THE BIRDS named GEES


BILA SORE MENJELANG SERING KITA MELIHAT SEKELOMPOK BURUNG LIAR TERBANG MENUJU SARANGNYA YANG BERJARAK PULUHAN KILOMETER.

Fenomena burung liar ini menjadi semakin marak ketika FLU BURUNG mendunia, mereka ditelusur lalu dituduh sebagai salah satu mata rantai penyebar flu burung, lalu mereka menjadi sasaran untuk diteliti diobati dan bila perlu dimusnahkan.

DAN KITA LUPA UNTUK SEJENAK BERPIKIR POSITIP TENTANG MEREKA. YA, PERNAHKAH KITA?

Bahkan lewat internet, ketika kita ‘menyapu’(browsing) dengan subyek ‘GEES atau GEES’ maka yang muncul adalah ratusan situs tentang bend kesayangan dunia, the bee gees!

PERNAHKAH KITA BERPIKIR, MEREKA , THE GEES SEBAGAI SUMBER INSPIRASI ? MARI IKUTI SAYA DAN TERBANG BERSAMA SUBYEK KITA KALI INI, BURUNG LAYANG-LAYANG ATAU THE GEES.

Ketika mereka terbang, mereka membentuk formasi seperti huruf ‘V’ dengan susut runcing menghadap ke depan dan formasinya adalah pemimpin atau yang terkuat berada di depan diikuti yang kuat lainnya tetapi bukan pemimpin, berada di baris kedua-ketiga dan dibagian tepi dari formasi. Kenapa demikian? Ternyata formasi ini adalah yang paling efisien untuk terbang, mengimbangi kekuatan angin dan alam. Formasi yang efisien untuk menghemat tenaga dan menghimpun kekuatan. DAN, formasi ini ternyata penting dalam rumusan aerodinamika maupun aeronotika!

TERNYATA, FORMASI INI JUGA PENTING DALAM MANAJEMEN. Ingatkan anda ketika sya mengajak anda memahami fenomena mendayung perahu bersama, seperti pada lomba dayung di Inggris? Suatu fenomena yang menggambarkan perlunya SATU KOMANDO dalam mencapai tujuan. Nah, formasi terbang burung layang-layang ini adalah sisi lain tentang mencapai tujuan yaitu tentang KEPEMIMPINAN, KEPERCAYAAN dan KERJASAMA dalam TIM.

Ketika sang pemimpin letih, maka dia akan merendah untuk mundur dan member kesempatan pada pendampingnya untuk maju dan memimpin ‘penerbangan’ mereka. Begitu seterusnya sehingga dalam waktu yang stabil mereka bersama mencapai tujuan yaitu rumah untuk istirahat.Tidak ada yang tertinggal walaupun bila diukur sendiri sendiri maka akan ada perbedaan kekuatan yang bermakna tapi karena semua taat pada system kerja yang efisien maka tercapailah tujuan mereka secara bersama. Yang kua menjadi pemimpin dan pendorong angin sedang yang lemah menjadi penyeimbang.

BUKANKAH ini bagian dari MANAJEMEN?

Hal lain adalah ketika ada yang sakit atau lemah. Satu burung yang merasa lemah akan turun dan dua ekor burung lain akan menemani sampai si sakit menjadi sehat. Mereka akan istirahat di tempat pemberhentian sementara sedangkan rombongan meneruskan perjalanan. Ketika si sakit menjadi kuat, rombongan kecil tidak akan pergi sendiri namun menanti rombongan lain atau menunggu hingga rombongan mereka suatu saat melintasi.

Ini adalah lambang kerjasama, emansipasi dan toleransi terhadap yang lemah maupun yang kuat. Misi tersembunyi adalah keberhasilan kelompok mencapai tujuannya.

DARI CERITA DI ATAS DAPAT KITA RENUNGKAN HAL TENTANG PEMIMPIN. Yaitu bahwa seorang pemimpin setidaknya punya 4 E ……………………:

E1 : ENERGIC atau, pemimpin harus ‘BERBULU’ artinya berseri bugar selalu.

E2 : ENERGIZER – pemimpin bisa menyemangati kelompoknya bahkan yang paling lemah sekalipun

E3: EMANSIPATIVE memberi kesempatan anggota untuk maju sesuai keahlian yang diperlukan.

E4: EXCECUTOR mampu meutuskan

(Tetapi, jangan sampai memiliki dan mengembangkan E ke 5 atau edan eling, cepat-cepat harus mencari pertolongan bila anda punya pempimpin dengan E ke 5 ini.)

Begitulah ‘ penerbangan’ kita kali ini bersama si burung layang layang ‘the gees’

SEMOGA MEMBERI MANFAAT

SALAM

The Motivator

Iklan

3 tanggapan untuk “THE BIRDS named GEES

  1. kemarin manajemen bebek, sekarang manajemen burung, jadi penasaran besok manajemen apa lagi ya ?? kayaknya manajemen ulat deh…jelek dulu terus jadi kepompong dan akhirnya kupu-kupu..

    salut untuk pkm mojoagung, benar-benar belajar dari alam..

    tapi maaf, sepertinya pimpinan yang ‘edan’ itu kadang juga dibutuhkan. dalam kasus yang saya pernah tulis ceritanya, sepertinya kadinkes ngawi atau purworejo itu bu, kalau gak ngedan SIK nya gak bakalan jalan. tentunya ‘edan’ yang positif.. 😀

  2. Pak Raharjo dan teman teman lain, saya juga berpikir sama, kok kita lagi ngamati unggas unggas an ya. Lalu ide anda manajemen ulat masih saya pikiran unruk cari pustakanya alias reference. Kalau manajemen uget-uget tuh mestinya sudah ketemu. Pernah tau tidak bahwa uget-uget tuh harganya bisa sampai 2 juta…..
    Ha ha ada tuh pada diskusi tentang JUMANTIK dan JUMANTATIK yang mendukung GERTAK MAS BERLIAN nya kabupaten jombang.
    Penasaran?
    Jawabnya gampang, kalau uget-uget itu ternyata ‘milik’ nyamuk penyebab demam berdarah atau DB, maka kalau sakit biaya pemeriksaan dan perawatannya bisa sampai 2 juta lo…. Gak percaya? Gak perlu dibuktikan….daripada SAKITTTT.

  3. wah haha. tadi saya mau nulis manajemen uget2 lho bu, takutnya gak tahu uget2, jebul di jombang istilahnya itu 🙂

    Uget2 2 juta ? bisa lebih tuh kalau di VIP :D. Uget2 matre …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s