INOVASI PUSKESMAS MOJOAGUNG DALAM MENGOLAH LIMBAH SAPI MENJADI BIOGAS DI DESA MURUKAN


Kepala Puskesmas (dr. Lani) & Tim berkunjung ke rumah salah satu warga Desa Murukan (bu. Rumadi)
Kepala Puskesmas (dr. Lani) & Tim berkunjung ke rumah salah satu warga Desa Murukan (bu. Rumadi)

Pada Bulan Juli 2007, Puskesmas Mojoagung mendapat pasien dengan kasus cacing tambang yang kesemuanya berasal dari Desa Murukan Kec. Mojoagung Kab. Jombang dan bekerja sebagai peternak sapi perah, kemudian dengan hasil pemeriksaan laboratorium 1 orang anemis dengan Hb 5 g/dl.

Hal inilah yang mendorong Kepala Puskesmas Mojoagung pada Bulan Agustus 2007 bekerjasama dengan Tim Dokter Muda FK UNAIR melakukan

di Lokasi Proses BIOGAS
di Lokasi Proses BIOGAS

penelitian kepada peternak sapi perah di Desa Murukan, sekaligus meneliti tingkat pengetahuan dan perilaku mereka yang berhubungan dengan faktor resiko kecacingan.

Proses II BIOGAS
Proses II BIOGAS

Dari hasil pemeriksaan feces responden 13,5 % positif mengandung telur cacing yang berasal dari jenis

Proses I BIOGAS

hookworm atau cacing tambang, 86,5 % sisanya negativ (tidak ditemukan telur cacing hookworm).
Untuk meminimalisir limbah sapi, Puskesmas Mojoagung bekerjasama dengan

Proses Pembuangan
Proses Pembuangan

Camat Mojoagung, Dinas Peternakan Kab. Jombang dan Desa Murukan mengusulkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Jombang (DKLH) untuk mengolah limbah sapi menjadi BIOGAS. Hal ini oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Jombang (DKLH) ditanggapi positif namun pihak warga Desa Murukan harus menyediakan lahan.

Output dari BIOGAS
Output dari BIOGAS

Pada Tahun Anggaran 2008, BIOGAS dibangun di Desa Murukan oleh Dinas Pemukiman dan Pengembangan Wilayah ( Dinas KIMBANGWIL ) Kab. Jombang yang bias digunakan oleh masyarakat Murukan sampai sekarang.

Updated & Photo by : Abdul Aziz, AMd.Per.Kes.

Iklan

14 tanggapan untuk “INOVASI PUSKESMAS MOJOAGUNG DALAM MENGOLAH LIMBAH SAPI MENJADI BIOGAS DI DESA MURUKAN

  1. Hebat ya Murukan, kami juga menginformasikan pada petugas FASKEL untuk mengalokasikan dana pembuatan biogas di desa tsb untuk menambah dan atau di desa lain wilayah Mojoagung lho
    Membantu ekonomi keluarga juga pengelolaan lingkungan
    Selain itu sisa kotoran sapinya masih bisa dipakai untuk pupuk, gak bau lho ternyata..Anda ga percaya? saya percaya banget..

  2. Keren juga nih inovasinya, bisa diterapi di daerah lain ya.
    Masalah cacingnya dibahas yang jelas juga dong…
    itu kan kasus keren, untuk di jawa kok masih banyak yang cacingan kan menjadi hal yang menaring untuk di combine dengan program STOPS di Puskesmas

  3. waduhhh… salut berat buat Mojoagung.. 🙂
    di beberapa daerah di Jawa Tengah sudah ada kelompok tani yang juga membuat biogas untuk pemanfaatan limbahnya, tetapi dalam hal ini berangkat dari puskesmas yang terlibat dalam penelitian ? Sepertinya baru Mojoagung…

    sipppp…

  4. eh, nambah dikit, barusan saya juga posting soal teknologi tepat guna, saya temukan di Puskesmas Grabag I, yang juga memiliki Poli Akupuntur seperti Mojoagung… Mudah-mudahan Puskesmas Mojoagung bisa ikut mengembangkan untuk kebutuhan pasien hehe…

  5. oiya, di blog ini apa dipaparkan juga teknologi pengolahan limbah yang tepat guna ini? jadi opensource untuk pusat layanan yang lain. kalau perlu, mojoagung bikin seminar khusus pengolahan limbah ternak mengundang kepala dan/atau tenaga kesehatan pusat layanan tsb. 😉

  6. Terima kasih atas partisipasinya tp kalo seminar masalah pengolahan limbah ternak kita mungkin kurang kompeten dalam bidang ini, mungkin kalo kerjasama dengan dinas peternakan serta dinas terkait saya rasa baru MANTAP.
    Bagamana artikel untuk Puskesmas Mojoagung ??? sudah ada ???

  7. kayaknya yang membuat bukan kimbangwil dech, tapi DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN, tolong diteliti ulang. Jangan sampe 1 barang diklaim banyak pihak.

    1. Terimakasih koreksinya.
      setelah kami mengecek ke pihak terkait, ternyata usulan ke dinas lingkungan hidup tidak ada realisasi.
      menurut kepala desa murukan yang baru menjabat dan kader kesehatan yang mengikuti pertemuan- pertemuan sampai pembuatan Biogas adalah dengan Dinas Pertanian dan perikanan.

      1. maksudnya Dinas PETERNAKAN dan perikanan kali ya….
        Kalo dah tahu salah kenapa artikelnya tidak dibetulkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s