Perjalanan 2 hari ‘menghilang’ dari Puskesmas ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan bagi Puskesmas Mojoagung dan wilayah kerjanya
Pada tanggal 30 nopember 2009 ka Puskesmas Mojoagung diundang untuk mempresentasikan pembentukan ‘TFC’ di Jombang. Pada pertemuan pelacakan kejadian luar biasa (skd-klb) gizi buruk di sidoarjo / hotel utami.
TFC adalah singkatan dari Theurapeutic Feeding Centre
yaitu bagian dari pelayanan kesehatan puskesmas perawatan yang dilakukan secara khusus dengan penyiapan kamar perawatan khusus untuk gizi buruk dan tidak dijadikan satu dengan perawatan pasien berpenyakit lain.
TFC adalah sarana pemulihan gizi buruk dengan perawatan serta pemberian makanan secara intensif sesuai umur dan kondisi anak.
Perawatan tfc dilaksanakan dengan 3 aspek yaitu: asuhan medis, asuhan nutrisi dan asuhan keperawatan.
Bersama ini kami sampaikan beberapa ponters kepala dinas kesehatan propinsi dalam pertemuan tersebut:
1. Gizi buruk merupakan masalah gizi yang harus mendapat penanganan secara serius karena menyangkut kelangsungan hidup anak.
2. Dalam rangka rpjmd 2010 – 2014 penanganan balita gizi buruk merupakan salah satu program prioritas di jawa timur oleh karena sampai bulan november 2009 ada 1449 kasus baru dari 5324 kasus gizi buruk.
3. Berdasarkan pengalaman penanggulangan gizi buruk selama ini masih banyak kendala manajemen tatalaksana anak gizi buruk dalam hal:
proses penemuan dan rujukan kasus
keterbatasan sdm
4.mulai tahun 2010 direktorat gizi depkes ri mengharapakan dikembangkan kegiatan unggulan dalam pelaksanaan program gizi di setiap kabupaten kota terutama adanya ‘TFC’ di beberapa daerah dalam rangka penurunan kasus gizi buruk
5. Beberapa kegiatan unggulan di jawa timur :
‘GENTAZIBU’ di kabupaten Nganjuk
‘GEMAS’ di kota Surabaya
‘BERTABUR BINTANG’ di kabupaten jombang dan ‘TFC’ di
Puskesmas Mojoagung
6.pertemuan ini diharapkan dapat:
a. Meningkatkan advokasi kepada pimpinan daerah, DPRD
dan instansi terkait untuk mendapat dukungan dalam
penanggulangan gizi buruk
b. Meningkatkan pelacakan dalam rangka penemuan gizi
buruk
c. Membuat kegiatan unggulan sebagai terobosan
d. Mengembangkan TFC mninimal satu di setiap kabupaten/
kota
Koordinasi kesehatan tradisional
di propinsi Jawa Timur
NARASUMBER:
1. Direktorat Bina Kesehatan Komunitas, Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat DepKes RI
2. Puslitbang Biomedik dan Farmasi, Badan Litbangkes.
Hingga hari Sabtu tanggal 14 November 2009 masih saja terjadi keramaian di Puskesmas Mojoagung. Pada saat instansi lain tutup karena 5 hari kerja , Puskesmas Mojoagung malah mengadakan resepsi Peringatan HKN ke-45 dengan mengundang para pimpinan instansi-instansi, kader beserta kepala desanya. Wakil dari instansi Dinas Kesehatan, PLN, Polsek, Kecamatan, Koramil ikut bergembira menyumbangkan suara emasnya disela-sela pemaparan program dan keberhasilan tiap desa diwilayah kerja Puskesmas Mojoagung.
Para undangan acara HKN 2009 di Puskesmas Mojoagung
Resepsi HKN kali ini memang berbeda dengan acara tahun-tahun sebelumnya. Selain bergembira tetapi juga ada manfaat yang didapatkan dari sosialisasi program ini.
dr. Maghfur (ketua panitia HKN 2009 Puskesmas Mojoagung) memberi sambutan
Beberapa program unggulan yang dipresentasikan antara lain :
Desa Mojotrisno [Bidan Endang]
Ada 2 program baru:
Kelas Ibu Hamil
Kelas ibu hamil terdiri dari 2 kelas dengan pertemuan 2 kali perbulan. Materi yang disampaikan mengenai gizi ibu hamil oleh ahli gizi dari Puskesmas Mojoagung. Setelah penyuluhan dilakukan senam hamil untuk ibu hail dengan kehamilan lebih dari 20 minggu. Pemeriksaan golongan darah dan Hb untuk ibu hamil baru dilakukan 1 kali selama hamil.
kepala desa dan bidan desa Mojotrisno memaparkan keberhasilan program
Karang Werda [lansia]
Acara Karang Werda dilakukan tiap bulan sekali diisi dengan pemeriksaan rutin [TB, BB, Lingkar abdomen, Tensi], penyuluhan kesehatan, pemeriksaan laboratorium [GDA, asam urat] tiap 3 bulan sekali dan dilanjutkan dengan senam lansia.
Desa Kademangan [Bidan Aini]
Beberapa program unggulan:
Kantin kejujuran yang berada di lokasi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
Lansia ( sama dengan Desa Mojotrisno)
Fogging àDesa ini sudah membeli sendiri alat dan obat sendiri. Dari pihak desa sudah berkoordinasi dengan Promkes Puskesmas Mojoagung untuk mengajari pemakaian alat tersebut dilanjutkan dengan Demo.
DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang) untuk pelaksanaan dilakukan pelatihan kader lokal desa Kademangan, pencapaian sudah mencapai 50%.
Desa Seketi [Bidan Midiya]
Keberhasilan dari desa ini :
Posyandu sudah mandiri
ODF (Open Defecation Free) sudah berhasil di 3 titik
Program Dasawisma dengan mengadakan program jimpitan. Tiap KK mengumpulkan uang Rp. 1000,- /bulan. Program ini digunakan untuk menyantuni orang sakit atau kematian.
Desa Kedung Lumpang [Bidan Siti Umi]
Program yang sudah berjalan :
Arisan Jamban
Ayam PASTI à ayam dipelihara oleh kader. Ayam dan telurnya digunakan pada program PMT-Gizi Buruk
Desa Dukuh Dimoro [Bidan Lilik]
Program yang sudah berjalan :
Pemberantasan Sarang Nyamuk, berhasil , DHF negatif di desa ini.
Arisan Jamban
Kelas Ibu Hamil
Ket : Program yang ditampilkan diatas hanya yang berbeda dari desa yang lain
SDN Murukan Mojoagung terpilih untuk disurvey dalam rangka untuk mengetahui prevalensi dan KAP (pengetahuan, sikap dan perilaku) pada Murid SD/MI tentang penyakit cacingan di Jawa Timur, sasarannya adalah siswa kelas 3,4,dan 5. Wilayah Jombang dipilih dari 2 kecamatan yaitu Mojoagung dan Ploso. Dari Mojoagung dipilih SD Murukan karena pada penelitian Dokter Muda pernah ditemukan kejadian cacingan didaerah Desa Murukan Kecamatan Mojoagung. Dari Kecamatan Ploso di dilakukan survey di SD Rejoagung.
Tiap SD diambil 100 sampel, metode yang dilakukan dengan memberikan pot untuk menampung feces yang bisa dibawa pulang oleh siswa dan keesokan harinya diserahkan untuk dilakukan pemeriksaan dengan Metode Kato-Katz. Pemeriksaan feces siswa-siswa SD ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi dibantu oleh laboran dari Puskesmas Mojoagung dan Ploso. Puskesmas Mojoagung hanya menyediakan tempat untuk pelaksanaan acara ini.
pemeriksaan feces dengan metode kato katz di puskesmas mojoagung
Siswa sebagai subyek survey juga diberi pertanyaan oleh petugas sesuai dengan questioner mengenai pengetahuan siswa tentang penyakit kecacingan. Bila hasil survey ditemukan telur cacing maka pihak Puskesmas harus memberikan pengobatan kepada siswa tersebut. Survey ini mencari telur cacing Gelang, cacing Tambang dan cacing Cambuk. Acara survey ini dilakukan atas kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas.
survey kecacingan di puskesmas mojoagung
Menurut ibu Umaysaroh Amd.Lab (laboran Puskesmas Mojoagung), hasil dari survey ini ditemukan masing-masing 1 sampel dengan telur Cacing Cambuk, Cacing Gelang dan Cacing Tambang. Sampel yang mengadung cacing ini ditemukan dari daerah Murukan Mojoagung, sehingga harus ditindak lanjuti dengan pengobatan kecacingan didaerah ini. Puskesmas Mojoagung memang pernah didatangi beberapa pasien yang menderita Cutaneus Larva Migran.Biasanya pasien datang dengan keluhan gatal yang tida k sembuh dengan obat salep dan pil dan di kulit muncul bentuk yang berkelok-kelok.
Sementara itu dari daerah Ploso sama sekali tidak ditemukan telur cacing.
dr.Heri Wibowo (DINKES Jombang)sedang donor darah di Puskesmas Mojoagung
Puskesmas Mojoagung bekerjasama dengan PMI Cabang Jombang berhasil mengadakan acara Donor Darah Masal dan mendapatkan 91 kantong darah pada tanggal 15 November 2009. Menurut Ririn Amd.Kep (coordinator Acara Donor Darah), acara ini diikuti oleh Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung, siswa SMEA Negeri dan SMEA PGRI Mojoagung, SMU Muhamadiyah Mojoagung, SMU Negeri Mojoagung, PLN Mojoagung, RS Al Aziz Tembelang Jombang dan dari DInas Kesehatan. Acara yang rutin diadakan di Puskesmas Mojoagung ini sangat membantu PMI dalam menyediakan stok darah untuk masyarakat terutama dalam masa banyak bencana seeperti saat ini. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada para pendonor darah, semoga sekantung darah yang telah didonorkan menjadi manfaat.
dr.H.Miftah Sp.PD menjelaskan tentang Penyakit Metabolik
Perubahan pola hidup yang kebarat-baratan dan kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit metabolic, ulas dr. Miftah Sp.PD dalam acara seminar “Pendidikan Pencegahan dan Penanganan Penyakit Metabolik. Penyakit metabolic bukan hanya penyakit orang kota tetapi sudah merambah ke wilayah-wilayah desa-desa diwilayah Jombang, sehingga penting diadakan penyegaran untuk masyarakat akan informasi penyakit ini. Setelah tahu akan bahayanya diharapkan masyarakat akan dapat menjaga diri sendiri dan masyarakat untuk menghindari dampak / komplikasi dari penyakit metabolic.
dr. Sigit HN, SpS memaparkan masalah Stroke
Acara seminar dihadiri 138 peserta dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Materi disampaikan oleh dr. Miftah Sp.PD mengenai Penyakit Diabetes, Dislipidemia, dan Metabolik sindrom. MAsalah gizi untuk mencegah dan mengobati penyakit obesitas dan metabolic disampaikan oleh Nur Farida Handayani AmG . Materi yang disampaikan dr. Sigit Hari Nursamsu Sp.S mengenai Stroke dan Neuropathy diabetes.
Acara ini diselenggarakan pada Hari Sabtu tanggal 7 November 2009 di Gedung Viva, Betek, Mojoagung.
“Kami sangat bersyukur dengan diadakannya operasi katarak gratis di Puskesmas Mojoagung, karena ini sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu “ ucap bapak Husni Ahmad yang sempat ditemui wartawan blog Puskesmas Mojoagung disela-sela acara control pasca operasi Katarak Gratis di Puskesmas Mojoagung tanggal 11 November 2009. Acara yang terselenggara atas kerjasama Puskesmas Mojoagung, RS Mata Fatma Sepanjang dengan Pertamina ini berhasil mengoperasi sebanyak 61 mata katarak.
Antri menunggu operasi katarak gratis di Puskesmas Mojoagung
Dari Kuota yang disediakan sebanyak 55 mata, pada saat screening dihadiri oleh 134 orang penderita katarak, tetapi yang lolos screening hanya 85 orang saja yang positif menderita katarak. Dari ke 85 orang yang dipanggil untuk mengikuti operasi tanggal 11 November hanya 64 orang saja. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti acara Operasi Katarak Gratis ini sangat tinggi, meskipun yang dipanggil hanya 64 orang tetapi yang datang pada Hari-H mencapai 72 orang. Setelah dilakukan screening ulang hanya 61 orang saja yang boleh mengikuti operasi. Beberapa orang gagal mengikuti operasi ini karena kadar gula darahnya terlalu tinggi dan ada juga karena menderita konjungtivitis (radang selaput mata) sehingga berbahaya bila tetap dilakukan tindakan operasi di mata.
Pemeriksaan mata saat operasi katarak di puskesmas Mojoagung
Selama operasi berlangsung lancar tidak ada hambatan. Sedikit masalah yang dihadapi adalah adanya pemadaman listrik dari PLN sehingga untuk pelaksanaan operasi yang berlangsung dari pukul 16.30 hingga 20.30 harus menggunakan listrik dari Genset.
Demi kepuasan pelayanan kepada pelanggan setia, Puskesmas Mojoagung akan mengadakan Operasi Katarak Gratis Gelombang 2 yang rencananya akan diadakan pada tanggal 9 Desember 2009. Untuk screening akan dilaksanakan tanggal 3 Desember 2009. Menurut bapak Zainul Arifin Amd.Kep coordinator acara Operasi Katarak Gratis, masih ada lowongan 25 mata dari kuota 70 mata yang disediakan. Lowongan untuk dioperasi ini tetap dikhususkan bagi penderita katarak dari kalangan masyarakat miskin. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi bapak Zainul Arifin amd.Kep di Puskesmas Mojoagung (jam kerja) telp. 0321-495048.
Disampaikan pada Seminar Pendidikan Pencegahan dan Penanganan Penyakit Metabolik (Gedung Viva Mojoagung 7 November 2009)
PENDAHULUAN
Sejak tahun 1980 an terdapat polla hidup di Indonesia yang “Westernized” (kebarat-baratan). Selain perubahan aktivitas fisik yang mempunyai kecenderungan berkurangnya aktifitas fisik juga ada perubahan pola makan cepat saji, yang mempunyai kalori dan lemak tinggi. Perubahan pola hidup tersebut erat sekali dengan timbulnya penyakit – penyakit metabolic seperti : Obesitas (kegemukan atau kelebihan berat badan), diabetes mellitus, sindroma metabolic, dll
Penyakit-penyakit metabolic tadi akhirnya berkembang menjadi penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) yaitu Penyakit Jantung Koroner, Stroke dan lain-lain. Sejalan dengan keberhasilan pembangunan diberbagai bidnag dan dengan melihat dinamika kehidupan bangsa Indonesia maka akan terjadi perubahan pula pada sector kesehatan. Read the rest of this entry »
Dengan acara tradisi tahunan yang dikemas dengan sederhana dan meriah, Puskesmas Mojoagung mempersembahkan serangkaian acara dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2009, yaitu ; Kegiatan Sosial Donor Darah, Lomba Menu Gizi Buruk (Bidan Desa WilKer Puskesmas Mojoagung), Jalan Sehat (untuk masyarakat umum), Operasi Katarak (gratis tanpa syarat), Seminar Medis ”Pendidikan, Pencegahan dan Penanganan Penyakit Metabolik”, dan Resepsi HKN.
Puskesmas Mojoagung bertekad menjadi pusat pelayanan kesehatan yang terdepan sekaligus menjadi pusat pemberdayaan kesehatan masyarakat, berupaya memfasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi seluruh penduduk di wilayah kerja mojoagung. Melalui inovasi-inovasi dan peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas kepada masyarakat serta sekaligus senantiasa memberdayakan masyarakat pedesaan secara sukarela dan gotong-royong supaya masyarakat sadar dan siap siaga akan kesehatan dirinya dan lingkungan sekitarnya.
Hari kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November oleh setiap insan kesehatan di Indonesia akan bisa menjadikan tonggak dan semangat untuk lebih ikhlas dan bekerja keras meningkatkan pelayanan kepada tercapainya derajat kesehatan yang optimal. Puskesmas Mojoagung tahun 2009 ini ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan HKN ke 45 sebagai upaya untuk menunjang tugas dan fungsinya.
Semoga kegiatan HKN ke-45 dapat menjadikan motivasi puskesmas mojoagung untuk lebih menjadi pusat pelayan bagi upaya kesehatan masyarakat mojoagung secara paripurna ke depan.
Bagi muslim yang diterima puasanya karena mampu menundukan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan dan mengoptimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan, maka Idul Fitri adalah hari kemenangan sejati, dimana hari ini Allah Swt akan memberikan penghargaan teramat istimewa yang selalu dinanti-nanti oleh siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh, yaitu ridha dan magfirahNya, sebagai ganjaran atas amal baik yang telah dilakukannya.
Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung
Allah Swt juga pernah berjanji, tak satupun kaum muslimin yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan. Pertanyaannya, kira-kira puasa kita diterima apa tidak? Atau yang kita lakukan ini hanya ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus, seperti yang pernah disinyalir Nabi Muhamad Saw? Jawabnya, Allahu ‘alam, kita tak tahu sejatinya. Tapi menurut para ulama, ada beberapa indikasi, seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa: ketika kualitas kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas penderitaan dan musibah saudaranya di ujung sana. Artinya penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu, maupun sosial. Penghayatan dan pengamalan yang baik terhadap bulan ini akan mendorong kita untuk kembali kepada fitrah sejati sebagai makhluk sosial, yang selain punya hak, juga punya kewajiban, individu dan sosial. Sudahkan kita merasakannya? Itulah rahasia kenapa selamat hari raya Idul Fitri seringkali diakhiri dengan ucapan Minal ‘Âidîn wal Faizîn (Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali pada fitrah sejati manusia dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat). Selain sebagai doa dan harapan, ucapan ini juga bak pengingat, bahwa puncak prestasi tertinggi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa paripurna, lahir dan bathin, adalah kembali kepada fitrahnya (suci tanpa dosa). Makna Idul Fitri Sejak Idul Fitri resmi jadi hari raya nasional umat Islam, tepatnya pada tahun II H. kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan ini dengan kontemplasi dan tafakur tentang perbuatan kita selama ini. Syeikh Abdul Qadir al-Jailany dalam al-Gunyah-nya berpendapat, merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Alah Swt. Momen mengasah kepekaan sosial kita. Ada pemandangan paradoks, betapa disaat kita berbahagia ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak menangis menahan lapar. Bersyukurlah kita! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin.
تقبل الله منا ومنك
Selamat hari raya idul fitri 1430H.
Mohon maaf lahir dan bathin ya..
Pada tanggal 27 Agustus 2009, Dinas Kesehatan Kab. Jombang dan Puskesmas Mojoagung berperan serta dalam Pameran Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pelayanan Publik ( Citra Bakti Abdi Negara ) Tahun 2009 di halaman PemKab. Jombang.
Persiapan pada waktu tengah malam (kiri) dr. Sriwulani S, SpR, M.Kes dan (kanan) drg. Subandriyah (Bu IA)
Dalam rangka kunjungan Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik Tingkat Nasional di Jombang. PemKab. Jombang ingin menunjukkan bahwa dalam keseluruhan pelayanan kepada masyarakat Kab. Jombang adalah yang terbaik, bermutu dan berkualitas. Terbukti dalam kegiatan pameran pelayanan publik kemarin direspon sangat baik oleh Tim Penilai dan lebih-lebih Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jombang beserta jajarannya,
(kiri) dr. Sriwulani S, SpR. M.Kes. (tengah) dr. Heri Wibowo, M. Kes. (kanan) Bpk Bupati Drs. Suyanto, MM
karena keseluruhan Dinas, Badan dan UPTD se-Kabupaten Jombang yang mewakili menampilkan karya terbaiknya dalam berbagai bentuk pelayanan miniatur.
Tim Pameran Pelayanan Publik Puskesmas Mojoagung dari sebelah kiri ( Endang P, AMd.Keb, dr. Sriwulani S, SpR,M.Kes., Abdul Aziz, AMd.Per.Kes., Sumantri, Akp., Zainul Arifin, AMd. Kep.
Terlihat Kunjungan Tim Penilai dan didampingi Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jombang beserta jajarannya di Stand Puskesmas Mojoagung sangat antusias dan senang karena terlihat aneh dan nyentrik dengan adanya maket miniatur yang disajikan Puskesmas Mojoagung dengan berbagai macam artikel kegiatan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan ukuran mini. Karena selama ini telah melekat image yang sangat kuat bahwa puskesmas adalah tempat berobat pusing, keseleo dan masuk angin. Disini Puskesmas Mojoagung ingin menghilangkan image semacam itu dan sekuat kemampuan kami memberikan pelayanan yang terbaik, bermutu dan berkualitas melalui berbagai pelayanan yang prima serta inovatif.
Kami keluarga besar Dinas Kesehatan Kab. Jombang dan UPTD Puskesmas Mojoagung mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tim Penilai beserta jajarannya, semoga memberikan manfaat kepada PemKab. Jombang khususnya dan Bagi Masyarakat Kab. Jombang pada umumnya.
Updated, Upload & Photo by : Abdul Aziz, AMd. Per.Kes.
Penerbit Terjemahan : PT SERAMBI ILMU SEMESTA , Jakarta
Tahun Terjemahan : 2007
Perkembangan teknologi kedokteran memang tak seharusnya membatasi hubungan dokter dengan pasiennya. Keterbatasan waktu seringkali dipakai alasan untuk tidak mendengarkan dengan baik keluhan pasien atau segera memotong pembicaraannya hanya beberapa detik setelah pasien mulai berbicara. Pendidikan Kedokteran yang ‘ala’ Barat, telah menseting mindset dokter untuk menganggap pasien hanyalah kantung berisi organ-organ tubuh. Serupa kumpulan mesin-mesin yang sudah rusak dan harus segera direparasi. Hal ini sebenarnya kontradiktif dengan harapan pasien terhadap dokternya.
Pasien berharap dokternya menggunakan keahlian dan kemanusiaan yang mereka miliki untuk mengatasi masalah yang sering kali rumit, pada tubuh dan hidup mereka, lalu menafsirkannya menjadi sebuah diagnosis. Mereka ingin dokternya melihat, membaca gejala dan menjelaskannya pada mereka. Mereka ingin dokter yang mereka kunjungi menjadi penafsir dari musibah yang menimpa mereka.”
Diatas adalah kutipan dari buku yang membahas harapan pasien terhadap dokternya. Dilain pihak dokter belum tentu bisa memberikan seperti harapan pasien. Bahkan untuk mendengarkan perjalanan penyakit pasien pun dokter sudah tidak punya waktu, dibuku ini penulis mengutip bahwa ada penelitian yang menyatakan bahwa dokter sudah menyela pembicaraan pasien hanya setelah 18 detik pasien itu mulai bicara. Pada akhirnya pasien lebih memilih mengunjungi “Pengobatan Alternatif” yang notabene tidak pernah mendapat pendidikan dokter/ medis sama sekali ,tetapi lebih mempunyai waktu dan perhatian untuk pasien.
Buku ini terus terang membuat saya sebagai pembaca lebih berpikir dan menggunakan hati dalam mencerna harapan pasien ini. Sebagai dokter tentu saja saya sangat ingin bisa memenuhi harapan pasien tetapi tentunya banyak kendala yang dihadapi. Sebagai contoh seorang dokter yang dinas di Puskesmas yang harus memeriksa pasien rawat jalan sejumlah minimal 50 pasien perhari dengan jam pelayanan di poli mulai jam 8 sampai jam 12 , tentunya kontak mulai anamnesa hingga pembuatan resep tak bisa lebih dari 5 menit per pasien. Bila Puskesmas sedang ramai dengan pasien lebih dari 100 pasien tentu bisa dibayangkan betapa banyak pasien yang kecewa karena harapannya tidak bisa terpenuhi, kecewa karena keluhannya tidak didengarkan dengan baik, kecewa karena tidak diperiksa secara lengkap dari atas hingga kebawah dan banyak lagi kekecewaan. Bagaimana pula dengan Puskesmas yang pasiennya mencapai 350 pasien per hari ? mungkinkah hal ini dilaksanakan ? Read the rest of this entry »
Kepala Puskesmas (dr. Lani) & Tim berkunjung ke rumah salah satu warga Desa Murukan (bu. Rumadi)
Pada Bulan Juli 2007, Puskesmas Mojoagung mendapat pasien dengan kasus cacing tambang yang kesemuanya berasal dari Desa Murukan Kec. Mojoagung Kab. Jombang dan bekerja sebagai peternak sapi perah, kemudian dengan hasil pemeriksaan laboratorium 1 orang anemis dengan Hb 5 g/dl.
Hal inilah yang mendorong Kepala Puskesmas Mojoagung pada Bulan Agustus 2007 bekerjasama dengan Tim Dokter Muda FK UNAIR melakukan
di Lokasi Proses BIOGAS
penelitian kepada peternak sapi perah di Desa Murukan, sekaligus meneliti tingkat pengetahuan dan perilaku mereka yang berhubungan dengan faktor resiko kecacingan.
Proses II BIOGAS
Dari hasil pemeriksaan feces responden 13,5 % positif mengandung telur cacing yang berasal dari jenis
hookworm atau cacing tambang, 86,5 % sisanya negativ (tidak ditemukan telur cacing hookworm).
Untuk meminimalisir limbah sapi, Puskesmas Mojoagung bekerjasama dengan
Proses Pembuangan
Camat Mojoagung, Dinas Peternakan Kab. Jombang dan Desa Murukan mengusulkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Jombang (DKLH) untuk mengolah limbah sapi menjadi BIOGAS. Hal ini oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Jombang (DKLH) ditanggapi positif namun pihak warga Desa Murukan harus menyediakan lahan.
Output dari BIOGAS
Pada Tahun Anggaran 2008, BIOGAS dibangun di Desa Murukan oleh Dinas Pemukiman dan Pengembangan Wilayah ( Dinas KIMBANGWIL ) Kab. Jombang yang bias digunakan oleh masyarakat Murukan sampai sekarang.
Pada hari Sabtu Tanggal 15 Agustus 2009, Puskesmas Mojoagung ikut serta dalam Peringatan 17 Agustus 1945 di Kecamatan Mojoagung, yang diikuti kurang lebih 100 peserta dari tingkat Sekolah Menengah sampai Umum se-Kecamatan Mojoagung. Puskesmas Mojoagung dengan nomor urut 01 namun pada waktu start dengan nomor urut 08, dengan sejumlah 20 personil yang dikomandani Ibu Bidan Mutoliatul Afidah. Jarak tempuh mulai dari depan UPTD SKB Mojoagung sampai dengan Kantor Camat Mojoagung kurang lebih 8,4 KM, dengan jarak tempuh yang cukup melelahkan tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangat ‘45 Tim Gerak Jalan Puskesmas Mojoagung khususnya dan Tim yang lain-nya pada umumnya. Dengan jarak tempuh 8,4 KM tersebut Puskesmas Mojoagung mampu menyelesaikan dengan waktu 80 Menit. Dengan Perjuangan yang sangat keras dan melelahkan Tim Gerak Jalan Puskesmas Mojoagung mendapatkan Juara Harapan I Tingkat Kecamatan Mojoagung. Selamat Atas Keberhasilan Tim Gerak Jalan Puskesmas Mojoagung yang telah berhasil sebagai Juara Harapan I, Semoga di tahun berikutnya akan lebih semangat. Amin.
Updated by : Abdul Aziz, AMd. Per.Kes.
Fotografer : Catur Bagus AS.
Dinkes Provinsi Jawa Timur memang benar-benar serius menangani kegawat daruratan di wilayahnya. Setelah para medis , tenaga non medis non paramedis, sekarang giliran dokter gigi di puskesmas di jawa timur yang harus menjalani pelatihan untuk kegawatdaruratan. Tim Gadar Puskesmas Mojoagung seperti biasa dipercaya untuk memberikan materi di hadapan dokter-dokter gigi se Jawa Timur ini. Adapun tujuan dari Puskesmas mampu sigap dan siap menghadapi keadaan gawat darurat. Read the rest of this entry »
Dalam rangka Hari Koperasi ke-62, Pemerintah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan CITRA PAMERINDO menyelenggarakan Gelar Potensi Jombang 2009. Pagelaran ini merupakan gelar spektakuler yang pertama kali di kota Jombang yang diselenggarakan di Alun-alun Jombang yang diikuti oleh beberapa Instansi Pemerintah maupun swasta, UKM (Usaha Kecil Menengah) dan Koperasi, serta HI-TECH. Pelaksanaan Gelar Potensi Jombang berlangsung mulai dari tanggal 14 Juli sampai dengan 2 Agustus 2009, waktu buka jam 15.00 WIB. sampai dengan 22.00 WIB. Read the rest of this entry »
Dengan melihat perkembangan teknologi Kedokteran Gigi yang semakin pesat dan semakin dekatnya Pengujian Kompetensi Dokter Gigi berdasarkan pengumpulan SKP di tahun yang akan datang (2011-2012), maka setiap dokter gigi dituntut selain dapat menguasai teknik-teknik kedokteran gigi terbaru, juga harus mempersiapkan diri menjelang uji kompetensi tersebut.
Penyambutan kedatangan Wapres Jusuf Kalla di Kab. Jombang seperti biasanya selalu melibatkan adanya tim kesehatan dari daerah. Dinkes Kab. Jombang menunjuk beberapa puskesmas untuk menjadi tim kesehatan. Read the rest of this entry »
Tanggal 25 Juni 2009 telah diadakan acara Sikat Gigi Bersama di SDN Miagan, Acara yang diikuti sebanyak 315 siswa SD ini diselenggarakan atas kerjasama Puskesmas Mojoagung, Dinas Kesehatan Kab. Jombang dan Pepsoden. Read the rest of this entry »
Safe community adalah keadaan masyarakat sehat dan aman melalui peningkatan kesiapsiagaan, pencegahan dan mitigasi maupun pelayanan respon cepat serta rehabilitasi yang dilakukan oleh masyarakat dari dan untuk masyarakat didukung pemerintah. Read the rest of this entry »
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materi Medica Batu bagi-bagi informasi kepada perwakilan puskesmas se Kab. Jombang. Menurut BPOM RI beberapa tanaman obat telah dilakukan uji klinis dan peneitian. Antara lain adalah 9 tanaman unggulan :
Jambu Biji [Psidium Guajava] sebagai anti viral dan menaikkan kadar trombosit (RSUD dr. Soetomo Surabaya)
Jahe Merah [Zingiber officinale] sebagai anti neoplasma (RSUD dr.Hasan sadikin Bandung) Read the rest of this entry »
Pada hari Rabu, 10 Juni 2009 Puskesmas Mojoagung Kebahagiannya bertambah karena salah satu dokternya terpilih menjadi TKHI 2009 untuk Embarkasi Surabaya. Perasaan senang, haru dan tidak percaya dengan diserati rasa bangga bisa menjalankan tugas yang sangat mulia mendampingi Jamaah Haji Indonesia untuk menunaikan Ibadah yang sangat sakral yaitu di Tanah Suci Makkah, ” crita dikit dari dr. Yeni Kusumawati “. Read the rest of this entry »
Sungguh sangat tidak rela hati untuk merelakan dr. Intan Nurswida melanjutkan studinya, karena merupakan salah satu icon untuk Puskesmas Mojoagung dalam hal IT. Telah banyak perubahan di Puskesmas Mojoagung semenjak kehadiran dr. Intan N terutama bidang Informasi Teknologi (IT), semisal yang telah sukses dan berhasil adalah acara seminar BINTIK (BINa Teknologi Infomasi Kesehatan), EKG Dasar, Seminar Akupunktur dan Herbal. Read the rest of this entry »
Adanya pelayanan pemeriksaan laboratorium untuk faal hati ternyata direspon positif oleh masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk memeriksaan hati atau livernya sudah cukup tinggi. Begitu juga promosi kesehatan menngenai penyakit-penyakit liver yang sudah dilakukan di masyarakat dari Tim UKM Puskesmas Mojoagung sangatlah membatu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan livernya.Hasilnya adalah ditemukan sejumlah pasien dengan HbSAg.
Bagaimana Pemeriksaan dan Jumlah Pasien dengan HbSAg ?
Hati adalah organ yang sangat vital bagi manusia, bila organ ini terganggu atau rusak tentunya akan terjadi gangguan di seluruh tubuhnya. Kita ingat ada kisah dari bapak Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group dalam bukunya yang menceritakan bagaimana beliau menderita sakit liver hingga harus operasi di China untuk ganti hati. Hati milik beliau telah rusak karena penyakit chirrosis hepatis sehingga mengalami berbagai keluhan seperti muntah darah, kulit menghitam dan kondisi tubuhnya semakin memburuk sehingga hal-hal ini memaksa beliau untuk ganti hati. Ganti hati atau nama medisnya transplantasi liver, ini bukan perkara yang mudah karena membutuhkan biaya yang sangat besar dan perawatan yang extra ketat karena harus dalam keadaan sangat steril, bila gagal bisa meninggal dunia seperti yang terjadi pada tokoh Nurkholis Madjid yang gagal transplantasi livernya oleh karena adanya infeksi virus. Jadi alangah baiknya bila skreening dini dan imunisasi digalakkan dimasyarakat untuk mengurangi dampakdari penyakit yang menyerang liver atau hati.
Pak Zainul memperagakan Alat Perlindungan Diri (APD)
Pada pelatihan desa siaga kali ini Puskesmas Mojoagung masih dipercaya untuk menjadi nara sumber. Acara yang dilaksanakan 3 gelombang ini dan diikuti oleh kader, tokoh masyarakat dan bidan desa se Kabupaten Jombang ini dilaksanakan pada tanggal 18-19, 25-26dan 27-28 Mei 2009. Read the rest of this entry »
Ketakutan akan Stigma dan Diskriminasi, kendala utama penanganan HIV/AIDS
Masyarakat masih memberikan stigma dan diskriminasi kepada penderita HIV / AIDS. Faktor-faktor yang menimbulkan stigma dan diskriminasi di masyarakat adalah karena penyakit HIV / AIDS dapat mengancam jiwa, informasi yang kurang tepat mengenai penyakit HIV / AIDS dan adanya kepercayaan dimasyarakat bahwa penyakit ini adalah merupakan suatu “hukuman” atas perbuatan yang melanggar moral atau tidak bertanggungjawab sehingga penderita HIV / AIDS itu “pantas” untuk menerima perlakuan-perlakuan yang tidak selayaknya mereka dapatkan. Read the rest of this entry »
Pembaca setia blog Puskesmas Mojoagung mungkin penasaran bagaimana profil Puskesmas Mojoagung ya ?
Berikut ini akan kami sharing Profil Puskesmas Mojoagung Versi PDF yang bisa gratis di download. Semoga bermanfaat.
Tanggal 22 Mei 2009 yang lalu Puskesmas Mojoagung mendapat kunjungan dari Staf MenPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara) dan GT Set. Kunjungan ini dalam rangka Expo Kesehatan yang akan diadakan pada tanggal 23-25 Juni 2009 mendatang di Jakarta. Kebetulan se Indonesia yang terpilih hanya dari 2 kabupaten yaitu Kabupaten Jombang (Jawa Timur) dan Kabupaten Bontang (Kalimantan Timur). Untuk Expo kesehatan ini akan ditayangkan tentang inovasi-inovasi yang dilakukan di Puskesmas.
Para tamu ini didampingi oleg drg.Gaguk HS, M.Kes dari Dinas Kesehatan Kab. Jombang untuk berkeliling ke puskesmas – puskesmas unggulan di Jombang antara lain adalah Puskesmas Mojoagung.
Pada pertemuan PKK di Kantor Kecamatan Mojoagung, dr. Sriwulani Sp.R (Kepala Puskesmas Mojoagung) telah mengadakan sosialisasi mengenai Flu Babi atau nama kerennya Swine Flu. Acara sosialisasi dilakukan tanggal 19 Mei 2009 dihadapan sekitar 50 orang ibu-ibu PKK se-Kecamatan Mojoagung. Isu mengenai Flu babi memang telah merambah ke seluruh dunia hingga dari pihak Dinas Kesehatan Jombang telah mengistruksikan tentang sosialisasi pencegahan penyebaran Flu Babi ini kemasyarakat. Meskipun Indonesia belum berjatuhan korban sebanyak di Amerika dan Mexico, tetapi kewaspadaan untuk menjaga diri tetap diperlukan.
Pustu adalah suatu bentuk UKM yang ada di masyarakat desa sebagai wadah aspirasi pelayanan kesehatan KIA-KB dan sebagai pelaksana teknis adalah bidan desa. Read the rest of this entry »
Tindak lanjut dari program GERTAK MAS BERLIAN yang telah dicanangkan pada tanggal6 Februari 2008. Adalah pelatihan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Para Jumantik ini diambil dari para kader kesehatan yang sudah biasa bekerja sama dengan Puskesmas Mojoagung. Acara yang berlangsung pada pagi tanggal 16 Mei 2009 ini diisi dengan acara :
Tamu Puskesmas Mojoagung kali ini adalah tokoh SIMPUS yang sudah keliling Indonesia menawarkan Simpus nya. Mungkin pembaca setia blog Puskesmas Mojoagung sudah ada yang tahu tentang beliau karena beliau ini sering sekali menulis komentar dengan identitas Raharjo atau Jojok. Mas Jojok ini sudah sangat sering kontak dengan Puskesmas Mojoagung lewat komentarnya yang kadang menggelitik diblog Puskemas Mojoagung. Mas Jojok ini lebih suka dianggap seperti pedagang asongan karena telah door to door menawarkan produk SIMPUS nya ke Puskesmas atau Dinas-dinas kesehatan di Indonesia. Setelah kenal secara online selama kurang lebih 1 tahun, baru di siang hari tanggal 14 Mei 2009 ini Puskesmas Mojoagung bisa ketemu darat dengan beliau. Read the rest of this entry »
Seringkali pasien bertanya kepada kita , mengapa sebelum asmanya kambuh , perut terasa perih dan mual ? atau ada juga yang bertanya kenapa setelah serangan asma kok perut terasa perih, panas dan mual ?. Dulu saya berpikir kalau itu disebabkan “hanya” karena terapi asma yang menggunakan kortikosteroid dimana obat ini memang bisa menimbulkan efek samping gastritis atau ulkus peptikum. Tetapi setelah saya browsing di internet ternyata ada tulisan menarik yang dikupas tuntas oleh A.Dina Abidin H.Mahdi (Sub Bagian Alergi-Imunologi-Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUPN Dr.Ciptomangunkusumo Jakarta) yang ditulis pada CDK 166/vol.35 no 7/November-Desember 2008 dengan judul Asma Bronkial – Hubungannya dengan GERD.Read the rest of this entry »
KAli ini Tim Alternatif Medicine Puskesmas Mojoagung show dihadapan ibu-ibu PKK Kab. Jombang. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian bekerjasama dengan PKK Kab. Jombang berlangsung 2 hari yaitu tanggal 29-30 April 2009. HAri pertama acara diselenggarakan di ruang pertemuan dinas Pertanian di Kec. Sumobito yang dihadiri leh ibu-ibu PKK se eks -kawedanan Mojoagung. Sementara hari kedua yang didiadakan di balai desa Bulurejo kec. Diwek dihadiri dari ibu-ibu PKK kec. Diwek, Ngoro dan Mojowarno. Read the rest of this entry »
Puskesmas Mojoagung memang sebuah puskesmas yang penuh ide dan inovasi. Dr.Sriwulani S, SpR melontarkan suatu program promosi kesehatan, yang mungkin ini pertama dilontarkan oleh sebuah puskesmas, melalui pelatihan BINTIK ( Bina Teknologi Informasi Kesehatan ). Pada pelatihan bintik ini diharapkan peserta mampu mengakses Read the rest of this entry »
Disela-sela acara tasyakuran di Puskesmas Mojoagung yang telah berhasil meraih Radar Mojokerto Award 2009 kategori kesehatan, tim webblog Puskesmas Mojoagung berhasil mewawancarai ibu Tri Umbayani dari DINKES Jombang mengenai Pemilihan Nakes Teladan di Tingkat Kabupaten Jombang.
Menurut beliau pemilihan Nakes Teladan ini berbeda dengan pemilihan Nakes Berprestasi. Pemilihan Nakes Teladan ini dipilih Nakes yang bisa diteladani oleh orang disekelilingnya (di tempat kerja, di masyarakat, di rumah tangga), jadi bukan hanya kepintarannya saja. Read the rest of this entry »
Malam tanggal 30 April 2009 mungkin malam biasa bagi orang lain tapi tidak bagi dr. Sriwulani Sumargo Sp.R Kapus Mojoagung yang malam itu menghadiri malam penganugerahan Radar Mojokerto Award 2009. Tak disangka tak diduga, bu Lani (panggilan Kapus Mojoagung) diharuskan maju ke depan untuk menerima piala dan piagam karena Puskesmas Mojoagung memenangkan Institusional Category Kesehatan Radar Mojokerto Award 2009. Bahagia luar biasa lah hingga membuat beliau gemetaran dan sulit berkata – kata saat menerima piagam yang diserahkan oleh Wabub Mojokerto.
Pembaca setia blog Puskesmas MOJOAGUNG mungkin masih belum tahu siapa sih Kepala Puskesmas Mojoagung yang baru. Pada edisi kali ini kami tayangkan mengenai profil beliau.
Sudah kesekian kalinya Puskesmas Mojoagung bekerja sama dengan BKMM (Balai Kesehatan Mata) Surabaya dalam mengadakan acara “ Operasi Katarak” GRATIS yang berhasil dilaksanakan kemaren (tanggal 23 April 2009). Berikut liputannya.
Hingga siang harinya sudah terdaftar sebanyak 58 orang yang ingin mengikuti operasi katarak gratis ini namun hanya 35 orang saja yang berhasil lolos untuk dioperasi. Yang gagal untuk dioperasi kali ini karena beberapa sebab antara lain karena penderita ini mengalami infeksi mata (konjungtivitis, iritis), diagnosa bukan katarak serta adanya penyakit lain misalnya diabetes melitus dengan Gula darah cukup tinggi serta hipertensi berat begitu menurut penjelasan Koordinator acara Operasi Katarak Gratis , bapak Zainul Arifin, Amd.Kep.
Pengembangan suatu puskesmas rawat jalan menjadi sebuah puskesmas plus rawat inap memang tidaklah mudah. Banyak sekali kendala yang telah dihadapi. Maka study banding ke puskesmas yang lain perlu dilakukan sebagai pembelajaran bersama untuk meningkatkan mutu kualitas pelayanan di puskesmas tersebut.
Pagi ini tanggal 22 April 2009, Puskesmas Sumobito Kab. Jombang (juga) mengadakan acara study banding ke puskesmas Mojoagung. Tim yang dipimpin oleh kepala Puskesmas Sumobito dr. Wibowo ini terdiri dari dokter, perawat, bidan dan administrasi. Kunjungan kali ini untuk mengetahui pengelolaan rawat inap dalam arti pengaturan petugas, administrasi keuangan, managemen pasien, biaya pasien serta hal hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan rawat inap. Tempat – tempat yang dikunjungi adalah UGD, Ruang kamar rawat inap, serta PONED.
Sayangnya hari ini kepala Puskesmas Mojoagung dr. Sriwulani Sumargo.M.Kes, SpR tidak bisa mendampingi Tim Puskesmas Sumobito ini karena beliau harus bertugas di PKM Ploso sebagai Specialis Radiologi tiap hari Rabu.
Saya baru saja dapat ilmu baru yang dikirim gratis ke email saya. Ilmu itu berupa e-book yang “katanya” harganya senilai 300 ribu. Mahal ya….
Tapi disini saya akan membagikan e-book ini secara GRATIS untuk Anda.
Klik saja disini. Anda bisa mendownloadnya ebook ini secara GRATIS sekaligus menerapkan ilmunya.
E-book itu isinya tentang tips dan trik meningkatkan rating web kita agar penjualan juga meningkat. Hal yang akan saya kutip disini adalah tentang nama domain.
Buruan daftar ya…..karena kuota operasi katarak gratis di Puskesmas Mojoagung tanggal 23 April 2009 ditambah. Sebelumnya jatah operasi katarak gratis ini hanya untuk 30 mata , tetapi informasi terbaru jatah ini ditambah menjadi 60 mata.
Syarat :
-Memiliki kartu JAMKESMAS
-atau Memiliki kartu ASKES PNS
Pendaftaran terakhir tanggal 15 April 2009 jam 12.00
Pelaksanaan tanggal 23 April 2009
Informasi lebih lanjut hubungi :
Bapak Zainul Arifin Amd.Kep di Puskesmas Mojoagung jam 08.00-12.00
Telpon : 0321-495048
email : puskesmas.mojoagung@gmail.com
Dalam 4 tahaun terakhir ini terjadi perkembangan pesat Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mojoagung. Pada tahun 2005, sebagian besar Posyandu masih pada tingkat Pratama dan Madya. Hingga tahun2008 Puskesmas Mojoagung bekerja sama dengan masyarakattelah berhasil meningkatkan statusnya menjadi tingkat Purnama dan Mandiri.
Ketika itu aku masih anak anak. Kami tiga bersaudara
Ayahku adalah seorang pegawai biasa dengan gaji pas pasan
Ibuku adalah ibu rumah tangga biasa (YANG LUAR BIASA MENURUTKU!!)
Waktu itu 2 orang kakak ku SMP dan SMA sementara aku baru kelas 6 SD.
Ujian sudah di depan mata dan biaya masuk sekolah SMP sudah terbayang
Untuk membantu ayah, ibuku menjajakan roti dan menjadi pengantar catering Dengan usaha lepas demikian ibu bisa tetap di rumah waktu kami pulang (begitu alasannya) Read the rest of this entry »
Beberapa waktu lalu kedua alat nebulizer di Puskesmas Mojoagung rusak, sebabnya karena pemakaian yang berlebihan. Bayangkan, dalam sehari selama musim penghujan yang lalu alat nebulizer ini harus melayani minimal 5 pasien perhari, belum pasien yang rawat inap dengan pemakaian 3 kali sehari per pasien. Akhirnya untuk mengatasi kerusakan ini Puskesmas Mojoagung harus menggunakan alat yang baru.
BILA SORE MENJELANG SERING KITA MELIHAT SEKELOMPOK BURUNG LIAR TERBANG MENUJU SARANGNYA YANG BERJARAK PULUHAN KILOMETER.
Fenomena burung liar ini menjadi semakin marak ketika FLU BURUNG mendunia, mereka ditelusur lalu dituduh sebagai salah satu mata rantai penyebar flu burung, lalu mereka menjadi sasaran untuk diteliti diobati dan bila perlu dimusnahkan.
DAN KITA LUPA UNTUK SEJENAK BERPIKIR POSITIP TENTANG MEREKA. YA, PERNAHKAH KITA?
Definisi klasik tentang manajemen dari Mary Parker Tollet (Aditama, Tj.Y., 2002) bahwa manajemen adalah suatu seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Menurut saya, agak narsis dan jayus kalau masa kini masih mikir seperti itu. Jadi menurut saya manajemen justru tehnik bekerja sama bersama orang lain. Sehingga lebih enak memakai pendapat George Terry (Aditama, Tj.Y.,2002) yang merangkai manajemen menjadi kegiatan planning, organizing, actuating dan controlling. Kegiatan tersebut kemudian di kembangkan menjadi berbagai rincian lagi oleh beberapa tokoh. Setiap kegiatan baik sendiri maupun bersama orang lain pasti butuh rencana dan “karena bersama orang lain” maka perlu pengaturan atau organisasi. Kemudian agar tampak hasil suatu rencana maka rencana haruslah dilaksanakan dan dilakukan pengawasan. Read the rest of this entry »
Tongue jaw lift adalah salah satu teknik untuk membebaskan jalan nafas, terutama pada penderita yang tidak sadar, begitu ulas Ahmad Jayin salah satu perawat Puskesmas Mojoagung yang memberikan sosialisasi dan pelatihan untuk intern staf di Puskesmas Mojoagung. Sebelumnya tiga orang perawat diikutkan pelatihan BCLS (Basic Cardiovasculer Life Support) di RSUD Syaiful Anwar Malang untuk mendapatkan sertifikat yaitu Zainul Arifin, Ahmad Jayin, dan Samsul. Mereka mensosialisasikan ilmu yang telah didapat dengan mendemonstrasikan didepan staf Puskesmas Mojoagung, acara ini dibagi menjadi 2 periode yaitu hari Sabtu tanggal 7 dan hari Rabu tanggal 11 Maret 2009. Read the rest of this entry »
Jauhkan NAPZA dari tangan Anak Anda sebelum mereka benar-benar jadi korban ganasnya penyalah gunaan NAPZA disekeliling kita. Begitulah harapan kami sebagai pelayan kesehatan kiranya.
Hari Sabtu biasanya adalah hari yang santai, bahkan Puskesmas yang menerapkan 5 hari kerja saja tutup tidak memberikan pelayanan. Di Puskesmas Mojoagung Sabtu tanggal 7 Maret 2009 tetap saja ramai dan sibuk, apalagi besoknya adalah hari libur 2 hari. Read the rest of this entry »
Senin siang kami di Puskesmas Mojoagung dikunjungi oleh salah seorang “agen bukan agen rahasia” dari markas MarkPlus (milik konsultan terkenal) yang berada di Surabaya. Saya kenal beliau sebagai pak Soni, aduh, nama panjangnya tidak tahu juga …… Hebohnya lagi, beliau bawa staf serta client yang akan membuat suatu sarana pelayanan kesehatan spektakuler di daerah Blitar. Yang jelas, bukan pesaing bagi puskesmas Mojoagung sehingga kita bisa blaa…bla… blaa… tentang diri “kita”.
Minat untuk membuat blog dari beberapa Puskesmas di Kab. Jombang sangat besar. Kami rasa Puskesmas di daerah lain juga begitu (lihat hasil pooling). Masalahnya setelah berhasil membuat blog (apalagi yang menggunakan Blogger hanya butuh 3 langkah), apa yang harus ditulis untuk posting ?????
Apa yang pantas ditulis yang menggambarkan sebuah Puskesmas dan layak dilihat orang se Indonesia ???
Penderita katarak di Indonesia merupakan yang terbesar se Asia, dimana diabetes menjadi salah satu pemicu adanya katarak ini. Katarak karena diabetes terjadi karena penimbunan sorbitol di lensa mata sehingga terjadi kekeruhan.
Sudah sukses mendaftar di Yahoo dan Google, kenapa tidak bisa muncul di halaman satu ???
Setelah sukses mendaftarkan blog Anda ke search engine tunggulah beberapa hari Anda akan mendapatkan email balasan dari search engine tersebut, ada yang mengatakan langsung diterima request Anda ada yang yang harus mendaftar dulu disitu.
Dokter Imam (Kepala Puskesmas Cukir yang baru ) pernah bertanya pada saya, mengapa blognya tidak bisa muncul di Search Engine ( Google atau Yahoo), padahal isinya seru-seru banget ???
Yang jelas jawabannya karena beliau belum mendaftarkan alamatnya ke search engine itu. Mudah bukan jawabannya ?
Lha bagaimana agar bisa mendaftar di mesin pencari (search engine) itu ?
Lokmin tanggal 21 Februari kemarin terasa berbeda dari acara Lokmin sebelum sebelumnya. Selain membahas laporan hasil kerja selama tahun 2008, juga serah terima jabatan Kepala Puskesmas Mojoagung dari dr. Heri Wibowo.MKes ke dr. Sriwulani Sumargo, SpR, M.Kes. Mungkin baru kali ini ada Kepala Puskesmas yang merangkap Jabatan sekaligus sebagai dokter specialis Radiologi yang juga melayani puskesmas yang lain (Puskesmas Cukir, Puskesmas Ploso). Hingga muncul guyonan waktu serah terima jabatan bahwa gelar SpR itu artinya Specialis Rangkap
Pertemuan PKK yang berlangsung di Kantor Kecamatan Mojoagung tanggal 17 Februari 2009 berlangsung meriah. Pertemuan PKK ini tidak berlangsung seperti biasanya karena hadirnya Tim Alternatif Medicine dari Puskesmas Mojoagung yang lengkap membawa ambulan yang penuh dengan lebih dari 10 pot berisi tanaman obat dan Bu Siti membawa produk herbalnya (instan, simplisia, capsul).
Puskesmas Mojoagung yang diwakili oleh dr. Yeni Kusumawati membahas masalah penyakit Hepatitis A yang sedang KLB di wilayah Kerja Puskesmas Gambiran (Kecamatan Mojoagung dibagi menjadi 2 wilayah kerja puskesmas yaitu Puskesmas Mojoagung dan Puskesmas Gambiran). Read the rest of this entry »
Meskipun hari ini Ponari tidak buka praktek, pasien yang ingin mendapatkan pengobatan dari Ponari Si Dukun Cilik dari tetap saja membeludak. Antrian pasien tetap banyak sehingga tim Kesehatan dari berbagai Puskesmas di Kab. Jombang digilir untuk mengamankan lokasi pengobatan dukun cilik ini. Antrian sangat panjang dan lama sehingga banyak yang tidak kuat antri kemudian pingsan atau pusing mau pingsan. Tim Gadar Puskesmas Mojoagung sempat mengevakuasi 3 pasien dari antrian karena hendak pingsan.
Seluruh staf dan Karyawan di Puskesmas Mojoagung mendapat pelatihan Pengembangan Kepribadian. Acara yang diadakan di Ruang pertemuan lt.2 Puskesmas ini sangat menarik sehingga semua antusias untuk mengikuti. Apalagi pada pelatihan ini diajarkan juga mengenai Attitude misalnya cara duduk, cara berdiri sekaligus dengan peragaan.
Hari Sabtu tanggal 14 Februari 2009 diadakan acara pelatihan JUMANTIK Cilik. Dipanggil sebagai JUMANTIK Cilik karena semua pesertanya adalah siswa SD kelas 3, 4 dan 5, mereka ini diharapkan bisa mengetahui adanya jentik-jentik di lingkungan sekitarnya sendiri terutama di sekolah masing-masing. Pelatihan ini juga merupakan untuk mensukseskan himbauan bupati Suyanto tentang GERTAK MAS BERLIAN (Gerakan Serentak Masyarakat Bersihkan Lingkungan Anti Nyamuk) yang dicanangkan pada tanggal 6 Februari 2009 yang lalu. Read the rest of this entry »
Acara belajar bersama Internet dasar dan membuat blog
Acara belajar bersama tentang Internet dasar dan membuat blog dengan Blogspot di Puskesmas Mojoagung pada tanggal 29,31 Januari 2009 (group 1) dan tanggal 5, 7 Februari 2009 (group 2). Read the rest of this entry »
dalam acara Demo Memasak Menu Anak dan Menu Penderita diabetes di Puskesmas Mojoagung pada tanggal 27 November 2008 bekerja sama dengan PSKM (Paguyuban Sehat Kencing MAnis ) dan Diabetasol/Nulife
Tim Alternative Medicine Puskesmas Mojoagung menjadi pembicara pada acara pertemuan PKK Kelurahan Kepanjen Kecamatan Jombang pada sore tanggal 20 Januari 2009.
Acara yang dihadiri oleh tak kurang dari 30 anggota PKK di Kelurahan Kepanjen ini sangat antusias mengikuti ulasan tentang Pengobatan Herbal untuk Lansia. Sebagai pembicara diwakili oleh R.Happy Yuliasari, S.Farm, Apt (Apoteker di Puskesmas Mojoagung) dan Sumantri, Amd.Akp ( Poli Akupuntur Puskesmas Mojoagung). Read the rest of this entry »
Tim Gadar Puskesmas Mojoagung disiap siagakan pada saat pembukaan Jambore Daerah Jawa Timur 2009 yang diadakan tanggal 20 Januari 2009 di Sumber Boto. Jombang. Tim GADAR Puskesmas Mojoagung ikut merawat peserta yang sakit , pingsan atau terluka selama pembukaan Jambore Daerah 2009 ini. Hari ini (tanggal 24 Januari 2009) Jambore daerah ini ditutup.
Disampaikan oleh : PUTU MAHAYANI, AMG ( STAF INSTALASI GIZI BAPELKES RSD JOMBANG) dalam acara Demo Memasak Menu Anak dan Menu Penderita diabetes di Puskesmas Mojoagung pada tanggal 27 November 2008 bekerja sama dengan PSKM (Paguyuban Sehat Kencing MAnis ) dan Diabetasol/Nulife
SARI BAYAM APOKAT
(Untuk 2 porsi, 1 porsi :94 Kalori)
Bahan :
50 gram bayam (daunnya saja )
200 gram apokat
400 ml air
1 sdm gula jagung
Cara membuat :
Rebus bayam dengan 400 ml air smapi sisa air tinggal krang lebih 200 ml
Dalam blender, campur apokat dalam bayam serta airnya,lalu diblender bersama sampai halus. Tanpa disaring beri gula jagung. Bagi jadi 2 porsi
Bila suka dingin masukkan dalam lemari es
SOP TOMAT ISI JAMUR
(Untuk 5 porsi : 140 kalori)
Bahan:
100 gram daging ayam
250 gram jamur merang
1 batang bawang daun, potong-potong
5 sdm pasta tomat
2 siung bawang putih, haluskan
Garam secukupnya
Merica secukupnya
1 sdm minyak jagung/zaitun
25 gr tepung jagung/maizena
1 sdm sledrei cincang
Pasta tomat:
200 gr tomat buah matang direbus dalam 100 ml air sekitar 5 menit
Setelah agak dingin diblender, saring
Cara membuat :
Rebus ayam smpai masak, lalu angkat dan potong-potong kecil
Tmbhkan air pad kaldu sampai volumenya menadi 1 ltr, rebus sampi mendidih.Masukkan jamur , bawang daun, saus tomat, bawang putih, garam, merica. Setelah mendidih, angkat dan sisihkan.
Panaskan minyak jagung/zaitun dalam wajan, masukkan tepung maizea, aduk dengan sendok kayu sambil dituangi kuh sop sedikit demi sedikit sampai menjadi bubur, lalu angkat
Panaskan lagi sop dan masukkan bubur dan ayam kedalamnya. Rebus sampi mendidih sambil sesekali diaduk
Disampaikan oleh : PUTU MAHAYANI, AMG ( STAF INSTALASI GIZI BAPELKES RSD JOMBANG) dalam acara Demo Memasak Menu Anak dan Menu Penderita diabetes di Puskesmas Mojoagung pada tanggal 27 November 2008 bekerja sama dengan PSKM (Paguyuban Sehat Kencing MAnis ) dan Diabetasol/Nulife
SEKOTENG LIDAH BUAYA
Bahan :
100 gram jahe
2 batang serai
3 lembar daun pandan
5 lembar daun jeruk
1000 ml air
Gula Jagung
Isi:
300 gram lidah buaya kupas
50 gram kolang kaling
100 gram kacang tanah
2 sdm biji selasih atau 1 sdm bisi selasih kering
Cara membuat:
Jahe dibakar dan dikupas, memarkan. Memarkan serai, simpulkan . Robek daun pandan, memarkan. Daun Jeruk dibuang tulang daunnya (Bahan 1)
Rebus bahan 1 sampai mendidih, tutup panci (10 menit), angkat, saring
Isi: lidah buaya dipotong dadu 1.5 cm, taruh dalam saringan. Siram lidah buaya dengan air mengalir sambil diaduk-aduk ringan hingga lendirnya habis, tiriskan. Kolang-kaling diiris tipis-tipis. Kacang tanah disangrai hingga renyah, kupas kulit arinya. Biji selasih dibilas dengan air bersih, tiriskan. Bila menggunakan bijiselasih kering, rendam hingga mengembang, tiriskan, bilas beberapa kali.
Atur lidah buaya, kolang-kaling, kacang tanah dan biji selasih dalam mangkuk saji. Tuangi kuah jahe hangat, tambahkan gula jagung 1 sachet, sajikan
Panaskan minyak zaitun dalam wajan diatas api sedang. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan buncis, tumis hingga layu, masukkan cabai rawit dan nasi
Masak hingga nasi beruap banyak, tambahkan taoge. Aduk hingga rata dan taoge berubah warna, segera angkat. Masukkan bihun goreng, aduk hingga rata
Taruh di piring saji, taburi daun bawang , sajikan segera
Beberapa kali pembaca mengajukan pertanyaan kepada kita yang antara lain :
-Wah, hebat juga Pak dokter yang satu ini. Apa kiatnya supaya kegiatannya bisa berhasil dok? (www.bedahumum.wordpress.com)
Berikut ini “sedikit” kita buka rahasia sukses Puskesmas Mojoagung hingga mencapai keberhasilan seperti sekarang ini.
Pada tanggal 31 Desember 2008 (hari terakhir di 2008 dimana tempat lain pada tutup) di Puskesmas Mojoagung diadakan Pertemuan Struktural untuk membahas 5 hal yaitu
Review rencana strategis jangka pendek 2008
Evaluasi berdasar rencana kerja strategis 2008
Kebijakan yang diambil sd 2010
Rencana kegiatan 2009
Brainstorming and Sharing
(bentuk presentasinya bisa di buka disini — klik )
Prinsip yang di terapkan adalah Pelayanan Sepenuh Hati dengan berusaha menerapkan nilai pelanggan
Yaitu :
CHARITY
Definisi : murah hati, sesuai status sebagai Public Service
Implementasi : dalam hati mencintai pekerjaannya
Wajah Layanan : ketulusan dan keikhlasan dalam melayani
COMPETENCE
Definisi : menguasai pekerjaan (tidak hanya di bidang medis tetapi juga networking/relationship)
Implementasi : kemauan untuk patuh terhadap standart / aturan
Definisi : Tekad realisasi janji pada diri dan pelanggan/ (rekanan), sesuai target
Implementasi : layak dipercaya, jujur
Wajah Layanan : pekerjaan yang tuntas, tanggung jawab yang tinggi
CONSISTENT
Definisi : tekat sepanjang waktu
Implementasi : motivasi yang tak pernah pudar untuk mencapai cita-cita
Wajah Layanan : menjaga motivasi dengan semangat untuk memberi, daya juang yang tinggi (tidak mudah putus asa)
CONTINUOUS
Definisi : proses yang berlangsung terus menerus
Implementasi : harus ada waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas
Wajah layanan : Positive Relationship
Dari ke 6 Prinsip Pelayanan dengan Sepenuh Hati ini lah yang berusaha terus digalakkan dan di motivasikan ke seluruh staf di Puskesmas Mojoagung sehingga tercapailah kesuksesan-kesuksesan.
Penjabarannya sebagai berikut :
Charity
Sebagai Publik Service, para pelayan masyarakat harus melayani dengan tulus dan ikhlas , dan mencintai pekerjaannya (sebagai Public Service) sehingga spontan wajah kita saat melayani pasti dihiasi dengan senyum
Competence
Di Puskesmas Mojoagung telah dibuat protap-protap dalam pelayanan, dan motivasi terus diberikan untuk menjalankan protap yang telah dibuat. Peningkatan pengetahuan staf dilakukan dengan membuat koordinator bagian Diklat (dr. Noviani) dimana beliau mengatur jadwal untuk staf mengikuti pelatihan, seminar ataupun workshop dan hasilnya wajib untuk di presentasikan kepada staf lain yang, beliau juga mengadakan seminar atau pelatihan intern Puskesmas, atau cuma sekadar sosialisasi program dan ilmu.
Care
Selalu siap siaga memenuhi kebutuhan pelanggan dengan adanya pelayanan 24 jam non stop, dengan memenuhi segala kebutuhan pelanggan misalnya menanggapi complain pasient dalam waktu kurang dar 15 menit (tentang obat, infus habis, keluhan dll),tempat tidur yang cukup, kamar yang nyaman, kamar mandi yang bersih dll.
Comitment
Saat kita mengadakan operasi katarak dengan bekerjasama dengan PERTAMINA dengan target 40 mata, sementara pada pelaksanaan hari-H hanya berhasil mengperasi 26 mata,sehingga masih hutang 14 mata. Dan hutang itu segera di selesaikan dengan berhasil mengoperasi 20 mata dengan biaya yang tetap (dapat memberikan lebih 6 mata), dalam waktu kurang dari 10 hari.
Consistent
Tekat sepanjang waktu yang tidak pernah pudar untuk mencapai cita –cita menjadi Puskesmas yang “TERPERCAYA “
Continuous
Keberhasilan dan kerjasama yang telah terjalin diusahakan tetap berlangsung dengan baik. Begitu juga hubungan intern di Puskesmas
Bila pembaca masih penasaran dengan ini, dan merasa belum berhasil maka ingatlah :
Setelah libur panjang akhir tahun 2008 (Puskesmas Mojoagung tetap buka 24 jam), dimulailah babak baru di tahun baru 2009. Suasana baru, semangat kerja yang baru, orang-orang yang baru dan juga tentu saja prestasi-prestasi yang baru semoga bisa di raih dalam perjalanan 2009 mendatang. Kesuksesan di masa lampau semoga dapat ditutupi dengan kesuksesan yang lebih banyak dan bermutu di tahun 2009 ini.
Sosialisasi BSC (Balanced Scorecard) di Puskesmas Mojoagung
Awal 2009, tepatnya tanggal 5 Januari 2009 diawali dengan “kuliah” bersama tentang BSC (Balanced Score Card) yang diberikan oleh drg. Nyoman Anita Damayanti ,M.Kes beserta tim (drg. Ernawati,M.Kes dan Ratnawati, S.KM, M.Kes) dari Bagian Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Kuliah BSC ini diikuti oleh seluruh staf Puskesmas Mojoagung dari pukul 10.00 WIB hingga sore hari pukul 15.00 WIB. Diharapkan setelah mendapat materi BSC ini Puskesmas Mojoagung mampu menerapkan BSC untuk mengevaluasi setiap hal yang ada, karena Puskesmas Mojoagung merupakan salah satu Puskesmas di Jawa Timur yang terpilih untuk bisa menerapkan BSC ini.