PENCEGAHAN PRIMER STROKE Bag.2


C. Menghentikan Rokok

  1. Merokok menyebabkan peninggian koagulabilitas, viskositas darah, meninggikan kadar fibrinogen, mendorong agregasi platelet, meninggikan tekanan darah, meningkatkan hematokrit dan menurunkan HDL dan meningkatkan LDL kolesterol
  2. Berhenti merokok juga memperbaiki fungsi endotel
  3. Perokok pasif, risiko sama dengan perokok aktif

 D. Menghindari Minum Alkohol dan Penyalahgunaan Obat

Penyalahgunaan obat seperti kokain , heroin, fenil propanolamin dan mengkonsumsi alcohol dalam dosis berlebihan dan jangka panjang (alcohol abuse) akan menyebabkan tekanan darah meningkat, memudahkan terjadinya stroke hemoragik.

 E. Memelihara Berat Badan Layak

Obesitas mudah mendapatkan penyakit jantung, stroke dan DM. Angka obesitas pada anak-anak dan dewasa muda pada decade terakhir ini meningkat dan jarang berolahraga. Sehingga stroke dan penyakit jantung pada usia muda meningkat. Obesitas dapat dicegah dengan mengubah perilaku makan tidak sehat dan melakukan olah raga teratur.

Disarankan untuk menurunkan berat badan dengan target BMI < 25 kg/m2,  garis lingkar pinggang < 80 cm dan untuk wanita <90 cm untuk laki-laki

F. Pemakaian kontrasepsi oral

Pemakaian kontrasepsi oral terutama pada wanita perokok atau disertai dengan factor resiko lain atau pernah mengalami kejadian tromboemboli sebelumnya, mempunyai resiko tinggi mendapat serangan stroke. Untuk itu disarankan untuk menghentikan pemakaian kontrasepsi oral dan mencari alternative lain untuk KB.

G. Penanganan Stress dan Berisirahat yang Cukup

  1. Istirahat cukup dan tidur teratur antara 6-8 jam sehari
  2. Mengendalikan stress dengan cara berpikir positif sesuai dengan jiwa sehat menurut WHO, menyelesaikan pekerjaan satu demi satu, bersikap ramah dan mendekatkan diri pada  Tuhan  Yang Maha Esa. Mensyukuri hidup yang ada. Stress kronis meningkatkan tekanan darah. Penanganan stress menghasilkan relaxation response yang menurunkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah.
  3. Tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah

 

H. Pemeriksaan Kesehatan Teratur dan Taat Advis Dokter Dalam Hal Diet dan Obat

  1. Faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, hipertensi, dislipidemia, DM, harus dimonitor secara teratur
  2. Faktor-faktor resiko ini dapat dikoreksi dengan pengobatan teratur, diet dan gaya hidup sehat
  3. Pengendalian hipertensi dilakukan dengan target tekanan darah < 140/90 mmHg. Jika menderita diabetes mellitus atau penyakit ginjal kronik, dianjurkan tekanan darah < 130/80 mmHg.
  4. Pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus dengan target HbA1C <7% .
  5. Pengendalian kadar kolesterol pada penderita dislipidemia dengan diet dan obat penurun lemak. Target kadar kolesterol LDL<100 mg/dl. Sedangkan pada penderita dengan risiko stroke tinggi target kadar kolesterol LDL <70 mg/dl.

I.  Pemakaian antiplatelet (asetosal)

Pemakaian obat antiplatelet (asetosal) untuk pencegahan primer stroke pada laki-laki, tidak dianjurkan. Tetapi aetosal dapat digunakan untuk pencegahan primer stroke pada wanita dengan risiko tinggi.

Dikutip dari :

Guideline Stroke 2007 (Edisi Revisi) oleh : Perhimpunan Dokter Specialis Saraf Indonesia ( PERDOSSI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s