Tag

, ,


Hati adalah organ yang sangat vital bagi manusia, bila organ ini terganggu atau rusak tentunya akan terjadi gangguan di seluruh tubuhnya. Kita ingat ada kisah dari bapak Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group dalam bukunya yang menceritakan bagaimana beliau menderita sakit liver hingga harus operasi di China untuk ganti hati. Hati milik beliau telah rusak karena penyakit chirrosis hepatis sehingga mengalami berbagai keluhan seperti muntah darah, kulit menghitam dan kondisi tubuhnya semakin memburuk sehingga hal-hal ini memaksa beliau untuk ganti hati. Ganti hati atau nama medisnya transplantasi liver, ini bukan perkara yang mudah karena membutuhkan biaya yang sangat besar dan perawatan yang extra ketat karena harus dalam keadaan sangat steril, bila gagal bisa meninggal dunia seperti yang terjadi pada tokoh Nurkholis Madjid yang gagal transplantasi livernya oleh karena adanya infeksi virus. Jadi alangah baiknya bila skreening dini dan imunisasi digalakkan dimasyarakat untuk mengurangi dampakdari penyakit yang menyerang liver atau hati.

Siapa yang termasuk rawan terkena Hepatitis B ?

Inovasi yang telah ada di Puskesmas Mojoagung adalah pelayanan Program Imunisasi Hepatitis B untuk dewasa. Program ini ditujukan pada orang dewasa yang resiko tinggi misalnya pekerja medis (perawat, bidan, dokter, laboran dll), memiliki keluarga dengan Hepatitis B positif, keluarga dengan riwayat chirrosis hepatis dan orang resiko tinggi lainnya (suka berganti-ganti pasangan sex, bertatoo, pemakai narkoba suntik, dll).

Skreening apa yang harus dilakukan sebelum mendapatkan imunisasi ?

Pemeriksaan skreening dilakukan pada pasien dengan SGOT/SGPT yang tinggi yang disertai atau tidak disertai keluhan kuning. Bila SGOT/SGPT terbukti tinggi dilanjutkan dengan pemeriksaan lain yaitu HbSAg dan HbSAb. Bila terbukti HbSAg positif berarti orang ini sedang menderita hepatitis B atau pernah menderita Hepatitis B. Sedangkan pemeriksaan HbSAb adalah untuk menilai kekebalan tubuh seseorang terhadap Hepatitis B, bila HbSAb nya positif maka orang ini telah memiliki antibodi atau zat kekebalan tubuh terhadap hepatitis B, bila masih negatif maka perlu dilakukan imunisasi bila ia terglng resiko tinggi. Pemeriksaan diatas semua sudah dapat dilakukan di Puskesmas Mojoagung dengan tarif yang terjangkau.

Mahalkah Tarif Pemeriksaannya  ?

SGOT    Rp. 10.000

SGPT     Rp. 10.000

HbSAg   Rp. 15.000

HbSAb   Rp  15.000

Bilitubin Total/ Direk/ Indirek à per item Rp. 10.000

Vaksin yang digunakan apa dan berapa biayanya ?

Untuk imunisasi Hepatitis B ini memakai vaksin Engerix-B dengan dosis 1ml = 20 ug

Dilakukan serial sebanyak 3 kali yaitu pada bulan 1,2 dan 6, dengan melakukan imunisasi serial lengkap akan menghasilkan kekebalan tubuh selama 5 tahun. Biaya untuk satu kali suntik adalah Rp. 100.000.

Mengapa program ini dilakukan di Puskesmas Mojoagung ?

Latar belakang dilakukan program ini antara lain karena ditemukan banyak kasus hepatitis B pada pasien rawat inap dan rawat jalan di Puskesmas Mojoagung. Skreening dilakukan pada pasien dengan SGOT/SGPT yang meningkat, atau pasien dengan chirrosis hepatis dari hasil USG Abdomennya (Data lebih lanjut akan dibahas pada tulisan lain di blog Puskesmas Mojoagung) –> Klik disini .

Tindak lanjut apa yang telah dilakukan ?

Penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya hepatitis telah dilakukan oleh Puskesmas Mojoagung kepada para kader pada pertemuan kader, kepada masyarakat dan kepada Kepala  Sekolah SD se-Kecamatan Mojoagung.

About these ads