Tag

, ,


Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materi Medica Batu bagi-bagi informasi kepada perwakilan puskesmas se Kab. Jombang. Menurut BPOM RI beberapa tanaman obat telah dilakukan uji klinis dan peneitian. Antara lain adalah 9 tanaman unggulan :

  1. Jambu Biji [Psidium Guajava]  sebagai anti viral dan menaikkan kadar trombosit (RSUD dr. Soetomo Surabaya)
  2. Jahe Merah [Zingiber officinale] sebagai anti neoplasma (RSUD dr.Hasan sadikin Bandung)
  3. Sambiloto [Andrographis panicilata] sebagai terapi neoplasma (RSCM Jakarta)
  4. Cabe Jawa [Piper retrofractum) sebagai terapi androgenik /vitalitas (RSCM Jakarta)
  5. Mengkudu [ Morinda citrifolia] sebagai anti diabetik (RSCM Jakarta)
  6. Salam [Sizigyum poliyanthum] sebagai anti diabetik (RSUD dr. Hasan Sadikin Bandung)
  7. Temulawak [ Curcuma xanthorrhiza] sebagai anti hipercholesterolemia, anti rematik dan nafsu makan (RSUD Bantul, Sleman)
  8. Kunyit [ Curcuma domestica] sebagai terapi anti hipercholesterolemia (RSUD Bantul, Sleman)
  9. Jati Belanda [Guazuma ulmifolia] sebagai terapi hipercholesterolemia (RSCM Jakarta)

Pembicara dari Materia Medica Batu ini menyampaikan bahwa saat ini Industri Farmasi telah menggunakan tanaman obat sebagai obat. Contohnya antara lain adalah X-gra, Tensigard, Stimuno, Noza, Reumanir.

Dengan masuk tanaman obat kedalam industri farmasi dampaknya adalah kebutuhan akan tanaman obat ini menigkat pesat, belum lagi dari permintaan luar negeri. Tetapi kenyataannya dilapangan menunjukkan bahwa agribis tanaman obat tidak berkembang dengan baik dan merata di seluruh Indonesia, karena petani dan pelaku usaha kurang memahami kebutuhan pasar domestik dan ekspor yang menginginkan produk siap pakai yang telah diolah. Intinya adalah kebutuhan dalam negeri dan luar negeri tentang tanaman obat belum terpenuhi padahal nilai pasar (harga) tanaman obat ini cukup besar. Sebut saja Cina, menurut WHO tahun 2000, sebesar US$ 9 milyar.

Informasi lain yang disampaikan adalah tentang Obat Tradisional (OT) yang terdiri dari jenis yaitu jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka. Adapun kriterianya adalah sebagai berikut :

a.Jamu

    Kriteria :

    • Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
    • Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
    • Tingkat pembuktian umum dan medium
    • Jenis klaim harus diawali dengan kata-kata secara tradisional digunakan untuk……………. atau sesuai dengan yang disetujui pada pendaftaran

    b,Obat Herbal Terstandar

      Kriteria :

      • Aman sesuai dengan persyaratan yang di tetapkan
      • Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/praklinik dan telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi, serta memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
      • Jenis klaim penggunaan sesuai dengan tingkat pembuktian umum dan medium.

      Ada 17 produk herbal terstandar, contohnya antara lain :

      Diapet :

      -Komposisi : Psidii folium (daun jambu biji), Curcuma domesticae Rhizoma ), Coix lacrymae jobi semen (jagung jali), Terminaliae chebulae Fructus (buah Joha), Granati peicarpium (kulit buah delima)

      - Khasiat kegunaannya : mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan tinja, dan menyerap racun pada penderita diare serta bukan sebagai pengganti oralit.

      - Produksi PT Soho Industri Farmasi

      Fitolac

      -         komposisi : Sauropi Folium Ekstrak (daun Katu)

      -         khasiat kegunaan  : membantu memperlancar ASI

      -         Produksi : PT Kimia Farma

      Fitogaster

      -         komposisi : Curcumae domesticae Rhizoma ekstrak (kunyit)

      -         Khasiat kegunaan : membantu meredakan perut kembung

      -         Produksi : PT Kimia Farma

      Glucogard

      -         Komposisi : Morindae Folium ekstrak (daun  Mengkudu), Mamordicae Fructus  ekstrak (buah Pare)

      -         Khasiat kegunaan : membantu meringankan gejala kencing manis

      -         Produksi : PT Phapros

      c.Fitofarmaka

        Kriteria :

        • Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
        • Klaim khasiat harus dibuktikan secara uji klinik dan telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi serta memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
        • Jenis klaim penggunaan sesuai dengan tingkat pembuktian medium dan tinggi

        Contoh Produk Fitofarmaka yang sudah terstandarisasi :

        Nodiar

        Komposisi : attalpugite (bahan kimia untuk diare), Psidii folium ( daun jambu biji), Curcumae domesticae Rhizoma ekstrak (kunyit)

        Khasiat dan kegunaan : untuk diare non specifik

        Stimuno

        Komposisi : Phyllanthi Herbi  ekstrak (meniran)

        Khasiat kegunaan : sebagai immunomodulator, sebagai terapi ajuvan dalam pengobatan TBC

        Produksi : PT Dexa Medica

        Tensigard Agromed

        Komposisi : Apii Herba Ekstrak (seledri), Orthosiphonis Folium ekstrak (daun kumis kucing)

        Khasiat kegunaan : untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi ringan hingga sedang tanpa mempengaruhi kadar elektrolit  plasma, kadar lipid plasma, maupun kadar gula darah.

        Produksi : PT Phapros

        Rheumaneer

        Komposisi : Zingiberis Rizoma ekstrak (jahe), Curcumae Rhizoma ekstrak (temulawak), Panduratae Rhizoma ekstrak (temu kunci), Retrofraktii Fruktus ekstrak (buah cabe jawa)

        Khasiat kegunaan : mengobati nyeri sendi ringan

        Produksi : PT Nyonya Meneer

        X-Gra

        Komposisi :Ganoderma lucidum (jamur ganoderma), Eurycomae Radix (akar pasak bumi), Panacis gingseng Radix (akar gingseng), Retrofrakti fruktus (buah cabe jawa ), Royal Jelly

        Khasiat kegunaan : untuk disfungsi ereksi dengan atau tenpa ejakulasi dini

        Perhatian :

        -         hati-hati pada penderita kardiovaskuler atau diabetes mellitus

        -         bila ada efek yang tidak diinginkan, maka penggunaan produk ini harus segera dihentikan dan hubungi dokter.

        Produksi : PT Phapros

        Hal yang benar tentang obat herbal adalah bahwa obat tradisional/ tanaman obat ternyata juga memiliki efek samping seperti halnya obat kimia. Efek samping ini terjadi karena beberapa sebab antara lain karena :

        • Bahan yang bersifat  keras
        • Bahan yang bersifat toksik
        • Intrinsik (dari dalam / bahan obat alam sendiri)

        -         Salah dalam memberikan dosis atau takaran

        -         Salah waktu pemakaian

        -         Cara penggunaan

        -         Adanya alergi pada pasien tertentu

        -         Kondisi penderita à adanya penyakit lain yang diderita

        -         Adanya interaksi antara obat dengan obat herbal

        • Ekstrinsik (dari luar)

        -         Salah mengidentifikasikan tanaman obat yang digunakan

        -         Salah dalam pengolahan, sehingga menjadi tidak berkhasiat

        -         Klaim khasiat yang menyesatkan

        -         Adanya pemalsuan

        -         Pengolahan tidak benar

        -         Salah dalam menggunakan tanaman

        -         Terkontaminasi bahan beracun (pestisida, logam berat)

        -         Iklan yang menyesatkan

        -         Produk yang  kadaluarsa

        Kendala yang dihadapi dalam pengembangan tanaman obat tradisional ini antara lain :

        -         Obat tradisional belum diterima sepenuhnya oleh dokter dan pelayanan kesehatan formal / tenaga medis lain karena  : belum ada uji klinis, pengetahuan tentang obat tradisional yang kurang

        -         Adanya IKOT dan IOT liar

        -         Badan Kimia Obat dalam jamu

        -         Jamu-jamu liar

        -         Produk-produk luar yang ilegal

        Tanaman Obat Tradisional ini ternyata juga tidak lepas dari adanya penyalahgunaan. Yang sering terjadi disekeliling kita antara lain :

        1. Penyalah gunaan cara pemakaian.Daun ganja dicampur rokok, seduhan kecubung à untuk fly
        1. Penyalahgunaan tujuan pemakaian : jamu terlambat bulan dicampur jamu pegel linu untuk abortus
        2. Penyalahgunaan proses penyiapan / produksi à menambahkan bahan kimia obat (BKO) dalam jamu
        3. Dioplos dengan produk lain yang beralkohol.

        Materi diatas dirangkum dari Materi / Makalah yang disampaikan oleh UPT Materia Medica Batu pada tanggal 23 Juni 2009 di Dinkes Jombang.

        Untuk informasi selengkapnya silakan hubungi UPT Materi Medica Batu di Jalan Lahor  No.87 Batu

        About these ads