Tongue Jaw Lift pada Pelatihan BCLS di Puskesmas Mojoagung


Pak Zainul menerangkan tentang BCLS
Pak Zainul menerangkan tentang BCLS

Tongue jaw lift adalah salah satu teknik untuk membebaskan jalan nafas, terutama pada penderita yang tidak sadar, begitu ulas Ahmad Jayin salah satu perawat Puskesmas Mojoagung yang memberikan sosialisasi dan pelatihan untuk intern staf di Puskesmas Mojoagung. Sebelumnya tiga orang perawat diikutkan pelatihan BCLS (Basic Cardiovasculer Life Support) di RSUD Syaiful Anwar Malang untuk mendapatkan sertifikat yaitu Zainul Arifin, Ahmad Jayin, dan Samsul. Mereka mensosialisasikan ilmu yang telah didapat dengan mendemonstrasikan didepan staf Puskesmas Mojoagung, acara ini dibagi menjadi 2 periode yaitu hari Sabtu tanggal 7 dan hari Rabu tanggal 11 Maret 2009.

bantuan-nafas-pada-bayi
bantuan-nafas-pada-bayi

Puskesmas Mojoagung terletak ditepi jalan raya yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa Timur. Di jalan raya yang angka kecelakaannya cukup tinggi ini perlu disiapkan sebuah Puskesmas yang mampu menangani kasus-kasus kegawatdaruratan, begitu juga pentingnya mempersiapkan SDM didalam Puskesmas tersebut selain mempersiapkan sarana dan prasarana. Yang diikutkan pelatihan ke Malang adalah perwakilan Tim Gadar Puskesmas Mojoagung dimana pelatihan BCLS ini kemudian disosialisasikan kepada rekan-rekan yang lain. Ini sangat penting karena untuk menangani kegawatdaruratan butuh kerjasama tim yang baik.

img_0063sosialisasi dan latihan ini memberikan praktik untuk menangani penderita yang tidak sadar dan mengalami gangguan nafas dan jantung sehingga perlu diberikan bantuan nafas dan pijat jantung. Teori yang diajarkan adalah 30:2 yaitu pemberian 30 kali pijat jantung dengan diselai pemberian nafas 2 tiupan. Selain itu juga dipraktikkan juga Haemlich manuver untuk menolong pasien tersedak (Chocking) baik untuk dewasa maupun anak/bayi.

Selain diberikan latihan BCLS peserta pelatihan juga diberi materi tentang serangan jantung dan sedikit teknik membaca hasil rekaman ECG. Materi yang disampaikan oleh dr.Noviani dan dr.Intan ini ditujukan agar seluruh paramedis (perawat dan bidan) di Puskesmas Mojoagung mengetahui adanya kegawatan medis dibidang jantung berikut gejalanya. Bahkan dr. Noviani membuat singkatan untuk mempermudah mengingat tentang ECG yaitu ILARIAM (Irama, Laju QRS, Regularitas, Aksis, Morfologi). Paling tidak paramedis sedikit tahu tentang bacaan ECG mengingat kondisi pasien yang semakin kritis, seringkali pasien sudah menunjukkan hasil rekaman ECG nya saat baru pertama kali datang.

dr.Novi menerangkan tentang ILARIAM
dr.Novi menerangkan tentang ILARIAM

Di Puskesmas Mojoagung memiliki alat ECG yang setiap harinya digunakan pada kurang lebih 3-5 orang yang diduga menderita penyakit jantung. Biaya yang dikenakan untuk sekali rekam adalah Rp. 40.000,- . Kemudian hasil rekaman jantung ini dikirimkan kepada dr. Wahyu W, SpJP untuk dibaca hasilnya. Kurang lebih separo dari hasil yang dibacakan ini menunjukkan adanya kelainan Penyakit Jantung Koroner (IMA, OMI, iskemi, blok dll). Karena angka kejadian penyakit jantung yang cukup sering terjadi inilah maka perlu diadakan sosialisasi masalah penyakit jantung kepada paramedis yang setiap harinya kontak langsung dengan masyarakat sekitarnya. Sehingga informasi ini dapat menyebar ke masyarakat. Informasi mengenai penyakit jantung juga pernah diberikan pada acara PSKM (Paguyuban Sehat Kencing Manis) yang merupakan ajang bertemunya masyarakat penderita diabetes dengan kami para pelayan kesehatan di Puskesmas Mojoagung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s