Bahaya Penggunaan Kortikosteroid Oral berulang pada Anak Laki-laki


Ada artikel menarik yang saya baca di Medscape.com yaitu mengenai penggunan kortikosteroid berulang pada anak-anak. Berikut ini terjemahan bebas (versi saya , dr.Intan) mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca setia Blog Puskesmas Mojoagung.

Pemberian Kortikosteroid jangka pendek berulang dapat menimbulkan Ostopenia pada Anak-anak


Pemberian jangka panjang, penggunaan terus menerus kortikosteroid inhalasi sedikit lebih baik daripada pemberian jangka pendek berulang kortikosteroid oral karena dapat mengurangi pertumbahan mineral tulang dan menyebabkan osteopenia pada anak dengan asma persisten, terutama pada anak laki-laki, menurut artikel pada Pediatrik (jurnal) tajuk bulan Juli.

Penelitian sebelumnya telah mendokumentasikan efek kortikesteroid oral dan inhalan pada densitas mineral tulang pada orang dewasa, tetapi sedikit yang diketahui konsekuensi penggunaannya pada anak-anak, menurut Dr. H. William Kelly dkk.

Dr. Kelly dari University of New Mexico di Alburqueque, dan group beliau yang diikuti oleh 531 anak laki-laki dan 346 anak perempuan (usia antara 5-12 tahun, nilai tengah usia 16.6 thn  saat terakhir follow up) yang menikuti prospective “Childhood Asthma Management Program”. Kortikosteroid oral diberikan dalam pemberian standar hingga 60 mg/hari selama 2 hari dan dilanjutkan hingga 30 mg selama 2 hari.

Peneliti mengamati efek dosis dependent kortikosteroid oral meledak pada pertambahan mineral tulang (p = 0.0002 for trend) dan hubungan peningkatan resiko oesteopenia (p = 0.02 for trend)di spina lumbal pada anak laki-laki.

Kostikosteroid inhalan juga berkaitan dengan pengurangan pertumbuhan mineral tulang pada anak laki-laki (p = 0.05 for trend), dan tidak menunjukkan dosis dependen ataupun berkaitan dengan resiko osteopenia.

Tidak ada hubungan yang signifikan antara kortikosteroid inhalan atau oral dengan pertumbuhan mineral tulang ataupun resiko osteopenia pada anak perempuan. Pengarang berspekulasi bahwa jumlah anak perempuan (yg mjd sampel, ed) dan efek protektif estrogen selama pubertas yang menjaga mereka dari terdeteksinya efek yang signifikan.

Pada kesimpulannya, Dr.Kelly dkk menuliskan ” Penggunaan kortikosteroid inhalan potensial mengurangi pertumbuhan mineral tulang pada anak laki-laki dan semakin bertambah selama masa pubertas, tetapi resiko ini lebih banyak keuntungannya daripada kerugiannya melihat kemampuannya mengurangi jumlah penggunaan kortikosteroid oral pada anak-anak ini”

Tulisan asli bisa di lihat disini :

http://www.medscape.com/viewarticle/578375?src=mp&spon=13&uac=7837PV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s