendak memeras. Yang terakhir ini karena anda tahu bahwa sang tamu mengetahui rahasia anda.

Demikian pula umat manusia dalam menyambut bulan Ramadhan. Ada yang menyambutnya biasa-biasa saja. Yang biasa-biasa saja ada dua, yaitu yang biasa puasa dan yang biasa tidak puasa. Yang biasa tidak puasa, ya mereka akan tidak puasa. Mereka makan seperti biasa, seolah-olah bahwa bulan itu sama saja seperti bulan-bulan lain yang tidak ada kewajiban berpuasa. Mereka makan seperti biasa, baik di rumah ataupun di luar rumah tanpa rasa malu. Mereka juga tetap melakukan kebiasaan buruk mereka. Jika ada yang mengingatkan perilaku mereka, mereka akan menjawab itu bukan urusanmu dan bukan urusanmu, mengurus dirimu saja tidak becus. Dan mungkin masih banyak lagi kata-kata yang tidak sopan. Menghadapi orang Islam yang seperti ini, memang sudah menjadi kewajiban orang Islam lainnya untuk mengingatkan. Jika mereka tidak mau diingatkan apa boleh buat. Ada juga yang biasa berpuasa menyambutnya biasa-biasa saja, tanpa ekspresi. Ya, puasa kan sudah menjadi kebiasaan umat Islam, sehingga ketika bulan Ramadhan itu datang ya mereka puasa. Mereka puasa karena kebiasaan yang memang sudah biasa setiap tahunnya. Mereka ini biasanya kurang memahami arti puasa bagi mereka dan masyarakat. Mereka menganggap puasa sesuatu yang rutin, tidak ada keistimewaan apa-apa. Inilah puasanya orang-orang biasa. Orang-orang yang berpuasa seperti ini tidak ada upaya untuk memperdalam ilmu puasa, tidak ada upaya memperbaiki perilakunya sehari-hari dll. Mereka hanya menahan lapar dan haus, sementara perbuatan yang tidak baik tidak mereka tahan. Inilah puasa yang hanya mendapat lapar dan haus. Ada juga orang Islam yang takut akan Ramadhan. Takut karena mungkin tidak mampu berpuasa, atau takut tidak bisa makan dan minum bebas di siang hari, atau takut tidak bisa berperilaku seenaknya dll. Karena takut inilah, mereka menyambut bulan Ramadhan dengan enggan. Yang terakhir adalah golongan yang gembira menyambut bulan Ramadhan. Ya, karena mereka tahu bahwa bulan Ramadhan penuh dengan kebaikan. Mereka bahkan telah jauh-jauh hari menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut bulan yang suci ini. Mereka gembira dengan rasa syukur karena diberi kesempatan oleh Allah memasuki bulan itu. Mereka berdoa:”Ya, Allah sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”. Mereka yang menyambut dengan gembira, tentunya selama bulan Ramadhan mereka melakukan berbagai kebaikan dan mengekang perbuatan yang dilarang oleh Allah. Mereka inilah yang beruntung. Golongan inilah yang mendapat rahmat dan hidayah Allah. Selain ketiga golongan ini, ada beberapa golongan antara. Misalnya, ada golongan umat Islam yang berusaha untuk menyambut bulan Ramadhan dengan gembira. Mereka ini, merupakan golongan yang mudah-mudahan Allah memberi rahmat dan hidayah-Nya.

Demikian pula, ketika Idul Fitri datang. Mereka yang menyambut bulan Ramadhan biasa saja, juga akan menyambut Idul Fitri dengan biasa saja. Kan, memang sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Mereka yang takut atau setengah takut atau enggan atau perasaan semacam itu akan menyambut Idul Fitri dengan gembira. Hari yang penuh kebebasan setelah mereka harus menahan lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan. Mereka kemudian makan dan minum sepuas-puasnya, berpesta pora menyambut Idul Fitri. Golongan yang menyambut gembira bulan Ramadhan akan menyambut Idul Fitri dengan perasaan yang sedih. Mereka sedih, karena tidak tahu apakah mereka akan menemui atau tidak bulan Ramadhan tahun depan. Rasulullah SAW bersabda: ”Jika mereka mengetahui hikmah yang terdapat dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki agar semua bulan itu bulan Ramadhan”.

Nah, kita termasuk golongan yang mana? Mari kita instropeksi ke dalam diri kita masing-masing. Mari kita bertanya ke dalam diri kita masing-masing. Setelah itu, mari kita perbaiki puasa kita di sisa bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan Allah menerima puasa kita, Amien.

Keluarga Besar Karyawan (KBK)
UPTD Puskesmas Mojoagung

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H.
Semoga Amal Ibadah kita diterima oleh Allah SWT, Amin.

Klik di sini :
1. RAMADHAN 1431 H (jadwal imsyakiyah daerah Surabaya & sekitarnya)
2. Doa Sesudah Sholat Tarawih & Witir (beserta Doa Niat & Buka Puasa)

Upload by : Abdul Aziz

Iklan

7 tanggapan untuk “KBK Puskesmas Mojoagung mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H

  1. Pukesmas dengan pelayanan Prima memberikan layanan jasmani, mental dan piritual. termasuk tausiah bulan Ramadhan…mantaps mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s