SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H

Idul Fitri memberikan kesempatan kepada kita untuk bersilaturahmi, saling mendekatkan diri, dan saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Saya ingin mengajak Bapak dan Ibu serta Saudara-saudara  memanfaatkan Idul Fitri untuk mempererat tali silaturahmi itu dan saling memaafkan di antara kita.

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”,[4] memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Renungan bagi kita dalam rangka menyambut Idul Fitri dengan biasa saja. Kan, memang sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Mereka yang takut atau setengah takut atau enggap atau perasaan semacam itu akan menyambut Idul Fitri dengan gembira. Hari yang penuh kebebasan setelah mereka harus menahan lapar dan haus selama bulan Ramadhan. Mereka kemudian makan dan minum sepuas-puasnya, berpesta pora menyambut Idul Fitri. Golongan yang menyambut gembira bulan Ramadhan akan menyambut Idul Fitri dengan perasaan yang sedih. Mereka sedih, karena tidak tahu apakah mereka akan menemui bulan Ramadhan tahun depan. Rasulullah bersabda: ”Jika mereka mengetahui hikmah yang terdapat dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki agar semua bulan itu bulan Ramadhan.

Nah, kita termasuk golongan yang mana? Mari kita instropeksi ke dalam diri kita masing-masing. Mari kita bertanya ke dalam diri kita masing-masing. Setelah itu, mari kita perbaiki puasa kita di sisa bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan Allah menerima puasa kita, amien.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqobalallahu minnaa wa minkum Shiyamanaa wa shiyamakum

Minal ‘aidin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin

Upload : Abdul Aziz

About these ads