Taut

Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung


Layanan Klinik IMS-VCT di Puskesmas Mojoagung

Kamis 7 Nopember 2014 puskesmas Mojoagung mendapatkan kunjungan bimbingan sekaligus monitoring-evaluasi pelaksanaan klinik IMS (infeksi menular seksual)-VCT (Voluntary Counseling Test) oleh Dr. Hardini Indarwati SH,MH.Kes. dan Tim Dinas Kesehatan Jombang. Dalam pertemuan dibahas mengenai beberapa isu penting terkait HIV-AIDS sebagai berikut: 1. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat dan memerlukan perhatian khusus karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. Sesuai dengan Permenkes nomor 51/2013 tentang pedoman pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak maka pelayanan pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu ke anak merupakan salah satu upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada fasilitas kesehatan. 2. Tuberkulosis (TB) dan HIV-AIDS. TB saat ini sudah menjadi kedaruratan global. TB di populasi dgn prevalensi HIV yg tinggi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di antara orang dengan HIV-AIDS (ODHA). TB dan HIV-AIDS merupakan penyakit yang sama-sama menimbulkan stigma dan juga merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang. TB mempercepat perjalanan infeksi HIV dimana ODHA dengan infeksi TB mempunyai risiko kematian 4 kali lebih besar dengan hanya jika menderita TB sendiri, selain itu HIV merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan TB aktif. TB m erupakan Iinfeksi oportunistik terbanyak dan penyebab kematian utama pada ODHA dan bahwa 40 % kematian ODHA terkait dengan TB. Atas pertimbangan beberapa hal tersebut maka diberikan Penawaran Tes HIV, yang diberlakukan pada seluruh pasien TB tanpa memandang faktor risiko HIV sebagaimana Permenkes 21/2013. 3. Pajanan pada Kecelakaan Kerja. Petugas kesehatan maupun orang lain di sekitar ODHA berisiko terkena pajanan. Adapun pajanan dapat berupa 1) Perlukaan kulit 2) Pajanan pada selaput mukosa 3) Pajanan melalui kulit yang luka 4) Gigitan yang berdarah. Bahan Pajanan dapat berupa: 1) Darah 2) Cairan bercampur darah yang kasat mata 3) Cairan yang potensial terinfeksi: semen, cairan vagina, cairan serebrospinal, c. sinovia, c. pleura, c peritoneal, c. perickardial, c. amnion 4) Virus yang terkonsentrasi Tatalaksana Pajanan: 1) Jangan Panik tetapi harus diselesaikan dalam <4 jam 2) Segera lakukan: – Bila terjadi luka tusuk maka bilas air mengalir dan sabun / antiseptik – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mulut maka ludahkan dan kumur – Bila Pajanan terjadi pada mukosa mata maka irigasi dg air / garam fisiologis – Bila Pajanan terjadi pada mukosa hidung maka hembuskan keluar dan bersihkan dengan air – Jangan dihisap dengan mulut, – Jangan ditekan – Disinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan salah satu: a. Betadine (povidone iodine 2.5%) selama 5 mnt b. Alcohol 70% selama 3 mnt 3) Pertimbangan Profilaksis Pasca Pajanan (PPP), Didasarkan – Derajat pajanan – Status infeksi dari sumber pajanan – Ketersediaan obat PPP Pada orang yang terpajan harus diberikan Konseling, Tindak lanjut dan Evaluasi.   Foto Kegiatan Bimbingan dan Monev Klinik IMS-VCT Puskesmas Mojoagung P Zainul VCT     Bimbingan Klinik IMS-VCTIMG_0710 @dari berbagai sumber

Mencegah dengan Lebih Memahami HIV-AIDS


 

Hari AIDS diperingati setiap 1 Desember. Gambaran temuan kasus HIV-AIDS adalah serupa fenomena gunung es. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan September 2014, HIV-AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Kasus HIV-AIDS di kalangan masyarakat khususnya perempuan usia produktif cenderung meningkat sehingga menjadi ancaman yang potensial, karena selain mengancam kehidupan ibu, ibu juga dapat menularkan virus kepada bayinya. Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan, saat persalinan dan saat menyusui. 21,103 ibu hamil yang menjalani tes HIV, 534 (2,5%) diantaranya positif HIV (Kemnenkes 2011).
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami infeksi seumur hidup. Kebanyakan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap asimptomatik yaitu tanpa tanda dan gejala, untuk jangka waktu lama. Namun mereka telah dapat menulari orang lain.
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV, merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV berjalan sangat progresif sehingga penderita tidak dapat menahan serangan infeksi jamur, bakteri atau virus. Kebanyakan orang dengan HIV akan meninggal dalam beberapa tahun setelah tanda pertama AIDS muncul bila tidak mendapatkan pengobatan.
Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu dimana tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun.

Gejala-gejala awal dapat terjadi sebagai berikut:
– Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan
– Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
– Diare kronis. Pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria, Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
– Batuk berekepanjangan. Esofagitis / peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Hal ini terjadi karena infeksi jamur (kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo) atau pada kasus yang jarang, dapat disebabkan oleh mikobakteria.
– Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha).
– Sakit kepala, Sulit berkonsentrasi, Respon anggota gerak melambat, Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki.
– Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
– Infeksi jaringan kulit rambut
– Kulit kering dengan bercak-bercak
Sistem tahapan infeksi WHO
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis (TB).
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

Cara Penularan
1) Hubungan seksual; merupakan cara penularan terbanyak.
2) Pajanan oleh darah, produk darah atau organ dan jaringan yang terinfeksi; misalnya penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun, donor yang tidak melalui uji saring, atau penggunaan alat medis yang dapat menembus kulit, dan proses transplantasi organ.
3) Penularan dari ibu ke anak

HIV tidak ditularkan melalui:
– bersalaman, berpelukan, bersentuhan atau berciuman;
– penggunaan toilet umum, kolam renang, alat makan atau minum secara
bersama;
– gigitan serangga seperti nyamuk dan lain lain

Pencegahan HIV-AIDS dengan ABCD
A = Abstinence: artinya Absen seks, yaitu tidak melakukan seks bagi orang yang belum menikah dan menghindari seks bebas.
B = Be faithfull: Bersikap saling setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan)
C = us Condom : Cegah penularan HIV melalui hubungan seks dengan mengunakan kondom. Penggunaan kondom dapat mencegah interaksi cairan kelamin sehingga penularan virus dapat diminimalisasi.
D = Drug No: Dilarang menggunakan narkoba.

Berikut adalah data seputar HIV-AIDS (sumber Ditjen PP & PL Kemenkes RI , 17 Oktober 2014)
1. Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2014 sebanyak 150.296.
Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan September 2014 sebanyak 55.799 orang.
2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (32.782), diikuti Jawa Timur (19.249), Papua (16.051), Jawa Barat (13.507) dan Bali (9.637)
3. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada
– kelompok umur 20-29 tahun (32,9%), kemudian diikuti
– kelompok umur 30-39 tahun (28,5%),
– kelompok umur 40-49 tahun (10,7%),
– kelompok umur 50-59 tahun (3,4%), dan
– kelompok umur 15-19 (3,1%).
4. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 54% dan perempuan 29%. Sementara itu 17% tidak melaporkan jenis kelamin.
5. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada :
– ibu rumah tangga (6.539), diikuti
– wiraswasta (6.203),
– tenaga non-profesional/karyawan (5.638),
– petani/peternak/nelayan (2.324),
– buruh kasar (2.169),
– penjaja seks (2.052),
– pegawai negeri sipil (1.658), dan
– anak sekolah/mahasiswa (1.295).
6. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.184), Jawa Timur (8.976), DKI Jakarta (7.477), Bali (4.261), Jawa Barat (4.191), Jawa Tengah (3.767), Papua Barat (1.734), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.573).
7. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (61,5%), penasun (15,2%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
8. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 0,46% pada bulan September tahun 2014

 

Dengan lebih memahami HIV-AIDS, mari bersama-sama mencegah HIV-AIDS berkembang di tengah-tengah kita

@diolah, dari berbagai sumber

Hari Menanam Pohon Indonesia


http://www.dw.de/image/0,,2444302_4,00.jpg

Hari Menanam Pohon Indonesia jatuh pada setiap tanggal 28 November. Hari Menanam Pohon ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, bersamaan dengan penetapan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional.
Berikut adalah beberapa manfaat pohon:
1. Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi Karbondioksida melalui fotosintesis. O2 diperlukan mahluk hidup untuk bernafas sementara CO2 adalah gas yang sangat beracun. Bila dalam jumlah yang berlebihan, akan menimbulkan efek rumah kaca. Berdasarkan penelitian, pohon menghasilkan O2 sebanyak 1/2 Kg/Hari/Pohon; dan setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2.
2. Menahan Laju Air dan Erosi. Menurut penelitian, hutan mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60-80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah. Selain dapat menahan laju air, akar pohon berfungsi erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan.
3. Menjaga Kesuburan Tanah. Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus dan subur menjadi tergerus sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah. Bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, saat hujan turun, butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan tanah, tetapi ditahan oleh daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi gaya gerus air terhadap tanah.
4. Lingkungan Menjadi Nyaman. Lingkungan yang rindang dan banyak ditumbuhi pepohonan akan terasa lebih nyaman, sejuk, mencegah kebisingan dan kepanasan, serta menambah indah pemandangan. Hal tersebut akibat proses evapotranspirasi pada tanaman dapat menyebabkan suhu di sekitarnya menjadi lebih rendah dan kadar kelembapannya meningkat.
5. Mengurangi Zat Pencemar Udara. Kegiatan pabrik, pembakaran mesin dll menghasilkan banyak asap yang mengandung CO2, sulfur dioksida dan asam sulfat, yang apabila bercampur dengan air hujan akan menghasilkan hujan asam yang membahayakan kesehatan kulit serta menimbulkan korosi.
6. Tempat tinggal berbagai jenis satwa, tempat satwa mencari makan, tempat satwa bermain, dan tempat satwa berkembang biak.

Menanam pohon perlu diajarkan sejak dini melalui sekolah maupun di rumah. Kebiasaan menanam pohon merupakan salah satu perwujudan sikap cinta lingkungan. Menanam pohon dapat mencegah banjir, mencegah tanah longsor dan memperindah lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan hasil penanaman baik berupa kayu maupun non kayu.

Mari selamatkan bumi dengan menanam pohon.

@diolah, dari berbagai sumber

 

Deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA Dan Pengobatan Krioterapi di Puskesmas Mojoagung


Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan kanker terbanyak yang diderita perempuan di Indonesia. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. Data rumah sakit sentral Indonesia terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meninggal. Keadaan ini berbeda dengan di negara maju, umumnya kanker serviks sudah menurun jumlahnya berkat program skrining kanker serviks. Di Indonesia masalah banyaknya kasus kanker serviks diperburuk lagi dengan banyaknya kasus (>70%) yang sudah berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit

Banyak faktor yang berkaitan dengan Ca Cervix beragam namun yang paling sering dihubungkan adalah adanya infeksi HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik, tipe 16 dan 18, yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat dan juga kontak tubuh lainnya.

Gejala dari kanker serviks:
Pada kanker serviks stadium awal, tidak ada gejala yang jelas. Seiring berjalannya penyakit, gejala-gejala secara muncul bertahap dikaitkan dengan gejala sistemik. Tiga gejala khas dari Ca serviks:
a) perdarahan vagina, terutama setelah berhubungan seksual.
b) keputihan abnormal yaitu keputihan yang berbau, berwarna, berdarah atau bernanah.
c) Nyeri pada pinggang dan perut.

Faktor risiko terjadinya kanker leher rahim di antaranya :
a) Kawin usia muda (dibawah 20 tahun)
b) Berganti-ganti pasangan seksual
c) Infeksi pada kelamin (Infeksi Menular Seksual)
d) Banyak melahirkan anak
e) Merokok
f) Kekurangan vitamin A, C, atau E

Deteksi Ca Cerviks
Deteksi dini dapat dilakukan melalui papsmear atau IVA. Inspeksi visual asam (IVA) adalah deteksi dini kanker leher rahim alternatif selain pap smear untuk memeriksa daerah yang tidak bisa dijangkau oleh pap smear. IVA dilakukan dengan cara mengolesi leher rahim dengan asam asetat, untuk melihat tanda-tanda lesi prakanker (tahapan sel-sel berubah menjadi sel-sel buruk yang berpotensi menjadi kanker). Hasil IVA bisa dilihat langsung saat itu juga sehingga dapat diambil keputusan cepat mengenai penatalaksanaannya. Selain mudah dan terjangkau, IVA juga memiliki akurasi yang sangat tinggi (90%) dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker.
IVA harus dikerjakan oleh dokter atau bidan yang sudah mendapat training. Sejak tahun 2011 dokter maupun bidan di Puskesmas Mojoagung sudah mendapatkan training IVA dan krioterapi. Dan Puskesmas Mojoagung melayani IVA dan krioterapi sejak tahun 2011 disamping melayani pemeriksaan pap smear melalui kerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jombang.
Data kunjungan IVA dan krioterapi di Puskesmas Mojoagung menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Bahwa animo masyarakat meningkat dari tahun ke tahun, yang artinya semakin banyak masyarakat yang sadar perlunya pemeriksaan dan penanganan secara dini kanker serviks. Adanya pelayanan IVA dan krioterapi pada akhirnya akan menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks.
Jadwal Skrining IVA Menurut WHO
Skrining seharusnya dilakukan pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun. Kalau fasilitas memungkinkan maka dilakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun. Kalau fasilitas tersedia lebih maka dilakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun. Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang cukup signifikan. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun.
Pada hasil IVA positif, artinya Jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), maka dapat diobati dengan krioterapi. Yaitu pengobatan dengan pendinginan (gas dingin) dimana memiliki efek samping yang ringan dan mudah diatasi.

Bersama Puskesmas Mojoagung, mari kita bebaskan perempuan dari ancaman kanker leher rahim.

>upload by: dr eyik

>diolah, dari berbagai sumber

Penyakit virus Ebola


Virus-EbolaVirus ebola sekarang sudah menjadi momok mematikan warga masyarakat dunia. Virus ini sangat mematikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Bahkan para dokter dan perawat harus menggunakan pengamanan ekstra untuk pakaian dan semua alat medis agar tidak tertular korban Ebola. Virus ini merebak di Afrika. Apakah akan masuk ke Indonesia? Belum ada yang tahu. Hanya saja, pemerintah sudah memberikan travel warning bagi para jamaah haji dan juga warga yang akan bepergian ke Afrika dan Arab.

 Virus-Ebola-Mematikan-Dunia

Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanyademam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.

Penyebab dan diagnosis

Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuhhewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar).[1] Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami.[2] Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malariakolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Proses penularan sehingga menyebabkan korban menderita virus ebola sangat sederhana.

Hanya cukup dengan kontak fisik. Baik bersentuhan dengan keringat, liur, dan cairan tubuh lainnya.

Dengan menyentuh dan atau memakan buah yang sudah tersentuh oleh korban.

Mitosnya di negara terinfeksi, hanya menyebut kata Ebola maka sudah bisa terinfeksi.

Namun belum ada bukti bahwa virus ini mampu menularkan lewat media udara seperti influenza. Yang paling berisiko terkena adalah pertama para tetangga, teman, saudara, keluarga korban. Kedua para tenaga medis yang menangani pasien.

Gejala Penderita Virus Ebola

Gejala awal yang diderita adalah pusing, nyeri, demam. Selanjutnya muncul ruam-ruam di tubuh korban lalu diikuti dengan diare dan muntah seperti biasa. Proses ini terjadi selama 8 sampai 10 hari. Fase kritis selanjutnya adalah separuh penderita mengalami kencing darah dan atau muntah darah.

Kenapa ebola bisa mematikan?

Puncak dari rentetan gejala virus ebola di atas adalah pembuluh darah mengeluarkan banyak cairan tubuh. Efeknya tekanan darah menurun drastis sehingga semua organ penting seperti jantung, hati, ginjal, otak berhenti bekerja.

pencegahan

Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.[1]

Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena.[1] Penyakit ini memiliki tingkat kematianyang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.[1][3] EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara.[1] Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi.[1][4] Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda GuyanaSierra Leone,Liberia dan kemungkinan Nigeria.[5][6] Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi.[7] Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin, namun belum membuahkan hasil.

Virus Ebola di Indonesia ????

Seorang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dirawat intensif di Rumah Sakit Umum dr Soedono Madiun karena diduga kuat suspect virus ebola. Ia mengalami gejala serupa seperti penyakit malaria, yakni panas tinggi, sakit kepala yang diikuti mual-mual, muntah, dan diare.

“Pasien itu mulai kemarin malam menjalani perawatan medis di ruang isolasi rumah sakit dr Soedono. Kami dan para perawat menangangi pasien itu sebagai suspect ebola,” kata dr Syaiful Anwar, kepala bidang pelayanan medik Rumah Sakit dr Soedono Madiun, Jumat (31/10/2014).
Menurut Syaiful, pihaknya meyakini mantan TKI dari Afrika tersebut suspect virus ebola lantaran sebelumnya pasien tersebut sudah pernah menjalani perawatan di Afrika yakni di Nigeria sebelum pulang ke Indonesia. Apalagi disana ia bekerja di areal hutan yang merupakan daerah endemis virus ebola. Ia bekerja sebagai buruh penebangan kayu di negeri itu. Sebelum pulang ke Indonesia, ia terlebih dahulu dikarantina selama seminggu.

“Ia dikarantina selama seminggu sebelum pulang ke Indonesia itu karena kepalanya mengalami pusing-pusing dengan badannya panas tinggi disertai muntah-muntah,” ungkap Syaiful.
Kemudian, M begitu inisial yang ditengarai suspect virus ebola ini dikarantina selama sehari begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Dan sesampai di rumahnya di Kecamatan Gemarang, Madiun, ia kembali merasakan tubuhnya mendadak panas dan muntah-muntah lagi.

“Karena keluarganya takut akan keadannya yang memburuk, ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit dr. Soedono ini,” ungkap Syaiful seraya kini hendak merujuknya ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya karena di rumah sakit ini yang lebih mumpuni dalam penanganan virus ebola ini. (http://news.metrotvnews.com/)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Adhi Laksono mengatakan, pasien yang diduga idap virus ebola yang kini dirawat di RSUD Pelem sudah menjalani pemeriksaan spesimen yang ketiga. Pengambilan spesimen tersebut sudah dilakukan secara berturut-turut sejak pasien yang dirahasiakan identitasnya itu masuk rumah sakit Jum’at lalu.

Prosedurnya, pemeriksaan spesimen dilakukan sebanyak tiga kali untuk menguji hasilnya.

“Spesimen yang ketiga baru diambil tadi (dari pasien) untuk jalani uji lab,” kata Adhi Laksono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri saat dihubungi, Minggu (2/11/2014) malam.

Pemeriksaan hingga tiga kali itu, dia menambahkan, merupakan standar pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya virus yang tengah menjadi ancaman global itu. Sementara untuk hasil pemeriksaan spesimen yang pertama maupun yang kedua, dia mengaku belum mengetahuinya.

Begitu pula perihal perkembangan kekinian pasien, Adhi menyatakan tidak mempunyai kewenangan menyampaikan.

“Untuk kondisi pasien silahkan tanya rumah sakit,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Pelem di Kabupaten Kediri merawat seorang pasien berjenis kelamin laki-laki yang diduga mengidap virus ebola. Pasien asal Kabupaten Kediri itu pertama kali datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri telan disertai demam.

Dari riwayat pasien yang diketahui baru pulang dari bekerja di negara Liberia, pihak rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menempatkannya pada ruang isolasi. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pelem, dr.Widiastomo, saat dikonfirmasi wartawan menyebut kondisi pasien sudah mulai membaik namun masih menjalani perawatan diruang isolasi. Sedangkan untuk kepastian virus ebola masih menunggu hasil uji lab. (http://regional.kompas.com/)

Sumber          : dikutip dari berbagai media

Upload           : Aziz

10 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa


10 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa

Tubuh yang sehat memerlukan jiwa yang sehat dan juga sebaliknya. Banyaknya stresor dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami berbagai gangguan kejiwaan. Hidup perlu harmonis dan dikelola dengan baik agar kita sehat jasmani rohani.
Menurut WHO, kesehatan jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak adanya gangguan jiwa melainkan mengandung berbagai karakteristik yang bersifat positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.
Berikut tips menjaga kesehatan jiwa:
1. Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan. Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menemukan fakta bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Olahraga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, ketahanan otak, dan mempengaruhi hormon endogenous opioids salah satunya ialah beta-endorphin, yang dapat mengurangi perasaan nyeri, menambah daya ingat, menormalkan selera, seks, tekanan darah dan ventilasi. Saat berolahraga, kelenjar pitutiari menambah produk beta-endorphin; dan sebagai hasilnya konsentrasi beta-endorphin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak, sehingga mengurangi nyeri, cemas, depresi dan perasaan letih. Olahraga juga meingkatkan gelombang alfa, dan dapat memperlancarkan brain neurotransmitter dengan menaikkan tingkat norepinephrine, dopamine, dan serotonin di dalam otak, dimana akan mengurangi depresi. Telah terbukti bahwa penyalur saraf otak seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5 – HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.
2. Ekspresikan cinta. Mencurahkan cinta kasih adalah kunci kebahagiaan mencurahkan cinta perlu dilakukan dengan tepat baik waktu, tempat dan orang yang dituju seperti pasangan, anak, dan keluarga. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih bermakna dan ketika kehadiran kita diharapkan akan menumbuhkan perasaan bahagia. Dengan mengekspresikan perasaan cinta maka terjadi ventilasi yang akan mendatangkan perasaan diterima dan bahagia.
3. Kurangi Menonton Televisi, Video/Online dan Game. Menonton televisi, film atau bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Kekerasan dalam tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, memicu depresi dan mempengaruhi respon emosi kita. Setelah melihat begitu banyak kekerasan, kita bisa tidak lagi mengenalinya sebagai kekerasan dan menganggap kekerasan atau ketidakseimbangan adalah hal yang wajar tanpa kita sadari. Kilasan iklan televisi juga dapat menyebabkan indera dan otak kita overload dan kelelahan. Jika menonton film, pilihlah yang menghibur dan positif.
4. Miliki Hobi yang positif. Setelah bekerja rutin seseorang perlu hobi untuk membangun kegembiraan dengan cara yang positif. Misalnya memelihara ayam, burung, ikan, mengurus bunga atau tanaman, melukis, memasak, bermain musik dan lain sebagainya. Bahkan mendengarkan musik saja, terutama yang lembut dan menyejukkan dapat menyeimbangkan proses kimiawi di otak kita.
5. Mendekatkan diri pada Tuhan. Berdoa secara rutin dapat memenuhi kebutuhan rohani yang merupakan komponen vital dalam kesejahteraan jiwa. Mengabaikan kebutuhan spiritual membuat jiwa kita gelisah dan tidak tenang. Berdoa merupakan sarana yang efektif dalam mencegah dan memerangi masalah-masalah kesehatan mental.
6. Rekreasi di luar rumah. Perlu mencari suasana baru yang berbeda dan di luar rutinitas dengan menghabiskan waktu di alam. “Terapi hijau” dengan melihat pemandangan sawah, gunung, danau dan sebagainya bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menemukan kesejukan dan menenangkan pikiran dan membebaskan dari pikiran negatif.
7. Miliki Teman. Teman adalah tempat terbaik untuk berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang saling memberikan dukungan merupakan hal yang dibutuhkan. Pilihlah teman yang dapat dipercaya sehingga persahabatan mendatangkan kebahagiaan.
8. Keseimbangan makanan. Menjaga makanan yang sehat dan mulai mengatur makanan dengan memperbanyak buah dan sayuran. Makanan yang keliru dapat memperburuk gejala berbagai penyakit termasuk autisme, skizofrenia, depresi, kecemasan dan serangan panik. Makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan mental yang baik adalah buah dan sayuran dan makanan yang mengandung asam lemak esensial, seperti ikan belida, tongkol, labu dan kacang-kacangan. Susu dan coklat juga dipercaya menimbulkan efek menenangkan pikiran.
9. Hindari pornografi. Rangsangan seksual pornografi dapat berkontribusi pada tumbuhnya kekosongan emosional yang dapat menyebabkan depresi, gangguan bipolar serta kesehatan mental lainnya. Hanya hubungan seksual dengan pasangan yang sah dan saling mengasihilah yang dapat mengisi kebutuhan fisik dan emosional kita.
10. Membaca dan membaca. Salah satu cara menjaga pikiran agar selalu aktif adalah dengan membaca. Membaca bisa menjadi kegiatan penguatan mental, terutama jika kita fokus pada bacaan yang positif. Membaca buku biografi, kisah-kisah inspiratif, novel dan puisi dapat bermanfaat bagi kesehatan mental Anda.

Diolah, dari berbagai sumber.

Kunjungan Mr. Hashimoto-Kobe University Japan


photo(2)Senin 13 Oktober 2014 Mr Masayoshi Hashimoto dari Family Medicine Department and Community Medicine, Fakultas Kedokteran Universitas Kobe Jepang beserta staf mengadakan kunjungan ke Puskesmas Mojoagung. Kunjungan Mr. Hashimoto dimaksudkan khusus untuk melihat pelaksanaan Community Medicine (CM) yang dilaksanakan Puskesmas Mojoagung termasuk bagaimana Puskesmas Mojoagung melaksanakan UKP dan UKM nya.
Mr Hashimoto bersama Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Biro Kesehatan Masyarakat melihat pelaksanaan Posyandu. Kemudian para tamu berkunjung melihat pelayanan di Poli rawat jalan, Rawat Inap, Poli gizi khususnya TFC (Therapeutic Feeding Centre), Poli Sanitasi dan Poli Akupuntur. Khusus saat di rawat inap Mr Hashimoto berbincang mengenai penderita TB karena ternyata menurut Mr. Hashimoto, Jepang pun belum bebas dari TB. Lalu Mr Hashimoto menanyakan apa saja peran CM pada pasien TB serta keterlibatan mahasiswa FK yang sedang praktek lapangan di Puskesmas Mojoagung.
Dalam Community Medicine khususnya kerjasama FK Unair-Dinkes Kab. Jombang, mahasiswa co-ass yang berada di Puskesmas Mojoagung juga praktek lapangan dengan melakukan home visit pd pasien TB bersama petugas Puskesmas, dan saat home visit juga diberikan penyuluhan pada pasien&keluarga terutama memotivasi PMO (pengawas minum obat).
Mr. Hashimoto juga tertarik pada poli akupuntur yg merupakan salah satu keunikan Puskesmas Mojoagung karena dapat mengembangan poli khusus berbasis pengetahuan komplementer. Mr Hashimoto dan tim juga terkesan tentang TFC dimana pada pasien rawat inap, kebutuhan gizi yang diberikan dilakukan khusus, yakni disesuaikan dengan penyakit yang diderita sehingga membantu pemulihan kesehatannya.
Terimakasi atas kunjungannya, selamat jalan Mr. Hashimoto.

PERSIAPAN MUDIK LEBARAN 2013


Hari Raya Idul Fitri sudah dekat. Seperti tahun-tahun sebelumnya sebagian besar masyarakat Indonesia melaksanakan tradisi Mudik lebaran untuk dapat bersilahturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman. Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono,  jumlah pemudik tahun 2013 diperkirakan 24 juta orang. Sekitar 55 persen menggunakan kendaraan pribadi, 45 persen menggunakan angkutan umum. Dari 24 juta itu sekitar 82,5 persen menggunakan moda berbasis jalan atau road base. Dengan Jumlah Pemudik yang begitu besar maka kemungkinan resiko kecelakaan juga meningkat. pada mudik lebaran periode tahun 2012 terdapat 5.233 kasus Kecelakaan. Bagaimana agar Tradisi Mudik anda dapat berjalan dengan nyaman dan aman sehingga dapat berkumpul dengan saudara untuk menyambut lebaran? berikut beberapa tips Mudik aman untuk anda :

Untuk para pengemudi :

- Siapkan fisik yang prima. Jangan paksakan diri kalau dalam kondisi tubuh  kurang fit. Caranya periksa kesehatan sebelum  mengemudi

- Hindari penggunaan obat keras dan alkohol ataupun obat penambah energi tidak disarankan.

- Jangan berkendara terlalu lama. Idealnya pengemudi beristirahat setiap empat  jam perjalanan.

- Siapkan obat-obatan P3K dalam kendaraan. Bila merasa sakit segera  manfaatkan Pos Kesehatan yang ada.

- Hati-hati mengemudi  saat cuaca buruk dan tetap disiplin dalam mengemudi dan patuhi rambu lalu lintas.

Untuk para penumpang :

- Persiapkan fisik yang prima, caranya dengan pemeriksaan  kesehatan sebelum perjalanan,

- Bawa makanan dan minuman yang cukup untuk pejalanan juga siapkan obat-obat pribadi.
– Istirahat  cukup dalam perjalanan. Bila sakit,  manfaatkan pos kesehatan

- Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan jangan buang sampah sembarangan

- Waspadai tindak kejahatan  pembiusan dan tolak  pemberian makanan dan minuman  orang tak dikenal.

Selain itu untuk mengurangi resiko di jalan raya selama mudik lebaran, maka para pemudik disarankan untuk menggunakan kendaraan umum dan menghindari mudik dengan motor.

Semoga perjalanan mudik anda menyenangkan dan selamat sampai tujuan sehingga dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Selamat Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Lebaran 2

Kegiatan POSBINDU-PTM di Puskesmas Mojoagung


GambarGambar

Dalam rangka memantau kesehatan Karyawan menjelang Hari Raya dan demi menyukseskan program pemerintah untuk menekan perkembangan Penyakit Tidak Menular (PTM), maka pada Hari Jumat Tanggal 2 Agustus 2013 Puskesmas Mojoagung menyelengarakan kegiatan POSBINDU-PTM. Kegiatan POSBINDU-PTM di Puskesmas Mojoagung antara lain :

A. Mengisi Biodata dan Riwayat Penyakit di KMS POSBINDU-PTM

Gambar

Gambar Gambar

B. Pengukuran Indeks Massa Tubuh ( BB, TB, & Lingkar Perut)

Gambar

C. Pengukuran Tekanan Darah

Gambar

D. Pengambilan Sampel Darah untuk Uji Lab

Gambar

E. Pencatatan Hasil Pemerikasaan ke Dalam KMS POSBIDU-PTM

Gambar

Semua Karyawan sangat antusias mengikuti kegiatan ini walaupun ada beberapa yang takut dengan jarum suntik hahahaha :D

Gambar  Gambar

Semoga acara ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan agar dapat menjadi contoh bagi satuan kerja yang lain untuk melakukan kegiatan POSBINDU-PTM di tempatnya masing-masing sehingga dapat menekan angka Penyakit Tidak Menular dan dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Upload oleh : Arief Firman W. S.KM

SOSIALISASI POSBINDU PTM DI KECAMATAN MOJOAGUNG


GambarGambar

Pada acara Lintas sektor yang diadakan di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad.M.Kes, selaku Kepala UPTD Puskesmas Mojoagung,  menyampaiakan masalah Penyakit Tidak Menular serta  pencegahannya melalui kegiatan Posbindu PTM. Penyakit Tidak Menular atau disebut dengan PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan orang ke orang. 90% kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia serta Lebih dari  70% penderita penyakit tidak menular tidak tahu kalau dirinya sakit dan 30%nya tidak berobat secara teratur. Menurut WHO terdapat 4 (empat) jenis penyakit tidak menular antara lain, penyakit Kardiovaskular (serangan jantung atau stroke), Kanker, Penyakit Pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) serta Diabetes.

Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, merokok, diet) dan konseling faktor risiko PTM yang dilakukan oleh dan untuk masyarakat secara rutin dan periodik . Posbindu PTM merupakan UKBM untuk mawas diri terhadap faktor risiko PTM pada populasi sehat (mengingat sebagian besar Faktor Resiko PTM tidak memberikan gejala), kemudian Kasus faktor risiko PTM yang ditemukan tetapi tidak dapat dikendalikan melalui konseling akan dirujuk ke fasilitas pelayanan dasar di masyarakat (Puskesmas, Klinik swasta, dan dokter keluarga).

Gambar

Adapun Tujuan & Manfaat Penyelenggaraan Kegiatan Posbindu PTM (5M) antara lain:

  1. Membudayakan Gaya Hidup Sehat  (berperilaku CERDIK) dalam lingkungan yg kondusif di rutinitas kehidupannya
  2. Mawas Diri sehingga Faktor risiko PTM yang kurang menimbulkan gejala secara bersamaan dapat terdeteksi & terkendali secara dini
  3. Metodologis & Bermakna secara klinis
  •  Kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara medis  
  •  Dilaksanakan oleh kader khusus dan bertanggung jawab yang telah mengikuti pelatihan metode deteksi dini atau edukator PPTM

   4. Mudah Dijangkau yaitu Diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal masyarakat/ lingkungan tempat kerja dengan jadual waktu yang disepakati

   5. Murah sehingga Dilakukan oleh masyarakat secara kolektif dengan biaya yang disepakati/sesuai kemampuan masyarakat

Dalam pelaksanaannya Posbindu juga menggunakan sistem 5 meja seperti dalam posyandu yang terdiri atas,

Gambar

Saat ini di Indonesia terdapat 1.114 Posbindu PTM yang tersebar di 29 Propinsi. Diharapkan di semua Kelurahan dapat menyelenggarakan kegiatan Posbindu PTM sebagai bentuk mawas diri dari masyarakat terhadap faktor risiko PTM serta di fasilitas umum seperti hotel, apotik, mall, perkantoran, terminal, pelabuhan dll Diharapkan dapat tersedia fasilitas penyelenggaraan kegiatan Posbindu PTM Sehingga masyarakat dapat selalu mawas diri terhadap faktor risiko PTM.

upload dan Foto : Arief Firman W. S.KM

 

 

Kunjungan Boromarajonani College of Nursing, Buddhachinaraj THAILAND


Gambar

Sawadee Kha…. Begitulah sapaan dalam bahasa Thailand…

pada hari Rabu tanggal 22 April 2013 Puskesmas Mojoagung mendapat kunjungan dari mahasiswi dan dosen dari Boromarajonani College of Nursing, Buddhachinaraj THAILAND. Dalam kesempatan ini mereka ingin mengetahui tentang Puskesmas dan pengelolaan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan strata pertama di Indonesia. Presentasi dibawakan oleh kepala Puskesmas Mojoagung, dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad. M.Kes., menggunakan bahasa inggris yang lancar. Peserta  sangat antusias saat mengikuti presentasi ini. Bahkan saat slide menampilkan gambar gajah, peserta mau ketika diminta menyanyikan lagu Chang (artinya : Gajah) menggunakan gerakan yang lucu. Acara dilanjutkan dengan melihat kegiatan senam ibu hamil dan melihat proses pelayanan di Puskesmas Mojoagung.  Ketika mau pulang mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Bahkan tukang becak yang mangkal di depan Puskesmas pun tak luput dari sasaran jepretan kamera mereka… berikut foto-fotonya :

Gambar GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

PENGHARGAAN INSTITUSI KESEHATAN BERPRESTASI TAHUN 2012


Satu lagi prestasi yang diraih oleh Puskesmas Mojoagung! Pada tanggal 12 November 2012 Puskesmas Mojoagung mendapatkan penghargaan sebagai Institusi Kesehatan Berprestasi dalam hal Upaya Promotif dan Preventif terbaik Tahun 2012. Penyerahan Piala dan Piagam  Penghargaan dilakukan langsung oleh Ibu Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A.,MPH kepada Puskesmas Mojoagung yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Puskesmas Mojoagung ibu dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad.,M.Kes.  pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke – 48 yang berlangsung di Hotel Kartika Candra Jl. Gatot Subroto Jakarta. Penghargaan ini merupakan hasil dari Penilaian Puskesmas Berprestasi yang dilakukan Tim Penilai dari Kementerian Kesehatan yang diketuai oleh ibu Kartini Rustandi pada tanggal 8 Oktober 2012. Semoga dengan adanya penghargaan ini dapat memberikan semangat Puskesmas Mojoagung untuk dapat meningkatkan mutu layanannya baik dalam bidang UKP maupun UKM.

Upload : Arief Firman Wicaksono, S.KM

PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE- 48 TAHUN 2012 KELUARGA BESAR KARYAWAN PUSKESMAS MOJOAGUNG


GambarHari Kesehatan Nasional adalah hari yang diperingati oleh insan kesehatan di seluruh Indonesia setiap tahun pada tanggal 12 November. Tema peringatan HKN Ke-48 Tahun 2012 adalah Indonesia Cinta Sehat “Ibu Selamat Anak Sehat”. Melalui tema ini diharapkan dapat meningkatkan semangat, kepedulian, komitmen dan gerakan nyata pembangunan kesehatan yang harus terus diperjuangkan oleh seluruh komponen bangsa.

Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung meramperingati hari Kesehatan Nasional 2012 ini sebagai hari yang sangat bermakna dalam menunjang tugas dan fungsinya. sebagai salah satu institusi kesehatan pemerintah di Kecamatan Mojoagung, oleh sebab itu Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung pada Peringatan HKN ke 48 Tahun 2012 ini mengambil sub tema yaitu “Satukan Tekad Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri”. Kegiatan HKN ini difokuskan untuk masyarakat Mojoagung tanpa mengesampingkan partisipasi masyarakat lain yang ingin berkolaborasi merayakan Hari Kesehatan Nasional 2012 dengan mempertimbangkan kemampuan sumberdaya pada Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung.

Kegiatan ini diketuai oleh dr. Agustina Mufidah dan wakilnya dr. Diani Arishandi serta dr. Sriwulani Sumargo, Sp.Rad.,M.Kes selaku Ketua Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh Keluarga besar Karyawan Puskesmas Mojoagung untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional ini, antara lain :

1. Donor Darah

Gambar

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2012 bekerjasama dengan PMI Kabupaten Jombang dan diikuti oleh Karyawan Puskesmas Mojoagung, Pegawai Instansi di Kecamatan Mojoagung, Siswa Siswi SMU, serta masyarakat umum yang ingin mendonorkan darahnya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial masyarakat kepada sesama yang membutuhkan pertolongan.

2. Lomba Senam Paguyuban Sehat Kencing Manis (PSKM)

Gambar

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2012 dan diikuti oleh anggota Paguyuban Sehat Kencing Manis (PSKM). Adapun kriteria penilaiannya antara lain, kesesuaian gerakan dan semangat saat melakukan gerakan senam. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan para penderita diabetes Mellitus.

3. Lomba Cipta Menu Sehat Keluarga “Selaras” (Selain Beras)

Gambar

Lomba Cipta Menu Sehat Keluarga “Selaras” (Selain Beras) ini dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan lomba ini ibu-ibu kader diminta untuk mengkreasikan dan mengolah bahan pangan selain beras yang ada di sekitar mereka menjadi menu makanan yang sehat bagi keluarga.

4. Ibu Hamil Sehat

Gambar

Sesuai dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke – 48 tahun 2012 ini yaitu “Ibu Selamat Anak Sehat” maka acara ini diharapkan dapat mengasah dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil seputar masalah kehamilan serta bagaimana cara merawat serta menyusui bayi dengan benar.kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 November 2012 dan diikuti ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung. Lomba ini dimulai dengan mengisi lembar pertanyaan tertulis, praktek merawat bayi, praktek menyusui dengan benar, senam hamil, dan diakhiri dengan sosialisasi ASI Eksklusif oleh dr. Agustina Mufidah.

5. Lomba Desa Siaga

Penilaian Desa Siaga dilakukan oleh Tim dari Puskesmas Mojoagung pada bulan Oktober 2012 untuk semua desa di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung. Dalam kegiatan ini Tim penilai melakukan penilaian kepada masing-masing Desa berdasarkan strata dan Tingkat keaktifan Desa Siaga tersebut.

6. Jalan Sehat

Gambar

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 November 2012 dan diikuti oleh Karyawan Puskesmas Mojoagung, Kader, Lintas Sektor, serta masyarakat sekitar Puskesmas Mojoagung. Kegiatan ini dimulai pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di Halaman Puskesmas Mojoagung.  Setelah mencapai finish, para peserta mendapatkan kue dan air mineral. Acara selanjutnya adalah pengumuman Juara lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan rincian sebagai berikut,

Lomba Senam Paguyuban Kencing Manis (PSKM)

Juara I diraih oleh Bapak Mustakim

Juara II diraih oleh Bapak Sukri

Juara III diraih oleh Bapak Sapari

Lomba Cipta Menu Sehat Keluarga “Selaras” (Selain Beras)

Juara I diraih oleh Desa Kedunglumpang

Juara II diraih oleh Desa Dukuhdimoro

Juara III diraih oleh Desa Karangwinongan

Lomba Desa Siaga

Juara I diraih oleh Desa Mojotrisno

Juara II diraih oleh Desa Kademangan

Juara III diraih oleh Desa Murukan

Setelah acara pengumuman pemenang lomba usai, kemudian dilanjutkan dengan acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh peserta yaitu pengundian DOOR PRIZE! Keluarga besar karyawan Puskesmas Mojoagung menyediakan banyak door prize untuk acara jalan sehat ini diantaranya yaitu sepeda mini, kipas angin serta berbagai hadiah yang lain.

7. Operasi Katarak Gratis

Gambar

Mata merupakan organ yang penting bagi manusia, karena tanpa mata maka seseorang tidak bisa melakukan kegiatannya secara mandiri. Hal ini dapat berdampak pada penurunan derajat kesehatan orang tersebut. Oleh karena itu selain kegiatan dan lomba-lomba diatas, Keluarga Besar Puskesmas Mojoagung juga menyelenggarakan kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2012. Sebelum dilakukan operasi katarak, petugas melakukan screening awal kepada pasien yang datang. Dari proses screening tersebut didapatkan  30 orang pasien yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program operasi katarak gratis. Proses operasi dilakukan oleh dr. Erry Dewanto, Sp.M dari Klinik Mata Mojoagung.

Semoga pada Hari Kesehatan Nasional ke – 48 ini kita selalu diberikan kekuatan oleh Tuhan YME untuk dapat melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan sehingga dapat tercipta Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Sejahtera. Amin…..!

UPLOAD BY : ARIEF FIRMAN WICAKSONO, S.KM

TIPS MUDIK SEHAT DAN AMAN


Puskesmas Mojoagung

Puskesmas Mojoagung

Untuk Pengemudi :

  1. Agar menyiapkan fisik yang prima dan memeriksa kesehatan sebelum mengemudi ;
  2. Menghindari penggunaan obat keras dan minuman beralkohol; bila sakit di perjalanan manfaatkan pos kesehatan ;
  3. Serta menyiapkan obat-obatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Untuk Penumpang :

  1. Selain menyiapkan fisik yang prima, di himbau untuk memeriksa kesehatan sebelum berangkat ;
  2. Membawa makanan dan minuman yang cukup ;
  3. Hati-hati dan menghindari makanan dan minuman pemberian orang tidak dikenal ;
  4. Menyiapkan obat-obatan pribadi ;
  5. Istirahat yang cukup dalam perjalanan ;
  6. Bila sakit di perjalanan manfaatkan pos kesehatan dan jangan membuang sampah sembarangan.

Keluarga Besar Karyawan Puskesmas Mojoagung, mengucapkan :

“ Semoga anda selamat sampai tujuan. Selamat Idul Fitri 1433 H, mohon maaf lahir dan bathin ”

Sumber : http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release

Upload :  Aziz

Sehat Berpuasa Ramadhan dengan 12 Tips Sehat


GambarMotivasi yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat(motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.

Puasa Ramadhan secara umum berdampak positif bagi kesehatan. Dua belas tips berikut perlu Anda pertimbangkan agar puasa Anda tetap menyehatkan.

  1. Minum yang cukup. Hidrasi adalah hal terpenting selama puasa Ramadhan. Setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar. Anda juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari.
  2. Makan yang sehat. Anda sebaiknya menerapkan diet sehat pada saat berbuka. Jangan berlebihan melahap kue dan makanan manis yang bahkan dalam jumlah besar sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan Anda. Pertimbangkan memakan kurma yang dapat mengisi ulang energi dengan cepat.
  3. Jangan langsung berbuka dalam porsi besar. Mulailah dengan sup, kolak atau makanan pembuka lain dan tunggu sampai meresap di pencernaan sebelum makan besar.
  4. Jangan makan terlalu banyak. Buka puasa seharusnya tidak identik dengan makan berlebihan. Makan berlebihan tidak hanya mengganggu tubuh, tetapi juga membuat ngantuk saat shalat tarawih.
  5. Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali sehari: yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka dan yang ketiga sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka.
  6. Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubianyang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.
  7. Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.
  8. Minimalkan penggunaan tenaga fisik. Atlet harus ekstra hati-hati untuk tidak berolahraga terlalu keras selama bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk berolahraga yang tidak intensif di sore hari sebelum saat berbuka.
  9. Penderita diabetes. Penderita diabetes harus secara teratur memonitor gula darah mereka, cukup hidrasi dan tidak makan yang manis-manis tanpa nasihat medis.
  10. Orang yang lemah fisik. Puasa seharusnya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Bila tetap berpuasa, mereka harus berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan. Demi keselamatan yang lebih baik, disarankan untuk pergi ke dokter sebelum dan sesudah Ramadhan.
  11. Jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis. Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala harus mendapatkan saran dari dokter dan ustadz mereka. Mereka tidak harus berpuasa Ramadan jika hal itu membawa risiko pada kesehatan mereka.
  12. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan. Bila Anda mengalami masalah medis selama sehari dan tidak dapat pulih dengan cepat, mungkin sebaiknya Anda tidak berpuasa sehari atau lebih. Hari-hari di mana Anda tidak berpuasa dapat diganti sebelum Ramadhan berikutnya.

Semoga bermanfaat, Amin

Upload : Aziz

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.